Perkara Menulis yang Tak Menarik Lagi  

 

writingEntah sejak kapan mulanya, menulis menjadi kegiatan yang tak semenarik dulu lagi. Dulu pada awal-awal menulis di blog ini, kegiatan ini berhasil mencuri perhatian dan waktu saya. Waktu berjam-jam yang saya habiskan, melahirkan kepuasaan ketika tulisan itu selesai. Bertemu dengan tanda titik penghabisan. Jangan bertanya mengenai kualitas tulisan, walaupun usia saya menginjak dua puluh, tetapi isi tulisan masih picisan. Terkadang merupakan hasil kutip copypaste sana sini. Keren bagi saya waktu itu jika isinya memotivasi orang lain atau jika tidak berisi kutipan dari tokoh-tokoh terkenal.

Tetapi dari semua itu, saya menikmatinya. Saya mencandui menulis walaupun tulisan saya begitu menyedihkannya. Bertahan di depan laptop dalam waktu yang lama. Pada masa itu saya menggandrungi membaca novel-novel best-seller waktu itu. Hal itu tidak menghasilkan feedback yang berarti bagi saya. Pengetahuan saya tak berkembang, sehingga tulisan saya tetap saja dangkal. Tetapi saya menikmatinya.

Pada awalnya saya memberanikan diri untuk mengirimkan cerpen saya ke koran harian. Ketika cerpen itu berhasil diterbitkan, betapa bahagianya saat itu. Saya lantas terus saja menulis cerpen, mengirimkannya lagi, sering kali gagal terbit, tetapi saya terus menulis lagi dan lagi. Saya melihat geliat semangat ketika menulis cerpen. Sampai akhirnya pada waktu cerpen saya tidak lagi terbit di koran. Saya merasa jatuh. Mungkinkah saya tak memiliki bakat untuk menulis fiksi. Ataukah kemampuan saya menurun secara drastis. Continue reading “Perkara Menulis yang Tak Menarik Lagi  “

Iklan

Monolog di Sore Hari

kemuliaan-berfikir1Detik-detik yang lalu menjauh.

Pergi melintasi, enggan untuk kembali.

Semangat-semangat itu terbang tak punya rimba.

Sedangkan banyak orang bilang fokus adalah senjata.

 

Ketika banyak orang menyamakan jenis manusia dengan bulan kelahiran

Jepang sudah memangkas miliaran manusia dengan empat tipe saja

Menurut golongan darah, pribadi telah tergambar

Bahkan menurut primbon, nama dapat merubah sifat

Merubah peruntungan.

 

Entah atas nama ilmiah atau tidak

Mungkin sudah menjadi kodratnya, manusia yang berbeda ingin terlihat seragam

Ingin melebur menjadi satu bagian-bagian besar

Tak percaya perbedaan adalah kekuatan

Di tempatku batu dipercaya mempunyai kekuatan.

Mungkin di tempatmu, air ludah rabi bisa menyembuhkan penyakit

Atau meminum ramuan bisa membuatmu terbang

 

Manusia beragam wujudnya

Sebagian senang tentang sesuatu yang tak dapat terlihat oleh mata

Sebagian lagi memutar otak untuk memuaskan logika

 

Aku pandai sekali untuk menghayal

Menghayal pun membutuhkan bahan bakar

Rebahan di ranjang, sampai kesadaran menghilang

Hasil akhirnya waktu berputar begitu saja

 

Teknologi semakin maju saja wujudnya

Di tempatku manusia pandai sekali mencoba hal yang baru

Anak kecil bisa berjam-jam belajar teknologi

Merengek kepada orang tuanya untuk mengikuti perkembangan zaman

Sayang, di tempatku manusia hanya bisa menggunakan

Sedikit saja yang bisa membuat

Aku pun pandai jua menggunakan

Tapi sama sekali tak paham mengapa ia bekerja

Bandung, 9 Maret 2015

Sumber foto: Klik

 

 

Tahun Keenam

MenulisTahun ini menginjak tahun ke enam aku menekuni hobi menulis. Setidaknya hobi yang paling lama dan sepertinya akan terus berlanjut untuk kedepannya. Beberapa waktu lalu aku merasa menulis bukan lagi menjadi sebuah hobi, melainkan menjadi sebuah kebutuhan. Dimana waktu itu aku keranjingan menulis, waktu berjam-jam tak terasa kuhabiskan di depan laptop.

Di tahun keenam ini, aku merasa tak ada pencapaian yang cukup membanggakan dalam kegiatan menulisku. Walaupun, aku bersyukur beberapa tulisanku berupa opini, surat pembaca, maupun cerpen berhasil dimuat dalam surat kabar lokal. Dan juga dengan tekad yang menggebu aku juga berhasil menghasilkan novel pertamaku. Namun, cukup disayangkan karena di tahun 2014 ini aku mengalami penurunan kualitas tulisan, sedikit sekali tulisan yang mampu termuat di surat kabar, hasil dari novel pertama yang selalu di tolak berbagai penerbit. Hal ini setidaknya membuatku kehilangan semangat untuk terus menulis. Diharapkan atau tidak, apresiasi terhadap tulisanku berpengaruh besar terhadap semangat untuk terus menulis dan berimajinasi.

Tahun keenam sudah aku menulis dan tahun kelima aku menulis di blog ini. Tak ada perubahan signifikan terhadap kuantitas tulisan di blog ini. jumlahnya hampir sama di setiap bulannya. Bahkan, semakin menurun dari bulan ke bulan. Aku masih mengandalkan mood untuk menulis, bukan menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi layaknya makan dan tidur.  Continue reading “Tahun Keenam”

Cat 10 – First Day

Ini hari pertama di tahun 2013. Aku berjanji dengan diriku dan kekasihku untuk membiasakan diri menulis setiap harinya. Entah akan jadi apa tulisannya nanti. Tapi yang jelas setiap hari aku harus menulis, apapun itu temanya, apapun itu jadinya.

Bukan bermaksud untuk menghasilkan tulisan yang tak berkualitas. Tapi hanya bermaksud untuk memaksakan diri. Agar diri ini tak manja lagi, agar selalu bisa menghasilkan karya, karena untuk apa hidup jika tak menghasilkan apa-apa.

Biarlah tulisan tak jelas ini menjadi saksi bahwa aku telah berkarya di hari ini. Di hari selasa, 1 Januari 2013.

Aku tak perlu penilaian dari pembaca, aku hanya ingin memberikan pelajaran untuk diriku yang manja. Selamat menjalani hari-hari baru di 2013.

Banjarbaru, 1 Januari 2013

Aku dan Menulis – cat 1

Entah menapa aku selalu berkeinginan untuk menulis dan menginspirasi orang lain melalui tulisan. Tapi apa daya, terkadang tulisan yang aku tulis tak sedikitpun dibaca oleh orang lain. Terkadang aku merasa tulisanku hanya seperti catatan kosong tanpa arti, tanpa makna, bahkan sama sekali tak menghibur.

Tapi dibalik itu semua, aku tersadar bahwa menulis bukan tentang bagaimana orang senang membaca tulisan kita. Bukan tentang orang bisa hanyut dalam imjinasi tulisan yang kita buat. bukan tentang orang yang bisa berjam-jam terhipnotis dengan tulisan kita. Tapi tentang bagaimana kita dapat menulis dengan nyaman dan tanpa beban, menikmati setiap alur yang dibuat, merangkai setiap kata tanpa takut hasilnya disenangi atau tidak oleh orang banyak.

Continue reading “Aku dan Menulis – cat 1”