Peristiwa Kunci dari Sejarah Pengelolaan Kualitas Udara di California

Discalimer: Tulisan ini adalah merupakan tugas kuliah Pengelolaan Kualitas Udara. Dengan sumber utama di sini. Tulisan ini hasil dari transletean yang dilakukan secara serampangan dari sumber yang telah disebutkan, beserta dengan tambahan yang dirasa perlu. Saya memohon maaf jika isi tulisan ini sama sekali tak jelas dan sulit untuk dimengerti, karena kapasitasi diri saya yang sulit memahami bahasa inggris.

***

Oleh: Ferry Irawan Kartasasmita (25314733)

london smogBerdasarkan pada kejadian pencemaran udara, perkembangan penelitian dan ilmu pengetahuan serta regulasi dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Diurutkan melalui periode waktu awal.

1930 (Kejadian Pencemaran Udara) Lanjutkan membaca “Peristiwa Kunci dari Sejarah Pengelolaan Kualitas Udara di California”

Lima Alasan Mengapa Anak Teknik Selalu Menjomblo

Tulisan ini pernah tersiar di website jomblo dot co pada 16 September 2015

***

jomblo teknikJurusan Teknik terkadang menjadi jurusan angker dalam urusan asmara. Seolah-olah aktivitas kejombloan berakar rumpun di kampus ini. Buktinya, film Jomblo yang terkenal itu menagmbil latar kehidupan anak teknik.  Memang kehidupan cinta maupun kegagalannya dirasakan semua oleh insan kampus di jurusan apa saja, bahkan yang tidak berkuliah sekalipun merasakan romansa kehidupan cinta seperti ini.

Akan tetapi saya mencoba menghimpun lima alasan kuat yang menyebabkan anak teknik cenderung mengalami kejombloan yang panjang, seperti musim kemarau tahun ini yang diakibatkan oleh El Nino. Anak teknik juga mengalami badai yang memporak-porandakan kehidupan asmara dan inilah sebabnya.  Lanjutkan membaca “Lima Alasan Mengapa Anak Teknik Selalu Menjomblo”

Review: Filosofi Kopi

Filosofi KopiHari Jumat lalu aku memutuskan untuk menonton film Filosofi Kopi. Sebenarnya ada beberapa pertimbangan mengapa aku memilih film ini, dibandingkan Fast & Furious 7. Pertama, Fast & Furious adalah film luar yang menurut kebiasaan, versi bajakannya akan keluar beberapa minggu lagi. Sedangkan Film Indonesia cenderung lebih lama keluar versi bajakannya, dan itu pun dengan kualitas yang tak begitu baik.

Alasan kedua karena aku ingin memajukan Film Indonesia, betapa mulianya, bukan? Jadi ngga apalah nonton bajakan film luar, yang patut diapresiasi kan film-film dalam negeri, biar lebih baik lagi kualitasnya, lebih kreatif, lebih berani ngeluarin modal yang besar. Jadi tidak hanya ngebuat film horror atau komedi berbau seks, atau gabungan ketiganya, horror komedi seks. Agar masyarakat Indonesia bisa bangga terhadap hasil karya Indonesia sendiri, toh, mulai banyak film-film kita yang berkualitas baik, bahkan mampu memenangi banyak penghargaan di luar negeri.

Alasan terakhir dan merupakan alasan utama aku memilih film ini adalah karena film ini merupakan adaptasi buku Dewi Lestari. Salah satu penulis favoritku setelah Pramoedya Ananta Toer. Menonton film yang berasal dari adaptasi cerita pendek yang telah aku baca  jelas jauh membuatku penasaran. Dewi Lestari bagiku tak pernah menghasilkan karya yang mengecewakan, walaupun untuk film ini ia tak banyak mengambil peran penting. Tapi ketika aku menonton film ini penilaianku tetap sama dengan cerita yang ada buku, masih tetap keren, bagus dan berbagai pujian patut aku sematkan untuk film ini. Walaupun sebagian besar cerita jauh berbeda dengan cerita asli di buku, tapi improvisasi jalan ceritanya tetap mampu menghidupkan film ini jauh lebih baik lagi, bahkan telah melampaui ekspektasiku.

Aku benar-benar menikmati jalannya cerita di film ini, begitu sederhana, natural dan kadang kala dibumbui humor segar yang begitu mengena. Sama seperti kopi, film ini terasa manis dengan ujungnya yang pahit (sedih) tapi secara keseluruhan membuat siapa saja yang menontonnya sedikitpun tak merasa ngantuk. Film ini memiliki kafeinnya tersendiri. Bagiku Filosofi Kopi merupakan film adaptasi karya Dewi lestari yang terbaik yang pernah ada. Walaupun aku hanya sempat menonton Rectoverso dan Madre.

Ada satu hal yang patut disayangkan ketika aku menonton film ini. Penonton di bioskop BTC Bandung pada saat itu benar-benar sepi, jika dihitung kurang dari 20 penonton yang ada. Pada awalnya aku sempat merasa heran, kok bisa sesepi ini. Lalu timbullah pemikiran, jangan-jangan filmnya mengecewakan. Sampai akhirnya film usai dan penilaianku itu salah. Film ini adalah salah satu film terbaik Indonesia. Sayangnya, mungkin secara kebetulan film ini harus bersaing dengan Fast & Furious dalam menarik minat penonton. Atau mungkin para masyarakat masih belum begitu mengenal dengan film ini.

Saatnya untuk mencintai dan menghargai film Indonesia dengan menontonnya, agar kedepannya film-film Indonesia menjadi lebih baik lagi, lebih berkualitas. Agar para sineas semakin bersemangat dalam menghasilkan karya. Hidup Film Indonesia

Bandung, 12 April 2015

Sumber Gambar: klik

Tangki Busuk

Sederhananya  aku tipe orang yang simple, tak suka dengan hal yang berbelit-belit atau yang kompleks. Yang lebih suka dengan hal yang sederhana tanpa menuntut siapapun untuk menjadi sempurna.

Kepada semua orangpun aku tak memilih untuk menjadi dekat atau malah semakin erat. Untuk kesan pertama ketika berjumpa orang lain, aku akan bersikap ramah dan welcome kepada siapa saja tanpa memperdulikan fisik atau harta mereka. Jika kita nyambung dan cocok dalam perbincangan yang menghipnotis waktu, atau kita bisa saling terbuka, bersikap lepas tanpa ada kejanggungan diantara kita. Selamat aku akan mengingat dan selalu bersikap welcome dengan anda.

Jika kita masih berada dalam suatu tembok yang memisahkan, aku akan terus menerima kapan dinding itu akan runtuh, tapi aku tak akan mencoba menghancurkan dinding yang menghalangi kita. Karena dinding itu anda yang membuat, maka tak sepantasnya aku memaksa untuk menghancurkannya. Aku tak akan memasuki zona penghalang yang engkau buat sampai kapanpun itu.

Berteman atau berada didekatku, aku akan berusaha membuat nyaman diri anda. Seakan kita memiliki satu jiwa. Senyum dan tawa kan coba kuhadirkan gratis untuk anda, sebagai tanda terima kasih telah mengalirkan energy dalam hari-hariku.  Bila sudah sampai tahap ini, ketika anda memaki dan menggunjingkanku, aku akan tetap tersenyum dengan anda. Tak usah kawatir hal yang anda lakukkan hanya saya anggap angin yang meyejukkanku, sebuah guyonan untuk menghabiskan waktu dihari-hari yang menjemukan.

Lanjutkan membaca “Tangki Busuk”