Jalan Panjang Historis Pemindahan Ibu Kota Negara

Tulisan ini telah dimuat di surat kabar harian Radar Banjarmasin edisi Senin, 1 Agustus 2017. Berisi pandangan saya mengenai pemindahan Ibu Kota Negara yang direncanakan akan berpindah ke Kalimantan, serta rekam sejarah terhadap rencana pemindahan ibu kota pada masa lalu yang mengalami kegagalan atau hanya sebatas wacana.  

***

Image result for animasi pindah ibu kota negara

Masih mampukah Jakarta menjadi ibu kota negara? Itulah pertanyaan yang selama ini menjadi bahan rundingan bersama, jawabannya pun kompak. Jakarta mulai tertatih untuk terus menjadi ibu kota negara sekaligus menjadi pusat ekonomi Indonesia. Jakarta sudah tidak layak, banyak dari kita menjawab demikian.

Segenap permasalahan telah menghinggapi Jakarta saat ini, banjir yang semakin tahun terus terjadi, kemacetan dirasakan masyarakat setiap harinya, kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga menciptakan banyak permukiman kumuh yang bersanding dengan hotel dan apartemen mewah, kota yang penuh polusi udara, hingga berbagai kesemerawutan yang membuat manusia Jakarta menjadi extra sabar atau menjadi depresi. Dua pilihan yang harus dipilih mereka.

Padahal sudah diprediksi sebelumnya bahwa Jakarta tak layak menjadi pusat pemerintahan. Bermula dari studi kesehatan di kota-kota pantai Pulau Jawa oleh Hendrik Freek Tillemia yang hasilnya menyimpulkan bahwa kota-kota pelabuhan di Pulau Jawa yang tak sehat menyebabkan orang tidak pernah memilih sebagai kedudukan kantor pemerintah, kantor pusat niaga, industri, dan pusat pendidikan. Continue reading “Jalan Panjang Historis Pemindahan Ibu Kota Negara”

Racun Munir dan Pelanggaran HAM

Tulisan ini telah dimuat di surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Sabtu, 15 Oktober 2016. Merupakan pandangan saya mengenai perkembangan kasus pembunuhan Munir dan komitmen negara untuk menegakkan Hak Asasi Manusia.

***

racun-munirKasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin seperti drama yang tak berkesudahan. Misteri siapa yang memasukan sianida ke dalam es Kopi Vietnam tak terjawab sampai saat ini, setelah puluhan kali sidang disiarkan secara live dan menghadirkan berbagai saksi ahli dari dalam dan luar negeri. Terdakwa Jessica terlihat begitu lelah menghadiri sidang yang memakan waktu hingga berjam-jam lamanya dan pendapat para saksi ahli hanya berputar-putar pada suatu fakta yang bahkan bertolak belakang menurut versi saksi ahli lainnya.

Sehingga terciptalah drama persidangan yang saat ini terjadi. Masyarakat yang dulunya antusias mengikuti jalannya kasus ini, karena hadirnya saksi ahli memberikan informasi-informasi saintis dan modern yang jarang sekali terdengar oleh orang awam. Istilah dari berbagai disiplin ilmu keluar di persidangan ini, seperti hukum, patologi, toksikologi, psikologi, forensik, dan kriminalogi hadir memberikan wawasan baru kepada masyarakat yang menontonnya. Tetapi kini masyarkat mulai jengah dengan persidangan yang tak menemukan titik terang.

Kasus pembunuhan dengan menggunakan racun, bukan baru ini saja terjadi. Sebelumnya yang terkenal terjadi 12 tahun silam dan sayangnya kasus tersebut tak berakhir dengan tuntas. Munir Said Thalib seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) harus meninggal dunia di dalam perjalanannya menuju Belanda menggunakan pesawat Garuda di ketinggian 40 ribu kaki akibat dari konsentrasi racun arsenik yang masuk ke dalam tubuh sebanyak 0,460 miligram per liter dan menyebabkan blokade reaksi detosifikasi. Janji presiden SBY di awal masa jabatannya menjadikan kasus Munir sebagai Test of Our History juga belum terwujud bahkan sampai masa jabatan kedua beliau berakhir. Continue reading “Racun Munir dan Pelanggaran HAM”

Darurat Kabut Asap

Darurat Kabut AsapTerdapat sebuah pepatah yang berbunyi, ‘Pengalaman adalah guru terbaik’. Sayangnya, hal ini tidak dimaknai secara menyuluruh oleh Pemerintah Indonesia. Sejak 18 tahun yang lalu, kebakaran hutan terus terjadi di negara ini ketika musim kemarau tiba. Tetapi negara ini tidak belajar banyak untuk menanggulangi bencana ini agar tak terulang di masa mendatang. Kini kabut asap kembali menghampiri jutaan rakyat yang hidup di Kalimantan dan Sumatera. Beberapa provinsi telah menetapkan siaga darurat kabut asap.

Tahun ini kabut asap diperparah karena terjadinya El Nino yang mengakibatkan musim kemarau jauh lebih panjang. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan fenomena El nino yang terjadi sekarang termasuk empat besar yang terkuat sejak tahun 1950. Dimana, El Nino merupakan fenomena menghangatnya suhu muka laut di Kawasan Pasifik tengah dan timur hingga mencapai dua derajat celcius. Bagi Indonesia dan negara di kawasan equator berdampak pada kekeringan yang panjang, karena awan yang berpotensi hujan bergerak menjauh. Namun hal yang berbeda terjadi di Kawasan Amerika Utara, karena wilayah tersebut berpotensi banjir besar.

El Nino yang terjadi pada saat ini disamping merugikan para petani karena tanaman mereka mengalami puso atau gagal panen hingga mencapai puluhan ribu hektar dan masyarakat kini mengalami kenyataan akan krisis air bersih. Disamping itu, dampak El Nino mengakibatkan kebakaran hutan menjadi lebih masif dan cepat menyebar. Continue reading “Darurat Kabut Asap”