Hoax, Minat Baca dan Clicking Monkey

Tulisan ini telah dimuat di media online jejakrekam.com Rabu, 11 Juli 2018, tulisan-tulisan lama saya yang gagal termuat dalam harian cetak saya putuskan untuk mengirimkannya ke media online, karena saya menginginkan tulisan saya ingin tetap dibaca oleh banyak orang dan tentunya sembari terus melakukan perbaikan. 

***

HoaxSetidaknya ada dua hal yang harus diwaspadai di dunia maya saat ini, yaitu berkata bohong (Hoax) dan ujaran dengan kebencian (hate speech). Dalam kasus Hoax, hal yang paling berbahaya adalah ketika informasi yang tidak benar menjadi alat pemecah belah keragaman masyarakat Indonesia. Hoax menjadi isu hangat saat ini ketika oknum tertentu memanfaatkan melimpahnya arus informasi untuk menyebarkan kebohongan, kebencian, bahkan fitnah di dunia maya.

Berita hoax ini pun makin meningkat karena masyarakat kita kehilangan tradisi tabayyun atau mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Hal ini ditambah dengan fakta bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Berdasarkan hasil survei Unesco pada tahun 2011, tingkat minat baca masyarakat hanya 0,001. Hal ini berarti hanya ada satu dari seribu orang yang memiliki minat serius dalam membaca.

Kajian lainnya dari Central Connecticut State University pada  tahun 2016 mengenai World’s Most Literate Nations, dimana tingkat literasi masyarakat Indoensia berada di urutan 60 dari 61 negara. Indonesia hanya berada satu tingkat di atas Botswana, negara kecil di Benua Afrika yang berpenduduk 2,1 juta jiwa. Continue reading “Hoax, Minat Baca dan Clicking Monkey”

Iklan

Melaju Bersama Mobil Listrik

Tulisan ini telah dimuat di surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Rabu, 9 Mei 2018. Merupakan pandangan saya terhadap pengembangan mobil listrik, sebagai upaya dalam pengurangan emisi kendaraan bermotor.

***

mobil listrikMasalah lingkungan telah menjadi isu menarik yang selalu diangkat dalam forum-forum global. Terutama dalam hal pemanasan global, Indonesia memiliki target untuk menurunkan 26% gas rumah kaca pada tahun 2020. Sebuah angka penurunan yang terbilang besar, mengingat kondisi saat ini, kita begitu sangat tergantung akan bahan bakar fosil dalam pemenuhan energi.

Dalam proyek pembangkit listrik 35.000 MW misalnya, dominasi ada pada pembangkit listrik tenaga uap yang berbahan bakar batubara. Merupakan sumber bahan bakar yang sangat besar dalam melepaskan karbon ke udara. Begitupun di sektor transportasi, terutama pada kendaraan pribadi, kita tidak bisa lepas pada ketergantungan akan bahan bakar minyak (BBM).

Upaya pemerintah dalam diversifikasi energi dengan pemakaian gas dan bahan bakar nabati tidak berjalan secara maksimal. Lalu akankah target pemerintah untuk menurunkan gas rumah kaca menjadi hanya menjadi janji kosong belaka? Tentu tidak, segala upaya tetap digiatkan untuk mengurangi ketergantungan kita dengan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui ini. Continue reading “Melaju Bersama Mobil Listrik”

Efek Korupsi dan Peran Kita

Tulisan ini telah dimuat di surat kabar harian Radar Banjarmasin edisi Jumat, 13 April 2018. Merupakan pandangan saya terhadap maraknya korupsi di negara dan efek yang ditimbulkan baik dari sisi psikologis dan lainnya.

anti_corruption_by_edwiniwde-d4pemst

Hampir tidak habisnya berita mengenai KPK yang melakukan OTT kepada kepala daerah dan pejabat pemerintah. Kerja KPK kini tidak hanya menciduk pejabat-pejabat di Jakarta. Kini wilayah jelajahnya hingga ke level daerah. Pejabat daerah yang selama ini merasa aman hidup ‘berdampingan’ dengan oknum aparat penegak hukum, saat ini mulai was-was.

