Kabut Asap dan Pemerintah yang Tidak Bisa Move On

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) membentang poster di depan patung 'Selamat Datang' yang telah dipasangi masker pelindung pernapasan saat menggelar aksi Peduli Bencana Kabut Asap di Pekanbaru, Riau, Jumat (4/9)Dulu saya merasa bergembira ketika kabut asap pekat menghampiri kota tempat tinggal saya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Itu berarti sekolah akan memulangkan kami lebih cepat dari jadwal pulang. Jika situasi makin parah, maka dinas pendidikan setempat akan mengambil kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu hingga dua hari. Tentunya tak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan libur sekolah. Walaupun itu harus ditukar dengan menghirup pekatnya asap yang membuat pusing kepala dan batuk-batuk yang tak berkesudahan.

Itu dulu, ketika lingkar otak saya masih berukuran mini. Sekarang setelah enam tahun lulus dari masa SMA, kejadian kabut asap masih saja menghampiri kota kami setiap musim kemarau tiba. Seolah-olah di Kalimantan telah terjadi tiga tipe musim di setiap tahunnya, musim hujan, musim kemarau dan musim kabut asap.

Sudah puluhan tahun perihal kabut asap ini selalu datang dan pergi. 18 tahun tepatnya dan pemerintah seakan baru melihat kejadian ini kemarin sore. Seakan telah menjadi dagelan yang tak lucu sama sekali. Kami seperti diminta untuk pasrah menghirup asap-asap sehingga udara kota menjadi bersih, dianggapnya paru-paru kami ini seperti AC dengan teknologi inverter rupanya. Continue reading “Kabut Asap dan Pemerintah yang Tidak Bisa Move On”

Iklan

Lima Alasan Mengapa Anak Teknik Selalu Menjomblo

Tulisan ini pernah tersiar di website jomblo dot co pada 16 September 2015

***

jomblo teknikJurusan Teknik terkadang menjadi jurusan angker dalam urusan asmara. Seolah-olah aktivitas kejombloan berakar rumpun di kampus ini. Buktinya, film Jomblo yang terkenal itu menagmbil latar kehidupan anak teknik.  Memang kehidupan cinta maupun kegagalannya dirasakan semua oleh insan kampus di jurusan apa saja, bahkan yang tidak berkuliah sekalipun merasakan romansa kehidupan cinta seperti ini.

Akan tetapi saya mencoba menghimpun lima alasan kuat yang menyebabkan anak teknik cenderung mengalami kejombloan yang panjang, seperti musim kemarau tahun ini yang diakibatkan oleh El Nino. Anak teknik juga mengalami badai yang memporak-porandakan kehidupan asmara dan inilah sebabnya.  Continue reading “Lima Alasan Mengapa Anak Teknik Selalu Menjomblo”

Makna Cinta

Tulisan ini pernah tersiar di website jombloo dot co pada hari  Sabtu, 15 Agustus 2015

***

sandal jepitAdakah seorang yang berwujud makhluk mampu mendefenisikan cinta dan diamini oleh seluruh manusia di dunia ini? Mungkin masih tak ada, ini mungkin loh ya, karena memang sebagian orang telah menemukan arti cinta yang hakiki bagi dirinya. Tapi apakah makna yang telah dikhidmati oleh satu orang juga bisa diamalkan oleh orang lain, belum tentu juga kan? Khalil Gibran menggambarkan dengan keindahan puisinya, Shakespare dengan menganggap bunuh diri dapat menyatukan kembali cinta sejati.

Semua orang berhak memaknai cinta. Untuk kali ini mari kita kerucutkan cinta ini terhadap cinta kepada lawan jenis. Kurang ilmu kiranya jika saya mengajak mendefinisikan cinta kepada Tuhan, moral, dan kebaikan. Belum juga menjadi anak berbakti rasanya jika mengajarkan tentang cinta orang tua dan keluarga. Bahkan cinta akan kebersihan dan berbudi pekerti sesuai pancasila masih saja saya tak menjalankannya. Continue reading “Makna Cinta”

Booming Mengeksplore Banua

Saat berada di Bukit Lintang, Pelaihari
Saat berada di Bukit Lintang, Pelaihari

Anak muda Banjar kini menggandrungi jalan-jalan menjelajahi alam. Meng-eksplore keindahan alam, bahasa trendnya. Berkat pengaruh jejaring sosial Instagram, membuat anak muda disini keranjingan keluar dari rumah, membawa ransel, dan berbagai aksesoris outdoor lainnya.

