Melaju Bersama Mobil Listrik

Tulisan ini telah dimuat di surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Rabu, 9 Mei 2018. Merupakan pandangan saya terhadap pengembangan mobil listrik, sebagai upaya dalam pengurangan emisi kendaraan bermotor.

***

mobil listrikMasalah lingkungan telah menjadi isu menarik yang selalu diangkat dalam forum-forum global. Terutama dalam hal pemanasan global, Indonesia memiliki target untuk menurunkan 26% gas rumah kaca pada tahun 2020. Sebuah angka penurunan yang terbilang besar, mengingat kondisi saat ini, kita begitu sangat tergantung akan bahan bakar fosil dalam pemenuhan energi.

Dalam proyek pembangkit listrik 35.000 MW misalnya, dominasi ada pada pembangkit listrik tenaga uap yang berbahan bakar batubara. Merupakan sumber bahan bakar yang sangat besar dalam melepaskan karbon ke udara. Begitupun di sektor transportasi, terutama pada kendaraan pribadi, kita tidak bisa lepas pada ketergantungan akan bahan bakar minyak (BBM).

Upaya pemerintah dalam diversifikasi energi dengan pemakaian gas dan bahan bakar nabati tidak berjalan secara maksimal. Lalu akankah target pemerintah untuk menurunkan gas rumah kaca menjadi hanya menjadi janji kosong belaka? Tentu tidak, segala upaya tetap digiatkan untuk mengurangi ketergantungan kita dengan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui ini.

Pembangunan pembangkit listrik terbarukan seperti air, angin, matahari, dan geothermal, merupakan upaya jangka panjang dalam mendukung pengentasan pemanasan global saat ini. Begitupun pada moda transportasi, pemerintah telah membuka kran yang lebar untuk pengembangan kendaraan berbasis hybrid, gas dan listrik.

Pada kesempatan kali ini, penulis bertitik berat terhadap pengembangan mobil listrik dalam upaya mengatasi permasalahan lingkungan. Terutama dalam upaya penurunan emisi karbon yang selama ini menjadi keluaran utama kendaraan berbahan bakar minyak.

Mobil listrik kini mencuat sebagai kendaraan masa depan, terutama ketika tesla motor sukses dalam penjualan mobil listriknya. Beberapa keunggulan mobil listrik jauh di atas dari mobil konvensional, membuat masyarakat mulai melirik untuk memiliki kendaraan yang sarat tekonolgi tinggi ini.

Keunggulan Mobil Listrik

Keunggulan utama mobil listrik tentunya adalah minimnya emisi yang dihasilkan bahkan mendekati nol emisi. Hal ini dikarenakan tidak terjadi proses pembakaran bahan bakar dalam mesin, sumber energi berasal dari baterai yang telah diisi sebelumnya. Emisi gas buang berupa hidrokarbon, karbonmonoksida, nitrogen oksida dan partikulat yang selama ini memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia, dapat menurun dengan drastis ketika mobil listrik dapat menggantikan mobil konvensional. Polusi udara di perkotaan tentunya akan berkurang dan udara menjadi lebih segar.

Di samping itu, mobil listrik memiliki keunggulan dengan tingkat kebisingan yang rendah. Saat ini di jalan padat perkotaan tingkat kebisingan mencapai 90 desibel, hal ini dapat berdampak pada gangguan pendengaran, fisiologis, psikologis, bahkan ketulian, maka dengan mobil listrik kebisingan akan berkurang karena kerja mesin tidak terlalu berisik dibandingkan mobil konvensional apalagi yang telah berusia tua.

Mobil listrik juga dinilai tidak membutuhkan banyak perawatan, tidak memerlukan pergantian pelumas atau suku cadang tertentu. Tentunya mobil jenis ini memiliki fitur –fitur modern yang menambah prestige bagi pengguna di zaman millineal ini dan pastinya fitur-fitur tersebut meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi penggunanya.

Dan terakhir, mobil listrik memiliki biaya penggunaan energi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar minyak. Nilai efesiensinya bahkan mencapai empat kali lebih murah dan pada saat terjadi kemacetan, penggunaan energi mobil listrik jauh lebih irit. Tentunya kendaraan ini sangat cocok pada kondisi jalan di kota besar yang cenderung padat.

