Prinsip Pengelolaan Kualitas Udara di Indonesia

Disclaimer :  Tulisan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Kualitas Udara. Segala isi dari tulisan ini adalah murni pendapat saya pribadi dan tetunya belum bisa menjadi acuan yang pasti perihal prinsip pengelolaan pencemaran udara di Indonesia. 

Oleh: Ferry Irawan Kartasasmita (25314733)

Abstract

As a developing country with increasing economic growth, Indonesia needs to pay attention to the negative impacts of development that the increasing air pollution. especially, in the area adjacent to the industrial and transportation lines. There are seven principles of air quality management globally. In Indonesia the application of the seven principles can not be run simultaneously.This is because the need of government support, the requirements and requires a period of time in its application. Principles which is effect-based approach, polluter-pays principle, risk assessment, and the precautionary principle. This principle can be applied for have been included in laws or government regulations. These four principles are the elements that easily planned although in practice many have problems. For the principle of sound science and propotionality need some requirements in its application. Especially aspects of the active role of government and society. Sustainibility principles are the ideals that are expected to Indonesia. It is applied in a long period of time. with the hope to create a healthy and safe environment.

Pencemaran udaraIndonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mulai memacu perttumbuhan ekonominya. Tercatat pada jangka periode lia tahun terakhir Indonesia telah mengaami pertumbuhan 5-7 % per tahun. Suatu pertumbuhan yang sehat dan memikat investor untuk datang. Ditambah lagi Indonesia mengalami surplus demografi, yang mana jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta memiliki prosentasi penduduk usia produktif (25 tahun – 54 tahun) sebesar 42,2 %. Hal ini menjadikan Indonesia berpotensi untuk maju dan melesat dalam pertumbuhan ekonominya.

Dampak pertumbuhan ekonomi ini tentu saja membawa peningkatan terhadap industri yang juga berdampak pada peningkatan daya hidup mayarakat. Maka dapat diprediksi akan terjadi pertumbuhan yang signifikan pula pada penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Maka dari itu dampak pertumbuhan ekonomi tidak saja berpengaruh positif terhadap kesejahteraan suatu penduduk, akan tetapi juga memberikan dampak yang buruk terhadap peningkatan pencemaran udara. Hal ini tentu saja dirasakan langsung oleh penduduk, maka kesehatan mekahluk hidup dan kelestarian lingkungan perlu diperhatikan guna melahirkan pembangunan berkelanjutan yang selama ini dicita-citakan Indonesia.

Setidaknya ada tujuh prinsip yang secara global dianut untuk pengelolaan kualitas udara ambien agar tetap aman dan sehat. Beberapa prinsip tersebut diantaranya adalah keberlanjutan (Sustainability), pendekatan berbasis akibat (effect-based approach), penilaian resiko (risk assessment), sound science, proporsionalitas (proportionality), polluter-pays principle, dan prinsip pencegahan dampak (precautionary principle). Dari ketujuh prinsip tersebut, ada beberapa prinsip yang dapat langsung diaplikasikan di Indonesia, namun ada pula yang membutuhkan persyaratan tertentu atau upaya perencanaan dan penerapannya yang membutuhkan jangka waktu yang panjang.

Prinsip yang dapat diaplikasian secara langsung adalah pendekatan berbasis akibat (effect-based approach), polluter-pays principle, penilaian resiko (risk assessment), dan prinsip pencegahan dampak (precautionary principle). Pendekatan berbasis akibat merupakan prinsip yang cukup tegas digerakanoleh pemerintah. Contohnya, terbukti banyak peraturan yang menaungi pekerja maupun masyarakat yang terkena dampak paparan pencemaran udara agar diberikan fasilitas penyembuhan serta upaya perbaikan kualitas udara di lingkungan tersebut.

Untuk polluter-pays principle, prinsip ini telah tertuang di berbagai peraturan dan undang-undang. Contohnya, pada PP No 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara pada bab lima dan enam yang meegaskan perihal pembiayaan dan ganti rugi bagi orang maupun penanggung jawab usaha yang kegiatannya mengakibatkan pencemaran udara. Ditambah lagi hadinya UU No 32 tahun 2009 pada Bab XV yang mengatur ketentuan pidana serta denda yang besar bagi pelanggar yang mencemari dan merusak kualitas lingkungan.

Pada prinsip penilaian resiko (risk assessment) yang mengaitkan hubungan antara paparan dengan efek. Indonesia telah membuat baku mutu udara ambien yang menjadi pijakan terhadap kondisi kualitas udara di Indonesia. Baku mutu udara ambien ini tentu saja telah mengalami penilaian resiko terhadap manusia, hewan dan lingkungan sebagai akibat dari pencearan udara. Sehingga penilaian resiko ini menjadi penerapan prinsip pencegahan dampak (precautionary) yang diharapkan oleh pemerintah agar tidak terjadinya dampak buruk dari perubahan kualitas udara.

Adapun prinisip lainnya yang membutuhkan beberapa persyaratan dalam penerapannya adalah sound science dan proporsionalitas (proportionality). Mengenai prinsip sound science, Indonesia masih belum mampu untuk menerapkannya secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan pemerintah cenderung tidak perduli terhadap perkembangan penelitian science, banyak peneliti mengeluhkan perihal kesejahteraannya yang masih belum terpenuhi. Sehingga perkembangan penelitian masih berjalan di tempat. Padahal empat prinsip yang telah dijabarkan di atas, pijakannya bergantung pada prinsip sound science.

Prinsip  proporsionalitas masih belum bisa diterapkan langsung karena prinsip ini memberikan penanganan pencemaran udara secara seimbang. Antara penggerakan teknologi yang berkualitas dan mahal dengan peran aktif masyarakat. Indonesia masih terkendala pada ketersediaan teknologi yang masih banyak mengimpor dari luar serta peran aktif masyarakat yang masih dirasa kurang.

Prinsip yang menjadi kunci dan membutuhkan banyak persyaratanserta penerapannya yang membutuhkan jangka waktu yang panjang adalah keberlanjutan (Sustainability). Prinsip ini menjadi tujuan utama dalam penerapan pengelolaan kualitas udara, karena fokus utamanya adalah keberlanjutan kondisi lingkungan agar tetap sehat dan aman di masa mendatang.

Sumber Gambar: klik

Iklan

One thought on “Prinsip Pengelolaan Kualitas Udara di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s