Bukit-bukit yang sebelumnya tak dikenal kini telah didaki, pantai yang sebelumnya sepi kini marak didatangi, dan danau yang sebelumnya angker kini ramai di setiap hari. kekuatan sosial media memang besar pengaruhnya bagi anak muda daerah ini. influencenya sanggup menggerakan laki-laki maupun perempuan untuk berkemah, mandi, dan berjalan diberbagai tempat indah yang sebelumnya sepi.

Aku sebagai anak yang masih muda tentunya tak ingin tinggal diam. Ingin ikut pula menjadi bagian dari mereka. Karena tanpa dipungkiri, booming ini juga mengangkat denyut pariwisata di Kalimantan Selatan, yang jauh sebelum hal ini, masyarakat lebih senang menghabiskan waktu liburannya di Pulau Jawa dan Bali, pada kota-kota wisata yang sudah tersohor sejak lama. Sebelum hits tentang eksplore – mengeksplore ini memang hanya berbagai objek wisata saja yang sering dikunjungi di Kalimantqan Selatan, seperti; Pasar terapung, pantai di wilayah Pelaihari atau kawasan Loksado.

Tetapi kini, banyak varian jenis wisata yang dapat dinikmati. Wisata perbukitan di Pelaihari, Riam Kanan, Mandiangin, dan Loksado. Wisata danau di Gambut, Banjarbaru, dan Pengaron. Serta kawasan pantai di Tanah Bumbu dan Kotabaru. Banyak sekali objek wisata yang ditemukan hampir di setiap kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Masyarakat di Kalsel pun kini merasa bangga akan keidahan alam di daerahnya sendiri. Jujur, aku merasa senang ketika wisata di daerah ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Continue reading “Booming Mengeksplore Banua”

Kiat Toefl di ITB

Bagi calon mahasiswa pascasarja Institut Teknologi Bandung (ITB) mungkin ini masa-masanya mempersiapkan kelengkapan atau kesiapan dalam mendaftar sekolah pascasarjana. Berbeda dengan seleksi S1 di ITB yang super ketat dan memiliki pesaing yang tak terhitung jumlahnya.

Untuk sekolah pascasarjana di ITB bisa dibilang sedikit lebih mudah. Kita hanya perlu lulus dari syarat-syarat yang diajukan oleh pihak ITB, disamping untuk beberapa program studi atau jurusan favorit juga harus dilihat quota penerimaan yang ada. Syarat di pascasarjana ITB secara umum adalah lulus Tes Potensi Akademik (TPA) dengan skor 475 dan lulus Toefl (ELPT ITB) atau ITP dengan skor 475 pula. Untuk beberapa program studi, mungkin saja menerapkan skor yang lebih tinggi ataupun dengan syarat yang berbeda.

Dari kedua syarat utama yang diajukan oleh ITB. Syarat Toefl adalah syarat yang lumayan memberatkan, terlebih untuk anak daerah sepertiku, yang notabenenya jarang menggunakan bahasa inggris di kehidupan sehari-hari ataupun pada tugas semasa S1. Pengalaman mengikuti ujian toefl yang diselenggarakan ITB, disini namanya ELPT—aku lupa kepanjangannya, yang jelas tes ini hanya berlaku untuk ruang lingkup ITB saja. Biaya mengikuti tes ini sebesar Rp 75.000.,- mungkin akan semakin tinggi mengikuti inflasi. 😀

Kembali ke ELPT, format soal tak jauh berbeda dengan soal-soal toefl preparation lainnya. Dibagi ke dalam tiga sesi, yaitu; listening, structure, dan reading. Nah untuk structure sendiri, menurut informasi dari beberapa blog dan pengalaman pribadiku lebih baik belajar di Buku Cliffs. Informasi bukunya dapat dilihat di gambar bawah ini.

cliffs toefl

Nah, untuk listening harapan hanya pada telinga dan kebiasaan kita dalam mendengar percakapan bahasa inggris. Bergitupula dengan reading yang bertumpu pada vocab dan pemahaman kalimat bahasa inggris. Jadi yang bisa dipelajari pada waktu yang singkat hanyalah structure, jadi setidaknya sepertiga dari jumlah soal bisa kita maksimalkan dalam menjawabnya.

Mungkin itu saja, sedikit informasi tentang ELPT atau Toeflnya ITB. Semoga calon mahasiswa pascasarjana baru yang merasa ragu akan kemampuan Toefl—sama seperti aku dulu, mendapatkan sedikit pencerahan dari tulisan ini. Mohon maaf jika tak dapat memberikan informasi yang baik. Aku hanya ingin sedikit menekankan, untuk soal structure memang rata-rata keluar dengan pola yang sama dari Buku Cliffs.

Mohon maaf, tidak bermaksud mengguru. Hanya niat untuk berbagi. Selamat sore, selamat menggapai cita-cita. 😀

Bandung, 28 April 2015.

Sumber Gambar: Klik