Hal yang Perlu Dibenahi

Akan tetapi diantara kelebihan dari mobil listrik, tentunya memiliki kekurangan yang perlu dibenahi seiring proses pengembangan yang terus berlanjut. Contohnya dalam keunggulan mobil listrik yang relatif tidak bising, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan karena pengemudi kurang menyadari keberadaan mobil listrik di dekat mereka.

Selanjutnya, Indonesia memerlukan infrastruktur yang handal dalam kelistrikan karena pengisian baterai membutuhkan daya listrik yang tinggi, sehingga tentunya akan meningkatkan konsumsi dan daya listrik pada sektor rumah tangga.

Di samping itu, masalah terbesar mobil listrik adalah baterai. Inilah yang menyebabkan perkembangan mobil listrik cenderung lambat. Menurut Pekik Argo Dahono (2012) rapat energi (energi per satuan berat) dari baterai masih jauh lebih rendah dibandingkan BBM. Akibatnya, untuk berat atau volume yang sama, satu tangki BBM mengandung energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan baterai. Untuk mengisi baterai mobil biasanya memerlukan waktu 5-6 jam dan hanya mampu menempuh jarak sekitar 100 kilometer. Adapun untuk mengisi penuh satu tangki BBM, hanya perlu waktu sekitar 10 menit dan bisa menempuh jarak sampai 500 kilometer.

Berat dan volume baterai mobil juga ikut mempengaruhi pada daya tempuh mobil. Semakin berat baterai yang dibawa, semakin menurunkan efesiensi jarak tempuh yang dicapai. Perlu juga memperhatikan potensi gagal produksi pada baterai, karena ini merupakan komponen yang vital, seperti baterai handphone yang memiliki potensi meledak, baterai pada mobil listrik mungkin saja akan mengalami hal yang sama, dan tentunya akan lebih berbahaya bagi pengguna dengan ukuran penyimpanan energi dalam baterai yang sangat besar.

Komponen dan kandungan baterai saat inilah yang menjadi fokus pengembangan dalam mobil listrik. Tercatat pada saat ini, baterai jenis lithium-ion lah yang memiliki rapat jenis yang besar, tetapi sayangnya bahan baku, berupa rare  earth dominan hanya berada di dataran Tiongkok. Sehingga Jepang enggan untuk mengembangkan baterai jenis ini dan lebih berfokus mengembangkan baterai berbasis hydrogen cell. Adapula superkapasitor yang digadang menjadi jeroan isi dari baterai mobil listrik, tetapi pengembangannya masih sangat rahasia.

Dan tak banyak didengar, adapula baterai yang berasal dari sodium. Baterai ini menggunakan air laut sebagai bahan penghubung katode, ditemukan oleh ilmuwan Jordania, Dr. Rana Mohtadi. Penelitian terus berkembang untuk menemukan baterai mobil listrik yang efektif dan efesien, karena baterai merupakan jiwa dari mobil listrik. Bagaimana tempat penyimpanan energi listrik pada suatu mobil, hal itulah yang akan menentukan sejauh mana mobil akan melaju.

Selanjutnya yang menjadi titik balik dari ini semua, adalah masalah pembangkit listrik. Mobil listrik tidak memiliki emisi gas buang kendaraan, tetapi listrik yang digunakan merupakan hasil dari kerja pembangkit listrik. Jika pembangkit menggunakan minyak bumi atau batubara maka emisi yang dihasilkan hanya sekedar bertukar, dari yang dikeluarkan dari knalpot mobil beralih ke cerobong pembangkit. Walaupun perhitungan detailnya emisi yang dikeluarkan memang jauh berkurang jika menggunakan mobil listrik.

Kedepan diharapkan pembangkit listrik yang negara ini gunakan dapat optimal menggunakan energi yang dapat diperbarukan, seperti kondisi negara-negara maju saat ini yang mulai berfokus pengembangan solar cell, sebagai sumber energi mereka.

Terakhir, hal ini perlu kita garis bawahi bersama, bahwa keberadaan mobil listrik bukanlah solusi untuk masalah kemacetan. Bahkan kehadiran mobil listrik akan menambah kemacetan yang telah ada. Maka perlu solusi lain untuk memecahkan masalah kemacetan ini. Mobil listrik hadir dan lahir sebagai upaya bersama untuk menanggulangi emisi gas buang kendaraan yang selama ini mengotori udara di kota-kota besar.

Sumber gambar: Klik

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s