[Puisi] Angin dan Burung

Aku larut dalam kenangan yang jatuh
Matahari pun jatuh di setiap sorenya
Dan bulan bangkit sebagai penolong dari kegelapan
Kelelawar terbangun dari tidurnya
Gelapnya malam telah menyilaukan matanya
Ia terbang berkelok-kelok
Tak tesandung apapun di depannya

Jaring dunia maya ternyata kalah cepat dengan angin
Dalam hal meneruskan kabar
Apalagi jika dibantu burung dalam bekerja
Tentunya tak ada garansi kabar itu hadir dalam keadaan utuh
Bisa saja berkurang, tapi lebih banyak bertambah
Mungkin karena debu-debu yang ikut menempel

Kini semua orang tahu
Bahwa aku menyukai sosoknya
Tak pernah aku mengucapkan kata dengannya
Sekarang dia telah khatam membaca diriku
Seutuhnya, lewat dari orang lain
Tentunya melalui perantara burung dan angin

Aku menyimpan banyak kenangan
Tak satupun mampu aku hapuskan
Hanya bisa menyimpannya dengan rapi di gudang
Agar tak terlihat setiap hari
Tapi sewaktu-waktu ia tetap timbul lagi

Hujan datang perlahan-lahan
Besoknya ia datang tiba-tiba
Tapi senantiasa ia memberikan pertanda
Sedangkan kenangan?
Ia datang seenaknya
Menumbuhkan sesuatu yang tak ingin tumbuh
Menampakan sesuatu yang tak ingin dilihat

Ahh. Hebat sekali memang kerja angin
Apalagi jika dibantu burung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s