Untitled

Mungkin ini adalah salah satu pemaksaaan dalam hidup ini, sudah terlampau lama aku tidak menulis dengan gayaku sendiri. Selama ini aku membaca terlalu banyak data, sehingga ingin semua informasi itu aku masukan. Hingga aku lupa, dimana batas antara referensi dan tulisan yang aku buat sendiri. Aku seakan membuat skripsi, memindahkan data ke dalam sebuah tulisan yang berlaga ilmiah tetapi miskin sekali keingintahuan. Ya pembaca tak ingin tahu apa yang aku tulis, aku seperti melukis sebuah benda yang kaku, tak ada keindahan, tak menarik untuk diperhatikan.

Banyak data yang aku sajikan, tetapi semua itu berisi kekosongan, mungkin saat ini semua orang muak akan data. Seakan data dapat diproduksi siapa saja, semua orang berbicara berdasarkan data dan fakta, tanpa pernah kita sadari bahwa hal itu benar-benar nyata atau sekedar kenyataan yang dibuat-dibuat tak ubahnya variabel statistik yang membuang data-data outlier yang akan merusak kurva linier atau eksponensial.

Aku tak menyebut data saat ini merupakan dusta atau fakta yang diambil dari sebuah sudut pandang tertentu. Semua bisa mengaku kebenaran, berasal dari sumber valid, tetapi semua orang mengakui telah mengetahui sebuah fakta, telah membaca sederet data, hingga tak mempercayai fakta yang bersebrangan, tak ingin tahu data versi lainnya.

Sehingga di titik ini, mungkin semua orang muak dengan data, tak peduli akan sederet angka hasil formulasi, lelah untuk membaca barisan informasi dari sumber ini dan itu. Aku pun demikian, telah sekian lama aku membaca fakta-fakta, tetapi semakin membaca aku semakin malas untuk menuliskannya. Seperti meminum air laut, semakin diminum semakin haus. Semakin aku menyisihkan data, semakin data itu seperti menjadi sampah. Sehingga di suatu titik aku enggan untuk kembali lagi mengais sampah itu.

Aku tetap berusaha menulis sesuai fakta, berdasarkan data, berdasarkan referensi yang valid tetapi aku tak ingin lagi terperdaya sehingga aku takut untuk menulis seperti gayaku. Kemarin aku merasa, untuk membuat tulisan yang bagus harus berasal dari bahan-bahan yang terbaik, tetapi ternyata aku salah, semakin aku mencari yang terbaik, aku semakin masuk ke dalam labirin yang menyesatkan diriku sendiri, sehingga aku lelah untuk memulainya.

Aku berusaha untuk melepaskan ini semua, walaupun menulis bukan lagi sesuatu yang menarik lagi ketika semua orang bercerita langsung melalui video. Tetapi menulis bagiku masih memiliki magnet sendiri yang membuat kita larut, hanyut, dan tenggelam pada suatu momentum yang membuat waktu seakan berhenti dan berlari begitu cepat di waktu yang sama.

Ya aku tidak peduli, menarik atau tidak tulisan yang aku posting ini.

Palmerah, 29 Maret 2019.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s