COP 21 dan Tantangan Perubahan Iklim di Indonesia

Cop 21 ParisPada penghujung Konferensi Perubahan iklim tahun 2012 di Doha, Qatar, menghasilkan keputusan yang mencengangkan publik dunia. Ini karena, negara maju yang menjadi penghasil karbon terbesar justru menyatakan keluar dari keanggotaan Protokol Kyoto. Ialah Amerika Serikat dan Tiongkok. Lalu disusul oleh Kanada. Sementara tiga negara maju lainnya Rusia, Jepang dan Selandia Baru memutuskan untuk menjadi anggota Protok Kyoto, namun tidak berkomitmen untuk menurunkan emisi.

Para negara maju berkeinginan, fokus tuntutan untuk mengurangi emisi sebesar 29 % tidak saja dibebankan kepada negara maju, namun juga disandang bersama dengan negara berkembang. Menurutnya, tidak adil jika negara kami harus mengganti alat produksi menjadi lebih ramah lingkungan dengan harga yang mahal dan mengakibatkan industri negara kami tidak kompetitif. Amerika berdalih, meratifikasi Protokol Kyoto jelas akan mengganggu perekonomian negara. Continue reading “COP 21 dan Tantangan Perubahan Iklim di Indonesia”

Iklan

Kabut Asap dan Pemerintah yang Tidak Bisa Move On

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) membentang poster di depan patung 'Selamat Datang' yang telah dipasangi masker pelindung pernapasan saat menggelar aksi Peduli Bencana Kabut Asap di Pekanbaru, Riau, Jumat (4/9)Dulu saya merasa bergembira ketika kabut asap pekat menghampiri kota tempat tinggal saya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Itu berarti sekolah akan memulangkan kami lebih cepat dari jadwal pulang. Jika situasi makin parah, maka dinas pendidikan setempat akan mengambil kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu hingga dua hari. Tentunya tak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan libur sekolah. Walaupun itu harus ditukar dengan menghirup pekatnya asap yang membuat pusing kepala dan batuk-batuk yang tak berkesudahan.

Itu dulu, ketika lingkar otak saya masih berukuran mini. Sekarang setelah enam tahun lulus dari masa SMA, kejadian kabut asap masih saja menghampiri kota kami setiap musim kemarau tiba. Seolah-olah di Kalimantan telah terjadi tiga tipe musim di setiap tahunnya, musim hujan, musim kemarau dan musim kabut asap.

Sudah puluhan tahun perihal kabut asap ini selalu datang dan pergi. 18 tahun tepatnya dan pemerintah seakan baru melihat kejadian ini kemarin sore. Seakan telah menjadi dagelan yang tak lucu sama sekali. Kami seperti diminta untuk pasrah menghirup asap-asap sehingga udara kota menjadi bersih, dianggapnya paru-paru kami ini seperti AC dengan teknologi inverter rupanya. Continue reading “Kabut Asap dan Pemerintah yang Tidak Bisa Move On”

Aksi Sederhana untuk Bumi

(Refleksi Hari Lingkungan Hidup Sedunia)

World-Environment-Day-2014Hari lingkungan hidup diperingati pada tanggal 5 Juni disetiap tahunnya. Sejak digelar pada tahun 1972, hari lingkungan menjadi media bagi PBB melalui UNEP (The United Nations Environment Program) sebagai sarana mengampanyekan akan pentingnya kelestarian lingkungan, serta berupaya untuk mengubah kebiasaan hidup manusia yang bertentangan dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

Pada tahun 2015 ini perayaan hari lingkungan hidup mengangkat tema Seven Billion Dreams. One Planet. Consume with Care. Yang memiliki arti tujuh miliar manusia dengan berbagai mimpi, tinggal dalam satu-satunya planet yang dapat dihuni, dan berupaya merubah pola konsumsi agar labih perduli lingkungan. Continue reading “Aksi Sederhana untuk Bumi”

Menjadi Seorang Paman

IMG_20150401_2219031 April, ketika media sosial dipenuhi dengan perayaan april mop. Aku tak memperdulikannya dan tak juga aku mengikutinya. yang jelas, hari ini aku merasa bahagia, dikarenakan aku telah menjadi seorang paman. Aku memiliki keponakan laki-laki yang imut. Walaupun rasa sedih ada ketika aku tak bisa melihatnya langsung, menggendongnya, memeluknya, mengelus pipinya. Tapi, lewat foto aku sudah merasa bahagia.

Terima kasih Tuhan, telah melahirkan anak dari kakaku dan telah menguatkan janinnya hingga sembilan bulan lamanya, menjaganya lalu dihari ini engkau mengirimkan anugerah melalui seorang bayi yang lahir normal tanpa cacat. Terima kasih Tuhan, engkau telah menghadirkan kebahagiaan kepada keluarga kecil kakakku dan juga pastinya menjadi kebahagiaan keluarga besar kami dan untuk siapapun yang melihat imut dan manisnya bayi itu.

Dikejauhan tempat aku berada, aku hanya berdoa semoga bayi itu diberikan kesehatan dan kemulian ketika hadir di dunia ini. Mungkin itu saja yang bisa pamanmu katakan untuk menyambut kehadiranmu di dunia ini. Tak banyak kata-kata yang bisa aku rangkai, tak besar juga usahaku untuk bertemu denganmu. Aku tak berharap banyak, semoga aku bisa bertemu denganmu ketika masa liburan nanti. Dan membandingan ketampanan yang kita miliki. 😀

Bandung, 1 April 2015