Sama

Aku menghindar dari segala hiruk yang sekarang cepat sekali mewabah. Aku meriang ketika semua gaduh tercipta. Telinga tercipta dari lapisan kulit yang lembut dan tak bertulang kokoh. Mungkin inilah alasannya, telinga tak bisa bekerja sehebat otot tangan.

kembarBesok mungkin semua orang ingin berbicara. Entah makna apa yang ingin dikatakannya, benar atau tidak, atau hanya sekedar terdengar suara saja. Semua ingin didengar suaranya, padahal telinga tak mampu mendengar ribuan suara. Perlu kiranya satu per satu antri untuk masuk gendang telinga. Perlu juga kiranya diberikan jeda agar suara itu mampir sejenak di respon otak. Sekira yang didengar itu dipahami maksudnya, agar tak sia-sia suara itu dikeluarkan.

Aku mengalami keheranan akan dunia yang dibuat sesuai standar yang ada. Kaya lebih baik dari miskin. Tampan lebih berharga dari buruk rupa. Dan langsing sering diimpikan dibandingkan gemuk. Mengapa semua ingin menjadi sesuatu yang dianggap standar baik sekarang ini. Memaksakannya mati-matian agar terlihat menawan, dan mendapat kekaguman banyak orang.

Pada hakikatnya manusia memanglah makhluk sosial yang tak mampu hidup sendiri dan tak mampu berteman sepi. Dengan alasan inilah manusia masuk kedalam satu kelompok yang dirasa memiliki banyak kesaamaan dengan dirinya. Tak lama ia mulai merubah segalanya agar terllihat sama, terlihat rapi dan elok untuk dipandang.

Bandung, 11 September 2015

Sumber Gambar: Klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s