Lima Alasan Mengapa Anak Teknik Selalu Menjomblo

Tulisan ini pernah tersiar di website jomblo dot co pada 16 September 2015

***

jomblo teknikJurusan Teknik terkadang menjadi jurusan angker dalam urusan asmara. Seolah-olah aktivitas kejombloan berakar rumpun di kampus ini. Buktinya, film Jomblo yang terkenal itu menagmbil latar kehidupan anak teknik.  Memang kehidupan cinta maupun kegagalannya dirasakan semua oleh insan kampus di jurusan apa saja, bahkan yang tidak berkuliah sekalipun merasakan romansa kehidupan cinta seperti ini.

Akan tetapi saya mencoba menghimpun lima alasan kuat yang menyebabkan anak teknik cenderung mengalami kejombloan yang panjang, seperti musim kemarau tahun ini yang diakibatkan oleh El Nino. Anak teknik juga mengalami badai yang memporak-porandakan kehidupan asmara dan inilah sebabnya. 

Kuantitas Mahasiswi

Alasan pertama diperuntukan kepada jomblo laki-laki. Di kampus teknik sejak dahulu sudah terkenal sebagai kampus yang banyak diisi kelamin laki-laki. Sehingga kehadiran cewek di kampus ini seperti oase di padang pasir. Jumlah perbandingan yang tak seimbang inilah yang menyebabkan banyak sekali anak teknik berkelamin laki-laki mengalami kesulitan dalam mencari poasangan.

Sehingga tak heran jika anak teknik, gemar sekali nongkrong di kantin-kantin kampus yang mahasiswinya seperti bisa berkembang biak membelah diri. Tak heran pula bahwa anak teknik gemar sekali berburu ke segala pelosok kampus. Bahkan tak jarang, anak penjaga kantin juga tak segan-segan untuk diembat dan diperebutkan.

Tugas Kuliah

Setiap yang berkuliah pasti akan mendapatkan tugas. Tapi entah mengapa bagi anak teknik seperti tak berkesudahan. Selalu saja datang setiap minggunya, dengan deadline pengempulan yang terkadang tidak manusiawi.

Bagi anak teknik yang berbakti penuh kepada orang tua. Mengerjakan tugas jauh lebih mulia derajatnya dibandingkan mencari gebetan. Tapi tetap saja sih, ketika waktu sengang tiba kami para anak teknik sibuk menghayalkan memiliki pasangan dan mengunci kamar menonton video dengan headset di telinga.

Penampilan Apa Adanya

Jangankan untuk memikirkan soal penampilan, menjilid laporan agar lebih rapi dan mudah diperiksa dosen saja anak teknik terkadang tidak sempat. Tugas-tugas yang menumpuk, menyebabkan kami sering begadang, sedangkan besok paginya tetap harus menghadiri kelas kuliah.

Jadi jangan heran ketika anak teknik datang ke kelas dengan bekal cuci muka saja, itupun kadang-kadang masih mengenakan baju bekas kemarin. Jangan membayangkan keren atau tidaknya penampilan kami, tidak berbau tengik saja itu sudah syukur.

Kaku

Mungkin karena jurusan ini adalah jurusan eksak yang menjunjung tinggi logika sehingga kami mengalami kesulitan jika bermain-main dalam level perasaan. Kami mengalami kesulitan dalam memulai obrolan yang santai dan nyaman. Kami mengalami kesulitan pula jika harus memahami maksud tersembunyi gebetan. Ketika dia bilang ‘terserah’, berpuluh-puluh maksud yang kami terjemahkan. Membuat kami kebingungan, bahkan error.

Mungkin bukan keahlian kami untuk berpujangga seperti anak-anak jurusan sastra, atau membawakan obat dan makanan sehat seperti anak kedokteran ketika gebetan sakit. Tapi percayalah, anak teknik mampu merencanakan masa depan dengan detail lengkap dengan rencana anggaran biayanya.

Kuliah Lama

Waktu kuliah normal di kampus ini adalah empat tahun. Bahkan ada beberapa jurusan yang menetapkan angka lima tahun. Bagi yang mampu menyelesaikan kuliah 3,5 tahun itu merupakan anomali. Sesuatu yang janggal dan bersifat gaib. Maka tak mengherankan jika kami sering kali tidak dipilih dari kompetisi merebutkan hati gebetan.

Ya, sudah menjadi syetereotype orang banyak, cepat lulus menandakan memulai start lebih dahulu untuk meraih kesuksesan. Apalah daya, anak teknik yang baru memasang toga ketika anak kampus lain telah sibuk bangun pagi untuk bekerja.

Mungkin itulah beberapa alasan yang mampu saya hadirkan mengenai alasan mengapa anak teknik sulit untuk mendapatkan pasangan. Untuk keluar dari kampus saja susah, tak sempat rasanya untuk memikirkan mencari partner untuk menemani wisuda.

Dari semua kegelisahan akan nasib asmara anak teknik. Tersimpan kabar kembira yang diutarakan oleh Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Boby Gafur yang mengatakan Indonesia masih kekurangan 120.000 insinyur. Sebuah kabar mengembirakan, sebagian kami langsung melamar gebetan bermodalkan potongan berita ini. Menandakan bahwa masa depan pekerjaan kami akan cerah.

Tapi tunggu dulu, kiranya kami semua tidak menelan kabar ini bulat-bulat. Bisa saja ini hanya kalimat penghalus agar kami tak putus asa dalam menjalani hidup, setelah bertahun-tahun lamanya menjadi tuna asmara. Semoga Pak Boby bukanlah seorang ahli PHP, karena sudah kenyang rasanya kami dijejali dengan haraoan-harapan palsu yang dibungkus manis oleh gebetan.

Terakhir, saya merasa akan banyak penolakan atas alasan yang saya sajikan di atas. Ini semua murni dari pandangan saya sebagai anak teknik yang mengenaskan menyenangkan. Mungkin banyak kenyataan yang bertolak belakang dari  alasan yang saya kemukakan. Tak apalah anggap saja ini hanya tulisan hiburan, tak perlu dianggap serius. Cukup kuliah di kampus teknik saja yang serius.

Sumber Gambar: Klik

Iklan

3 thoughts on “Lima Alasan Mengapa Anak Teknik Selalu Menjomblo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s