OTT KPK tak dapat diprediksi, waktu pertemuan dengan klien mungkin saja sudah dipantau, ruang gerak oknum pejabat korup mulai terasa sempit. Hingga Ketua MPR, Zulkifli Hasan sempat khawatir jika KPK terus melakukan operasinya, melakukan OTT kepada pejabat dan kepala daerah, maka suatu saat nanti semua pejabat akan habis menjadi tahanan KPK.

Sebuah kekhawatiran yang dangkal. Jika banyak pejabat korup, serakah, dan tak perduli dengan nasib rakyat untuk apa dipertahankan. Mengapa takut kehabisan pejabat yang mau mengurusi negeri ini. Sedangkan, setiap lima tahun sekali kita memilih pemimpin kita secara langsung melalui demokrasi yang kita banggakan.

Sebagian besar rakyat berpikir bahwa demokrasi adalah jalan keluar untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin yang unggul. Tetapi, sudah empat kali pemilu dan ratusan pilkada yang digelar secara langsung, melibatkan partisipasi seluruh rakyat, kucuran dana yang besar, dan sampai saat ini masih saja korupsi menjadi penyakit yang seakan masih belum ada obatnya.  Continue reading “Efek Korupsi dan Peran Kita”

Sampah Plastik yang Berumur Panjang di Laut

sampah lautSudah sejak lama kota kita mengemban city branding sebagai Kota Seribu Sungai. Walaupun jika dihitung secara kuantitas jumlah sungai dan anak sungai yang mengaliri kota ini tak mencapai angka seribu. Apalagi pada saat ini sungai-sungai di Kota Banjarmasin mengalami banyak permasalahan seperti: pendangkalan, kualitas air sungai yang menurun dari waktu ke waktu, hilangnya sungai/anak sungai akibat bangunan atau lahan permukiman, tidak lancarnya aliran sungai akibat tumpukan sampah maupun lumpur, dan longsornya tebing sungai.

Sudah banyak penulis yang mengkritisi permasalahan ini dengan berbagai sudut pandang dan solusi deskriptif untuk mengatasi permasalahan ini. Pada kesempatan ini, penulis ingin lebih dalam membahas mengenai sampah plastik yang sering kali terlihat mengalir di sungai-sungai di Kota Banjarmasin. Jumlahnya mungkin tidak terlalu banyak, bergabung dengan tumbuhan air, potongan kayu dan bambu yang mengalir menuju hilir dan bermuara ke laut. Permasalahannya sampah plastik tersebut akan berumur panjang, bahkan mungkin lebih panjang dari umur kita.

Pada awalnya sampah-sampah, terutama sampah plastik yang terdapat di sungai karena prilaku masyarakat yang masih membuang sampah mereka dengan sembarangan. Hal ini menjadi indikasi bahwa masih buruknya tata kelola sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat akan sampah di wilayah ini, baik itu di kota maupun wilayah hulu aliran sungai.  Continue reading “Sampah Plastik yang Berumur Panjang di Laut”

Transportasi Online, Apakah Perlu Dilarang?

Tulisan ini telah dimuat di media online jejakrekam.com Kamis, tanggal 28 Juni 2018, tulisan-tulisan lama saya yang gagal termuat dalam harian cetak saya putuskan untuk mengirimkannya ke media online, karena saya menginginkan tulisan saya ingin tetap dibaca oleh banyak orang dan tentunya sembari terus melakukan perbaikan. 
transpol***

Keberadaan transportasi berbasis online masih mengalami penolakan keras di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di daerah kita.  Pada awal Januari ini terjadi kejadian yang  terekam dalam video dan viral di media sosial, memperlihatkan sekelompok orang sedang mengejar seorang yang diduga pengemudi taksi online di area sekitar Bandara Syamsuddin Noor.

Walaupun sebelumnya telah terjadi kesepakatan bahwa taksi online boleh mengantarkan penumpang ke bandara, tetapi tak boleh mengangkut penumpang dari bandara. Tetapi tetap saja para pengemudi taksi konvensional masih waspada terhadap oknum pengemudi taksi online yang nakal dan nekat untuk menarik penumpang. Ditambah lagi, penghasilan mereka yang terus menurun semenjak hadirnya angkutan online ini.

