Pilkada dan Pengusaha Batubara

Pendaftaran pemilu kepala daerah (Pilkada) telah ditutup beberapa hari yang lalu. Ketika di Surabaya, Ibu Risma sempat gugup karena tak ada yang berani bertanding dengan beliau. Di Kalimantan Selatan (KalSel) sungguh berbeda, banyak bakal calon dengan kualitas beraneka rupa dan baliho berbagai warna menghiasi perpolitikan di daerah ini.

Hasil akhirnya hanyaPilkada Kalsel tiga bakal calon yang dapat mendaftar. Dua yang berasal dari koalisi partai dan satu yang bersusah payah mengumpulkan KTP warga. Serta beberapa orang bakal calon potensial yang hanya gigit jari, sambil menurunkan kembali baliho-baliho mereka.

Selalu ada kejutan dalam pilkada, dimana dua atau tiga tahun yang lalu. Di warung kopi, di pangkalan ojek atau di pos ronda. Masyarakat di daerah ini hanya memperbincangkan empat nama potensial yang akan bersaing menjadi gubernur kelak. Ialah, Rosehan, wakil gubernur dua periode yang lalu dan tokoh yang penasaran karena gagal di pilkada periode yang lalu. Kedua, Rudy Renawan, seorang Walikota Banjarbaru dua periode dan periode lalu menjabat sebagai wakil gubernur. Ketiga, Pangeran Khairul Saleh, sosok teratas dari beberapa survey dan menjabat sebagai Bupati Banjar selama dua priode. Terakhir, Adriansyah, sosok pemimpin Partai Banteng daerah ini, Bupati Tanah Laut dua periode yang tahtanya diserahkan pada sang anak dan beberapa bulan yang lalu sempat terkenal seantero Indonesia karena diseret KPK di Bali saat Munas Partai Banteng. 

Sayangnya, keempat nama potensial yang beberapa tahun lalu santer diperbincangkan kini hanya bisa duduk tak berdaya sambil makan singkong rebus. Mereka hanya bisa kecewa, usaha pencitraan selama ini gagal. Modal awal yang mereka buang di pinggir-pinggir jalan terbuang sia-sia belaka.

Akhirnya tiga pasang bakal calon yang telah mendaftar di KPU itu siap-siap melancarkan strategi untuk menang. Bagi saya, sebelum pemilu ini berlangsung pemenang pilkada telah diumumkan pasca penutupan pendaftaran calon gubernur. Siapa yang menang? Ada baiknya pembaca tetap membaca, saya tak memberikan jawaban, hanya menggiring agar kalian bisa cerdas mengambil kesimpulan.

Calon pertama adalah Muhidin, sebelumnya menjabat sebagai walikota Banjarmasin. Tak ada prestasi yang terlihat cemerlang selama menjabat, biasa saja, hanya yang berbeda kini sungai-sungai di Banjarmasin coba dibenahi, akhirnya—beberapa titik—pinggiran sungai yang sebelumnya tak sedap di pandang, menjadi tempat yang bagus untuk berselfie. Di samping itu, walikota yang sebelumnya merupakan pengusaha tambang batubara ini menginstruksikan pegawai negeri untuk mengenakan batu akik, sosok pemimpin yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan perduli akan usaha kecil warga yang senang menggerinda.

Calon kedua adalah Zairullah Azhar, seorang dokter yang berbelok menekuni dunia politik. Sosok ini telah sangat dikenal sebagai peserta lomba pemilihan gubernur, putaran kemarin ia gagal setelah bersaing dengan Rudy Ariffin. Mungkin ini kesempatan—terakhir—terbaik sebelum ia mendapatkan hadiah piring cantik dari KPU. Rasa penasaran mungkin yang menggerakan ia untuk kembali terjun walaupun gagal beberapa kali. Sama penasarannya untuk mengetahui bagaimana isi hati gebetan. Mantan Bupati Tanah Bumbu yang selama menjabat gemar mengeluarkan ijin pertambangan batubara membuat daerahnya kini terkenal melahirkan orang kaya baru di KalSel.

Calon ketiga ini adalah calon yang fenomenal. Dua atau tiga tahun yang lalu namanya sama sekali tak terdengar di peta politik KalSel. Sebagian masyarakat hanya mengetahui ia adalah kaki tangan pengusaha tambang batubara sukses di KalSel. Mengepalai usaha Security Service, tentunya akan membawa KalSel menjadi lebih aman sentosa. Dialah Sahbirin, calon kuat yang berhasil memeluk banyak partai-partai besar untuk berlabuh di dermaganya.

Ia berhasil memikat partai besar untuk menghianati kader potensial yang telah saya sebutkan di atas dan memilihnya sebagai sosok yang pantas memimpin KalSel. Padahal track recordnya memimpin daerah tak pernah ada. Hanya pernah menjadi lurah dan sekertaris kecamatan. Keberhasilan Sahbirin dalam menarik perahu agar ia mulus berjalan menduduki kursi jelas menjadi perbincangan masyarakat kecil yang mengaggumi betapa tebal isi dompet yang ia miliki.

Akhirnya pertarungan meraih kursi mengerucut pada satu fokus yang cukup meresahkan. Apakah para pengusaha batubara yang memegang kendali akan politik dan kekuasaan di daerah ini. Cukup disayangkan, berbagai element masyarakat tak ambil pusing ketika melihat ketiga nama ini berhasil mendaftar di KPU.

Padahal, Tambang batubara yang telah bertahun-tahun bercokol di daerah ini telah menghasilkan sosok-sosok yang semakin kaya hari ke hari dan banyak masyarakat kecil yang tergiur akan kekayaan instan, memiliki mobil, beristri lebih dari dua lalu dengan rela menjual kebun dan huma mereka untuk di tambang. Akhirnya penyesalan yang terjadi, usaha sehari-hari tak ada, mobil dijual, menderitalah hidup akhirnya.

Sedangkan anak muda daerah ini yang diharapkan bisa memberikan kritik dan pandangannya, disibukan dengan berselfie lalu mengunggahnya di Instagram. Sambil memberi caption sedang berada di danau ini, di danau itu yang notabenenya adalah danau berwarna biru bak laut di Raja Ampat yang merupakan bekas tambang batubara. Mereka terpesona akan keindahannya, lalu terjun dan mandi bersuka cita.

Sampai-sampai mereka lupa, air biru itu asam dan bisa membuat alergi kulit. Atau sudah sejatinya mereka kebal dan menutup mata. Tambang batubara itu membawa kesajahteraan sepanjang masa dan selamat datang untuk para pengusaha batubara yang ingin mengadu nasib di bisnis ini maupun yang menginginkan empuknya kursi pemerintahan.

Sumber gambar: Klik

Iklan

5 thoughts on “Pilkada dan Pengusaha Batubara

  1. Alam aja berani dirusak, ini sudah membuktikan kalau beliau pemimpin yg nggak becus; manusia adalah khilafah bagi bumi.
    Ya semoga saja, siapa pun pemimpinnya, kita bisa tetap mencicipi kopi.

  2. Org kasel sampai memilih sahbirin noor akan rusak org kecil yg akan menderita itu adiknys haji sam yang menguasai kalsel presiden joko wi harus bertindak tegas karena negara kita banyak mafia

  3. Money politik setiap org di kasih 100000 ribu untuk org yg tk bisa menyejahterakan rakyat kalsel moga org kalsel gk buta memilih sahbirin nor hanya dengan uwang 100000 ribu untuk menderita bertahun2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s