Selfie Menawan di Mata Air Subang  

IMG_20160224_150628Ketika beberapa tahun yang lalu, Warga Bandung dan sekitarnya dihebohkan dengan berselfie di Tebing Keraton dengan latar hutan dan lembah yang ada di bawahnya. Kesejukan, lukisan hijau, hingga kabut tipis yang begitu menenangkan akan membuat siapa saja ingin pergi ke tebing ini. Jadilah ketika weekend tiba, Tebing Keraton penuh didatangi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tak perduli akses menuju ke sana sangat buruk jalannya.

Tak lama perubahan besar terjadi, jalanan yang dulunya rusak kini perlahan diperbaiki, hanya sedikit jalan yang masih rusak. Fasilitas umum pun berdiri di tempat ini, toilet umum, menara pandang, pagar pengaman, semua tercipta untuk menambah kenyamanan.

Tak jauh dari Tebing Keraton, terdapat sebuah kafe dengan view alam yang tak jauh berbeda dengan Tebing Keraton. Kafe D’Pakar, kafe yang dulunya tak memiliki papan pengenal ini selalu penuh dikunjungi wisatawan, hingga kini, dengan banyak perubahan dan perbaikan, pengunjung masih saja membludak ketika sore hari dan bersiap-siap mendapatkan waiting list.

Entah mengapa, Bandung yang memiliki banyak potensi wisata ini seakan kekurangan wisata. Setiap ada tempat baru yang muncul dan tereksplore, selalu saja dipenuhi oleh pengunjung. Ketika beberapa waktu lalu heboh dengan wisata alam dengan latar pegunungan, kini sepertinya minat berganti dengan wisata mata air.

Salah satu yang sedang hits, letaknya tak jauh dari Bandung, tepatnya di Kota Subang adalah mata air cipondok—ada yang menyebutnya kasumber. Aku tak tahu pasti nama mata air ini, yang jelas mata air ini berjarak sangat dekat dengan pabrik air minum kemasan yang terkenal itu, Aqua. Sehingga banyak yang menganggap bahwa mata air ini merupakan sumber mata air aqua.

Mungkin terlalu berlebihan tapi kenyataan yang ada, mata air ini memanglah sangat jernih. Ditambah lagi dengan bebatuan sungai yang ada di bawahnya, menjadikan kolam mata air ini seperti kristal yang memantulkan cahaya matahari. Kolam mata air ini tidak terlalu luas, mungkin hanya sebesar 20 x 15 meter dan keindahan di permukaan mata air pun terkesan biasa saja. Pesona sesungguhnya adalah ketika kita menyelam dan berselfie di kolam mata air ini, sungguh seperti menyelam di danau berair jernih alami di tengah hutan yang tak terjamah oleh manusia.

IMG_20160224_151210
Kalau kolam sepi, selfie pun enjoy

Mungkin aku tak bisa merangkai kata dengan baik untuk mendeskripsikan tempat ini, tetapi menurut penilaianku ini adalah tempat yang sangat rekomended untuk berenang, bahkan mengalahkan sensasi berenang di hotel berbintang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tiket masuk

Tak ada pungutan masuk ketika memasuki mata air ini. Kita hanya dipungut parkir kendaraan sebesar 2000 rupiah. Ketika pertama kali datang aku sempat heran, mengapa di tempat yang indah ini, dan berpotensi menjadi wisata alam yang menjadi hits tak dipungut biaya sepeser pun, tetapi tentu saja aku bersyukur, masih ada wisata gratis yang bagus.

Sebagai informasi, yang ingin pergi ke tempat ini. Dianjurkan untuk tidak ke tempat ini ketika week end. Pengalaman pertama ke tempat ini ketika weekend, penuh sekali oleh pengujung, kolam yang terbilang kecil ini dipenuhi oleh puluhan manusia, tentu saja kita tak bisa menikmati dan foto-foto dengan khidmat. Parkiran motor waktu itu yang penuh, bahkan banyak pengujung yang ketika sampai berbalik pulang.

Jadi lebih baik datang ke sini ketika week day, pengalaman kedua ke tempat ini ketika hari rabu, hanya beberapa orang yang berenang, dan tak lama malah hanya kami saja yang berenang. serasa kolam ini milik kami seorang dan tentunya lebih nyaman untuk mengeksplore foto dengan gaya apapun.

Fasilitas

Untuk fasilitas di tempat ini masih terbilang minim. Tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan kita berenang di sini. Ada tempat berganti baju, toilet umum, dan warung makanan. Hanya saja tak ada tempat penitipan tas, kita bisa saja menitipkan tas di warung atau di sekitar kolam, tentunya, kita harus tetap memantau barang bawaan kita.

Akses jalan

Akses jalan menuju tempat ini, memang kurang layak untuk mobil. Sejauh sepengtahuan, mobil hanya bisa sampai di pinggir irigasi. Untuk sepeda motor kita bisa sampai hingga tempat parkir mata air. Tapi tetap saja harus berhati-hati karena kita akan melewati jalan setapak yang disisi kanan dan kirinya adalah sawah.

IMG_20160224_160523_HDR
Pintu gerbang Aqua, yang menjadi patokan jalan masuk

Untuk menuju lokasi mata air ini pun terbilang cukup mudah. Dengan aplikasi google maps, kita dapat menetapkan tujuan di Pabrik Aqua Subang, PT Investama, Subang. Jika dari Bandung, jarak tempuh sekitar 50 km. Melewati Jalan Lembang – Tangkuban perahu – Terus hingga melewati simpang tiga sari ater – tetap terus sekitar 15 km, nanti akan menemui patung nanas, jika ke kiri kita akan menuju Kota Subang – pilih arah kanan menuju jalan kasomalang, sekitar 8 km dari patung nanas kita akan sampai di depan gerbang pabrik aqua – masuk dan belok kiri sebelum pagar pabrik, mengikuti arah aliran sungai/irigasi – ikuti saja jalan tersebut, nanti ada papan nama bahwa wisata mata air ditutup karena rawan longsor, abaikan saja papan informasi tersebut, tak jauh dari sana ada turunan belok kanan menuju sawah – ikuti saja jalan sawah tersebut hingga nantinya sampai ke mata air.

Mungkin sampai di sini saja review mengenai sumber mata air di Subang yang dekat dengan pabrik aqua. tentunya tetap jaga kelestarian lingkungan, membawa peralatan kamera yang anti air, jika tak punya cukup membawa kamera HP + case anti air.

Harapanku tentunya wisata mata air ini terus berkembang dengan penambahan fasilitas umum yang memadai, serta akses jalan menuju tempat ini yang semakin lebih baik. Tentunya, penarikan retribusi masuk dirasa perlu—asal jangan kemahalan—agar warga sekitar dapat mengembangkan daerah mereka menjadi lebih baik, sehingga hadirnya wisata mata air yang selalu dikunjungi oleh banyak orang juga memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Bandung, 25 Februari 2015

Iklan

6 thoughts on “Selfie Menawan di Mata Air Subang  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s