Darurat Kabut Asap

Darurat Kabut AsapTerdapat sebuah pepatah yang berbunyi, ‘Pengalaman adalah guru terbaik’. Sayangnya, hal ini tidak dimaknai secara menyuluruh oleh Pemerintah Indonesia. Sejak 18 tahun yang lalu, kebakaran hutan terus terjadi di negara ini ketika musim kemarau tiba. Tetapi negara ini tidak belajar banyak untuk menanggulangi bencana ini agar tak terulang di masa mendatang. Kini kabut asap kembali menghampiri jutaan rakyat yang hidup di Kalimantan dan Sumatera. Beberapa provinsi telah menetapkan siaga darurat kabut asap.

Tahun ini kabut asap diperparah karena terjadinya El Nino yang mengakibatkan musim kemarau jauh lebih panjang. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan fenomena El nino yang terjadi sekarang termasuk empat besar yang terkuat sejak tahun 1950. Dimana, El Nino merupakan fenomena menghangatnya suhu muka laut di Kawasan Pasifik tengah dan timur hingga mencapai dua derajat celcius. Bagi Indonesia dan negara di kawasan equator berdampak pada kekeringan yang panjang, karena awan yang berpotensi hujan bergerak menjauh. Namun hal yang berbeda terjadi di Kawasan Amerika Utara, karena wilayah tersebut berpotensi banjir besar.

El Nino yang terjadi pada saat ini disamping merugikan para petani karena tanaman mereka mengalami puso atau gagal panen hingga mencapai puluhan ribu hektar dan masyarakat kini mengalami kenyataan akan krisis air bersih. Disamping itu, dampak El Nino mengakibatkan kebakaran hutan menjadi lebih masif dan cepat menyebar.

Upaya pemerintah pun dirasa kurang maksimal dalam mengatasi terjadinya kebakaran hutan yang berdampak pada kabut asap. Pemerintah seakan tertinggal jarak dari pelaku pembakaran hutan, licinnya gerak para pelaku pembakaran ini disari dari majalah detik (edisi 194) atas pengakuan pelaku yang ditangkap pada tahun 2013, cara pembakaran menggunakan obat nyamuk spiral, sehingga membutuhkan waktu dua sampai tiga jam sebelum ujungnya yang terbakar habis dan jatuh ke semak-semak yang sudah disertakan ban dan bensin agar cepat terbakar. Sehingga para pelaku memiliki waktu untuk pergi dan bersembunyi.

Kebakaran yang dilakukan pelaku dengan cerdik ini juga ditambah dengan kelemahan pengawasan dari aparat pemerintah. Setidaknya hutan rawa gambut sekarang ini memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman produksi. Menurut beberapa pendapat, usaha pembukaan lahan melalui cara dibakar memiliki keuntungan seperti mengurangi biaya dalam pembukaan lahan, disamping itu pembakaran dapat mengurangi keasaman gambut sehingga menghemat pembelian pupuk.

Walaupun usaha pembukaan lahan dengan pembakaran hutan ini dinilai murah. Akan tetapi biaya yang dikeluarkan untuk pemadaman serta nilai kerugian ekonomi, lingkungan serta kesehatan menjadi sangat tinggi. Dengan kata lain keuntungan itu hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi merugikan masyarakat dan negara, Kompas (6/9/15).

Besarnya kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran hutan diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Sebagai gambaran, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menaksir kerugian akibat kerusakan lingkungan pada kebakaran hutan dan lahan tahun 2014 di salah satu lahan perusahaan hutan tanaman industri seluas 20.000 hektar di Ogan Komering Ilir sekitar 7,9 Triliun rupiah, Kompas (6/9/15).

Tahun ini dampak tersebut mungkin lebih buruk. Usaha pemadaman baik melalui udara maupun darat dan usaha pembuatan hujan buatan telah menghabiskan banyak belanja negara. Di bidang transportasi terdapat puluhan penerbangan dari dan menuju Kalimantan atau Sumatera yang gagal terbang akibat kabut asap.  Kerugian perusahaan penerbangan tersebut mencapai milyaran rupiah.

Dari setor pariwisata pun mengalami penurunan yang tajam, dimana tingkat hunian hotel turun hingga 30 %. Transaski perdagangan dan ekspedisi tak luput mengalami kerugian, akibat kabut asap banyak arus barang yang gagal keluar dan masuk ke Wilayah Kalimantan dan Sumatera. Kerugian tersebut mungkin tidak bisa diukur secara pasti ketika melihat dampak kabut asap membuat aktivitas belajar mengajar siswa SD hingga SMA yang diliburkan.

Dampak kesehatan masyarakat dirasa sangat menghawatirkan. Emisi karbonmonoksida yang dihasilkan dari kebakaran hutan jika memasuki tubuh melalui pernapasan dan akan diserap oleh darah. Hal ini akan mengakibatkan menurunnya kapasitas darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh sehingga mempengaruhi fungsi organ-organ tubuh seperti otak, hati, pusat saraf dan janin. Belum lagi dampak infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), batuk dan paru-paru yang sekarang telah diderita oleh ribuan orang.

Upaya penanggulangan di bidang kesehatan melalui pembagian masker dan sosialisasi agar masyarakat tidak keluar rumah jika tak memiliki kepentingan telah lazim dilakukan di setiap tahunnya. Tapi tentu masyarakat tak ingin kondisi seperti ini terus terjadi dan membatasi aktivitas mereka.

Belum lagi kerugiaan akibat menghilangnya keragaman hayati di hutan dan rawa gambut Kalimantan dan Sumatera. Kemungkinan kematian spesies hewan maupun tumbuhan langka dan endemik. Jelas, kabut asap menjadi sebuah bencana yang mengerikan. Sayangnya, bencana ini telah diprediksi dan rutin terjadi di setiap tahunnya, membuat hal ini menjadi sangat mengherankan.

Sudah puluhan kali negara ini mendapat sindiran bahkan kecaman dari negara tetangga akibat ekspor asap yang merugikan mereka. Lantas mengapa upaya pencegahan kebakaran hutan seperti jalan di tempat. Pemerintah telah mengupayakan untuk membuat sekat-sekat di lahan gambut agar pada musim kemarau, agar serasah gambut tidak mengalami kekeringan yang drastis. Di samping itu penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku serta perusahaan yang dengan sengaja melakukan pembakaran dengan pencabutan ijin usaha dan tuntutan pengadilan ternyata belum mampu untuk mengurangi kebakaran hutan.

Tentunya pemerintah membutuhkan bantuan masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak membakar dan mensosialisasikan dampak buruk akibat kebakaran hutan tersebut. Diharapkan peran serta masyarakat dapat meringankan kerja pemerintah untuk menanggulangi kabut asap yang setiap tahun rutin kita hirup.

Sumber Gambar: Klik

Iklan

2 thoughts on “Darurat Kabut Asap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s