Pilkada dan Pengusaha Batubara

Pendaftaran pemilu kepala daerah (Pilkada) telah ditutup beberapa hari yang lalu. Ketika di Surabaya, Ibu Risma sempat gugup karena tak ada yang berani bertanding dengan beliau. Di Kalimantan Selatan (KalSel) sungguh berbeda, banyak bakal calon dengan kualitas beraneka rupa dan baliho berbagai warna menghiasi perpolitikan di daerah ini.

Hasil akhirnya hanyaPilkada Kalsel tiga bakal calon yang dapat mendaftar. Dua yang berasal dari koalisi partai dan satu yang bersusah payah mengumpulkan KTP warga. Serta beberapa orang bakal calon potensial yang hanya gigit jari, sambil menurunkan kembali baliho-baliho mereka.

Selalu ada kejutan dalam pilkada, dimana dua atau tiga tahun yang lalu. Di warung kopi, di pangkalan ojek atau di pos ronda. Masyarakat di daerah ini hanya memperbincangkan empat nama potensial yang akan bersaing menjadi gubernur kelak. Ialah, Rosehan, wakil gubernur dua periode yang lalu dan tokoh yang penasaran karena gagal di pilkada periode yang lalu. Kedua, Rudy Renawan, seorang Walikota Banjarbaru dua periode dan periode lalu menjabat sebagai wakil gubernur. Ketiga, Pangeran Khairul Saleh, sosok teratas dari beberapa survey dan menjabat sebagai Bupati Banjar selama dua priode. Terakhir, Adriansyah, sosok pemimpin Partai Banteng daerah ini, Bupati Tanah Laut dua periode yang tahtanya diserahkan pada sang anak dan beberapa bulan yang lalu sempat terkenal seantero Indonesia karena diseret KPK di Bali saat Munas Partai Banteng.  Continue reading “Pilkada dan Pengusaha Batubara”

Iklan

Surat dari Pemilih Prabowo-Hatta

legowo prabowo-hattaDari anak bangsa yang memilih Prabowo-Hatta

            Pemilu 9 Juli lalu menghasilkan quick count yang membingungkan. Saya sempat kecewa, karena pilihan saya, Prabowo-Hatta dinyatakan kalah oleh dominasi berbagai lembaga survey. Tak lama berselang, bapak memberikan secercah harapan kepada diri saya. Keputusan pemilu belum final, quick count hanyalah prediksi yang mungkin saja mengalami kesalahan. Kita harus menunggu dua minggu lagi. Menunggu hasil resmi yang diumumkan oleh KPU.

            Mendengar paparan yang disampaikan bapak, saya bisa bernapas lega. Setidaknya masih ada harapan Presiden yang saya pilih bisa memenangkan pemilu dan membangun bangsa ini sesuai visi misi yang bapak sampaikan. Selama dua minggu terakhir saya terus memantau berita yang tak saya ketahui mana yang benar dan mana yang salah.

Akhirnya hari ini tiba jua. 22 April 2014, hari dimana KPU menjadwalkan pengunguman hasil pemilu. Ternyata hari ini saya kembali kecewa karena menurut hasil resmi KPU bapak tak terpilih menjadi presiden. Saya merasa sangsi apakah negara ini bisa maju tanpa bapak sebagai pemimpinnya. Saya mencoba menerima hasil pilihan mayoritas Rakyat Indonesia dengan ikhlas dan lapang dada. Tapi tak berlangsung lama, kekecewaan saya bertambah lagi dengan sikap bapak yang tak mengakui kekalahan.

Saya pernah merasakan arti sebuah kegagalan, menyakitkan memang. Sangat menyakitkan. Saya rasa ini yang tengah bapak rasakan. Saya mengerti betapa kerasnya usaha bapak untuk meraih kursi presiden. Tenaga, keringat dan materi tak terhitung lagi telah keluar. Tapi dari semua itu saya yakin, latar belakang bapak sebagai perwira tinggi TNI telah banyak membentuk mental bapak sedemikian kokoh dan kuat uuntuk menerima takdir yang telah digariskan untuk bangsa ini.

Continue reading “Surat dari Pemilih Prabowo-Hatta”