Dunia tanpa Suara

Rasanya benar-benar enggan untuk meninggalkan dunia menulis sementara waktu. Besar keinginan untuk terus menulis di blog ini, walaupun hanya tulisan pendek tanpa makna.

Aku membayangkan sebuah dunia yang tak ada suara. Segala hal dilakukan dengan jalan menulis. Percakapan pendek, memesan makanan di cafe, mengajar di depan kelas, mendukung klub sepak bola. Semua itu dilakukan dengan tulisan. Tanpa ada kata yang terucap, tak ada umpatan dan makian yang terdengar kasar, semua dunia begitu tenang.

Tetapi dari semua itu aku melihat begitu banyak tulisan yang berhamburkan. Membuat mata ini bingung, tulisan mana yang layak dibaca dan mana yang sama sekali tak perlu untuk ditengok. Begitu banyak arus informasi yang datang, perhatian terpecah oleh banyak hal.

Seseorang yang dulunya begitu banyak omong, menjadi banyak menulis. Membagikan apa saja, tak perduli benar atau salah. Baginya kunci sukses adalah menonjol dari yang lainnya. Dia tak mengetahui, bahwa dia sukses terlihat bodoh di mata orang lain.

Dan tak lama kebosanan pun datang. Semua orang enggan membaca, mematikan handphone mereka, televisi, laptop bahkan menutup kotak surat di depan rumah. Semua orang bosan membaca dan merindukan untuk mendengar suara. Dan selanjutnya segala hal terulang kembali, dan kembali.

Iklan

3 thoughts on “Dunia tanpa Suara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s