Akar yang Kuat

akar yang kuat

Ketika semua batang bertumpu pada kekuatan akar yang telah dalam menghujam. Sedangkan ia, tetap bergantung kepada kesantunan akar dalam memberi hara yang dibutuhkan. Ketika ranting tak pernah mampu untuk melihat ke dalam bagaimana akar bekerja, ia hanya menemukan apa yang dihasilkan menjadi manfaat untuk dirinya.

Ketika daun, yang hijau rimbun dan penuh keteduhan bertanya. Apa yang dilakukan akar di dalam sana? Tidak kah ia bosan dan ingin keluar melihat langit luas, awan yang beriringan dan burung pipit yang saling berkejaran. Daun hanya mengerti, bahwa akar selalu bekerja dengan baik, mengantarkan bahan-bahan yang dibutuhkan daun untuk memasuk.

Lewat pembuluh, akar saling berhubungan dengan batang, ranting dan daun. Tanpa mereka tahu apa yang dilakukan akar di dalam sana. Bagaimana rasanya hidup dalam kegelapan. Betapa sepinya ketika suara yang hadir hanya dari geliat cacing tanah.

Banyak pertanyaan yang ingin dijawab oleh mereka di luar sana. Sedangkan banyak pula keingin tahuan akar yang ingin ia tanyakan pada makhluk di luar sana. Tentang betapa ramainya permukaan bumi. Tentang jutaan warna yang memperindah bumi. Tentang betapa hangatnya matahari pagi. Betapa syahdunya purnama dan langit penuh bintang. Tentang cerewetnya binatang malam yang menganggu waktu istirahat ketika seharian bekerja. Akar pun ingin mengetahui segalanya.

Tapi, semua sudah berada pada porsinya masing-masing. Akar mungkin saja menyembul ke permukaan. Dan daun mungkin saja jatuh ke dasar bumi lalu diuraikan mikroba dan masuk ke dalam tanah, melihat gelapnya dunia di bawah sana.

Semua bekerja di tempatnya masing-masing. Mungkin saja satu hal begitu irinya melihat apa yang tidak ia miliki, tapi ia tetap saja memiliki kelebihan yang diinginkan oleh orang lain. Di atas sana, semua akan terjawab. Bagaimana kerja hidup di dunia ini, betapa singkatnya waktu yang selama ini dijalani. Dan akar akan selalu berada di dalam sana agar semua dapat hidup dengan normal. Semua butuh kerja sama, agar semuanya dapat hidup. Sesederhana itu, terkadang segala kerumitan berdasarkan pada sesuatu yang sangat sederhana.

Bandung, 15 November 2015

Sumber gambar: Klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s