Menanti Kehadiran Kereta Api Trans Kalimantan

Jalur_Kereta_Kalimantan_Infografis_DetikfinanceTulisan ini telah dimuat di surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Sabtu, 21 November 2015. Sebuah pandangan saya mengenai akan hadirnya kereta api Trans Kalimantan.

***

Pengalihan subsidi bahan bakar minyak kini mulai terasa dampaknya. Bilamana mendengar rencana pemerintah untuk membangun moda transportasi kereta api di Trans Sumatera, Trans Kalimantna, Trans Sulawesi dan Trans Papua. Perkembangan pembangunan, khususnya di sektor transportasi mulai menggeliat. Dimana Presiden Joko Widodo, menolak dengan tegas pembangunan kereta cepat sekelas Shinkansen yang melayani rute Jakarta-Bandung dan lebih memprioritaskan untuk pembangunan kereta api masal di luar Pulau Jawa.

Empat pulau yang mendapatkan prioritas pembangunan jalur kereta api ini diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar 105,6 triliun untuk jalur kereta sepanjang 3000 kilometer. Di Pulau Sumatera, rencananya pemerintah akan mempercepat pembangunan jalur kereta yang menghubungkan Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat dan Sumatera Selatan sepanjang 1.399 kilometer dengan dengan rencana anggarana 41,2 triliun. 

Di Pulau Sulawesi pemerintah akan membangun jalur sepanjang 1.772 kilometer yang menghubungkan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Sulawesi Utara dengan total anggaran 31,25 triliun. Dan tentunya yang sekarang dinantikan bersama adalah pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan yang menghubungkan rute Palangkaraya-Pulang Pisau – Kuala Kapuas – Marabahan – Banjarmasin (193,73 Km), Tanjung – Paringin –Barabai – Kandangan – Rantau – Martapura – Banjarbaru – Bandara Syamsuddin Noor -Banjarmasin (196,27 Km), Tanjung – Tanah – Grogot – Balikpapan (233,78 Km), Balikpapan – Samarinda 89,23 Kilometer dengan total anggaran sebesar 22,9 triliun (dephub.go.id)

Tentunya banyak faktor terutama kondisi geografis yang sedikit menghambat dalam penerapannya. Faktor tanah Kalimantan Selatan yang bergambut membuat investasi pembuatan rel menjadi lebih besar. Merujuk pada konsultan feasibility study yang disusun oleh PT Bina Index Consultant. Biaya untuk membuat jalur rel kereta di Pulau Jawa sepanjang satu kilometer diasumsikan membutuhkan dana sebesar satu milyar. Di Kalimantan biaya ini menjadi membengkak, karena struktur tanah gambut dan butuh treatment khusus dana yang dibutuhkan menjadi tiga sampai empat milyar.

Di samping itu, kondisi wilayah Kaliamantan yang memiliki banyak sungai, setidaknya memerlukan jembatan berukuran besar untuk menyambung akses rel kereta api yang terpisahkan oleh tiga sungai besar di Kalimantan; Barito, Kapuas, dan Kahayan. Dana yang cukup besar tentunya untuk membangun sebuah moda transportasi masal di Kalimantan.

Akan tetapi manfaat yang dirasa nantinya akan bersifat jangka panjang dengan perkiraan dapat  mengangkut 4.000 orang penumpang dan 11 ribu ton barang setiap tahun di jalur itu. Dan tentu hadirnya kereta api akan memberikan alternatif pilihan transportasi bagi masyarakat Kalimantan terutama dengan menawarkan keterjangkauan harga yang saat ini masih terbilang mahal ketika masyarakat berpergian ke luar kota.

Berdasarkan rencana tahapan pembangunan kereta api yang memasuki study kelayakan untuk tahun ini, selanjutnya pada tahun 2016 pembuatan detail engineering desain, AMDAL dan Larap serta di tahun selanjutnya berfokus dalam pengadaan lahan, dan dijadwalkan tahun 2018 dimulainya tahap konstruksi. Sehingga jika sesuai rencana, Masyarakat Kalimantan dapat merasakan kereta api lima tahun kedepan.

Proyek yang menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJM) ini tentunya mungkin saja tak berjalan mulus. Baik pada saat perencanaan, kontruksi dan pada saat operasi. Setidaknya pemerintah perlu memikirkan dampak sebelum dan sesudah hadirnya kereta api. Karena tentunya akan banyak pihak yang akan terkena dampak dalam pengoperasian kereta api ini, diantaranya adalah:

Pertama, perlu kiranya memikirkan nasib yang akan dialami oleh para supir bus dan angkutan luar kota. Hadirnya kereta api tentunya akan berdampak pada menurunnya pendapatan mereka, karena masyarakat cenderung akan memilih moda transportasi yang murah dan terjadwal.

Terlebih lagi, supir bus dan angkutan luar kota yang sekarang ini mengeluhkan sepinya penumpang karena masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum akan semakin terhimpit dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, perlu kiranya memikirkan masalah kesejahteraan para supir nantinya.

Kedua, kondisi angkutan dalam kota di beberapa kota di Kaliamntan Selatan, khususnya sangat memprihatinkan. Setidaknya dengan hadirnya kereta api, ini akan memberikan alternatif masyarakat untuk tidak bersusah payah menggunakan kendaraan pribadi ke lokasi tujuan. Tetapi akan timbul masalah ketika masyarakat telah memilih kereta api dan setelah sampai kota tujuan, masayarakat menjadi bingung menggunakan transportasi apa yang bisa membawa mereka ke tujuan.

Berpatokan pada kondisi di Kota Banjarmasin, rute angkutan dalam kota dirasa sangat minim, hal ini akan menyulitkan masyarakat dalam berpergian. Apalagi kondisi angkutan dalam kota yang tidak nyaman, dikarenakan moda angkutan yang biasanya telah berumur. Maka perlu juga kiranya pemerintah mengambil kebijakan dalam hal revitalisasi angkutan dalam kota dan menambah rute trayek angkutan tersbut ke beberapa daerah secara terintegrasi.

Ketiga, jalur kereta api yang jauh dari permukiman berpotensi pada tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Pencurian bantalan rel kereta api yang marak terjadi di Pulau Jawa, tentunya berpotensi pula terjadi di daerah ini. Pengawasan tentunya perlu dilakukan secara rutin agar tidak terjadi kecelakaan akibat dari kerusakan rel kereta api.

Keempat, kondisi tanah di Kalimantan Selatan yang bergambut memiliki potensi untuk terjadinya amblas. Hal ini tentunya akan berpotensi terjadi kecelakaan. Faktor perencanana pada saat DED dan tahap kontruksi menjadi hal vital agar lahan gambut dapat menopang kereta api yang berbobot sangat berat tersebut. Disamping itu, perlu dilakukan pemeriksaan rutin di sepanjang rel, karena kondisi lahan yang sangat sensitif ini bisa saja akan berubah secara drastis sewaktu-waktu.

Hal inilah yang menjadi dasar pandangan penulis ketika kereta api nantinya hadir di Kaliamantan Selatan. Maka dari itu, perlu kiranya memikirkan jauh ke depan, agar nantinya kita semua benar-benar siap menyambut datangnya moda transportasi atas berbagai dampak yang terjadi baik negatif maupun positif.

Sumber Gambar: Klik

Iklan

2 thoughts on “Menanti Kehadiran Kereta Api Trans Kalimantan

  1. Semoga terwujud dan cepat selesai. Soal masyarakat yang lebih suka naik kendaraan pribadi nampaknya susah dihilangkan. Yah, ada semacam prestise tersendiri gitu saat mengendarai kendaraan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s