Hal inilah yang mendasari kejadian beberapa hari yang lalu, sikap curiga para sopir taksi ini membuat mereka terkadang tidak rasional dalam bertindak. Melihat gelagat pengemudi mobil yang mencurigakan, mereka langsung mengambil tindakan yang cenderung represif. Pada akhirnya, seorang yang mereka curigai, mereka kejar seperti ingin menghakimi pelaku kriminal, padahal ia hanya ingin menjemput keluarganya. Akibatnya banyak komentar di media sosial yang takut dikira sopir taksi online ketika menjemput kerabat atau keluarga di bandara. Continue reading “Transportasi Online, Apakah Perlu Dilarang?”

Menyongsong Metropolitan Baru, Banjar Bakula

Tulisan ini telah dimuat di surat kabar harian Radar Banjarmasin edisi Rabu, 22 November 2017. Berisi pandangan saya mengenai rencana pembangunan metropolitan baru ke sembilan di Kalimantan Selatan yang bernama BanjarBakula. 

***

Kota metropolitanKota Metropolitan Banjar Bakula telah menjadi pembicaraan hangat beberapa tahun terakhir. Berbagai infrastruktur telah mulai dibangun untuk menunjang kawasan strategis ini nantinya.

Isu kota metropolitan Banjar Bakula ini kembali menghangat ketika diangkat menjadi tema Seminar Nasional ke III Teknik Lingkungan dengan tema Menyongsong Metro City ke sembilan Indonesia, Sabtu (4/11) yang lalu. Setidaknya banyak yang didapatkan atas berkumpulannya berbagai stakeholder di acara ini. Seperti perkembangan infrastruktur yang terbangun dan potensi yang dapat diraih masyarakat di Kalimantan Selatan atas lahirnya kota metropolitan ke sembilan di Indonesia ini.

Kawasan Banjar Bakula sendiri telah tertuang dalam PP No. 13 Tahun 2017 tentang Perubahan atas  Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional pada Lampiran X Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarbakula ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional.

Dalama hal ini kota Banjar Bakula meliputi kurang lebih 10% dari luas total wilayah Kalimantan Selatan dan menampung sekitar 52,73% jumlah penduduk Kalimantan Selatan. Pembentukan kota Banjar Bakula ini sebagai jawaban untuk mengurangi kepadatan penduduk di Kota Banjarmasin dan berupaya untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru dengan sesuai fungsi dan perannya. Seperti pengembangan industri, peternakan, pertanian, pariwisata, hiburan, dan pendidikan  Continue reading “Menyongsong Metropolitan Baru, Banjar Bakula”

Mengapa Garam Bisa Langka

Tulisan ini telah dimuat di surat kabar harian Radar Banjarmasin edisi Senin, 21 Agustus 2017. Berisi pandangan saya mengenai kelangkaan garam yang sempat terjadi di Indonesia dengan ironi bahwa negera ini memiliki luas pesisir terbesar kedua di dunia. 

***

Petani-GaramNegara kita adalah negara yang kaya. Negara kepulauan terbesar di dunia, dengan luas laut mencapai 5,3 juta km persegi dan panjang pesisir pantai lebih dari 99.000 km, menjadikan negara ini memiliki garis pantai kedua terpanjang di dunia. Ditambah lagi negara ini berada di wilayah khatulistiwa sehingga mendapatkan penyinaran matahari terbaik sepanjang tahun. Bentang alam yang demikian luas dan kaya, mustahil bagi Indonesia mengalami kelangkaan garam.

Hal inilah yang acapkali saya baca melalui status di dunia maya mengenai fenomena kelangkaan garam yang terjadi saat ini. Seolah-olah terdapat korelasi yang erat antara luasnya lautan dan panjang pesisir pantai dengan produksi garam nasional. Sebagian besar dari kita mungkin akan berpikiran bahwa semua pesisir pantai dapat memproduksi garam. Tinggal tampung air laut, lalu tunggu hingga menguap dengan bantuan matahari, maka tak lama akan terendap kristal-kristal garam yang siap untuk dipanen.

Permasalahan Produksi

Kenyataan yang terjadi tidak sepenuhnya demikian. Kelangkaan garam yang terjadi saat ini hingga menyebabkan melambungnya harga hingga tiga kali lipat disebabkan oleh banyak hal. Penyebab utamanya adalah karena terjadinya banyak gagal panen sejak tahun 2016 silam. La nina yang menyebabkan musim kemarau basah, curah hujan tinggi menggangu penguapan garam, sehingga terjadi penurunan produksi.  Continue reading “Mengapa Garam Bisa Langka”