Agama Lahir dari Keheningan

kelahiran agamaAku memalai tulisan ini dengan Bismillah. Menyandarkan semua kebenaran tulisan ini kepada Allah dan mengakui segala kekeliruan yang seandainya ada berasal dari diriku yang begitu bodoh ini. Ada suatu hal yang menggelitik diriku ketika aku merenung.

Aku mengingat cerit-cerita masa kecilku tentang nabi dan rasul. Betapa ketika mereka menerima perintah atau wahyu dengan penuh kedamaian dan keheningan. Nabi Muhammad menerima wahyu pertama untuk mengikuti ucapan Jibril ketika ia sedang menyendiri di Goa Hira. Meninggalkan hiruk pikuk dunia, dan pulang dengan begitu gemetar serta berkeringat membuat bingung istrinya. Nabi Musa pun demikian, ia menerima wahyu pertama ketika berada di Gunung Sinai yang begitu sepi di malam hari. Ia bercakap dengan Tuhan, dan meminta untuk menengok bagaimana rupa Tuhan, yang mana gunung pun tak mampu untuk bertahan ketika diperlihatkan.

Mungkin di agama lain pun sama demikian. Agama lahir dalam keheningan, dalam kesyahduan, dalam kedamaian. Tapi entah mengapa sekarang hal itu seperti jauh berbeda. Aku mungkin seseorang yang bodoh dalam beragama, senantiasa bermaksiat dan senantiasa melanggar perintah-Nya. Tetapi aku merasa ada suatu hal yang aneh saat ini. Ketika agama yang merupakan tonggak untuk menjaga prilaku dan derajat kita sebagai manusia, kini menjadi muasal berbagai kekacauan yang terjadi di bumi ini.

Mendapati kenyataan, bom bunuh diri yang beberapa waktu lalu terjadi. Agama apa yang mengajarkan membunuh kepada sesama. Dengan alasan menegakkan agama, ia menodai agama mereka sendiri, membuat kekacauan, lalu menghilangkan nyawanya sendiri sampai begitu yakin ia akan diterima Tuhan di surga sana. Apakah surga menerima orang yang membuat kerusakan atas kedamaian yang terjadi di bumi ini?

Di belahan dunia lain, dikarenakan ia memiliki perbedaan dalam beribadah. Sekelompok orang dengan begitu mudahnya melabeli siapa saja yang berbeda dengan sesuatu yang begitu menyakitkan. Ini sesat, itu harus diusir, hal itu harus diberangus, hal ini harus dihilangkan. Hingga pada akhirnya, agama menjadi alasan untuk saling bertikai.

Di masa lampau dengan alasan menegakan agama, sekelompok masa membantai orang-orang yang dianggap tak beragama. Mereka menyiksa, membunuh, memperkosa, menikmati segala jeritan manusia-manusia yang meminta kasihani. Agama kah yang mengajarkan hal ini. Atau agama menjadi alat untuk membenarkan semua ini.

Agama lahir dalam keheningan, dalam kedamaian yang dirasakan pertama kali oleh para nabi dan rasul. Lantas mengapa kita yang menjalankan agama merasa paling benar dan paling suci untuk merusak kedamaian itu. Untuk menciptakan kekacauan, menumbuhkan kekejian dengan begitu bangga merasa telah mengibarkan panji-panji agama. Merasa telah melakukan apa yang diinginkan junjungan rasul kita.

Lantas apakah agama akan tegak dengan adu kekuatan seperti ini. Atau suatu saat, bumi ini akan hancur bukan karena meteor atau bencana alam. Tetapi karena agama, karena semua orang merasa paling benar dan suci untuk melakukan segala hal atas nama agama yang ia anut.

Bandung, 18 April 2016

Sumber Foto: Klik

Iklan

One thought on “Agama Lahir dari Keheningan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s