[Puisi] Pertanda

Aku perlahan menyadari, bahwa waktu adalah misteri
Hidup pun adalah kumpulan tanda tanya
Tak ada yang bisa membaca masa depan
Yang ada hanya melihat pertanda
Atau yang lebih tepat, ia hanya menebaknya dengan acak

Aku tak ingin menghina seorang pengemis yang berbadan bau
Mungkin saja keesokan harinya aku menggantikannya
Dan ia berada di balik mobil mewah yang sedang aku ketuk kacanya
Dan sepenuhnya aku akan gila, mendapati kenyataan
Hidup benar-benar seperti roda pedati

Hari ini aku kagum pada sosok yang mampu melawan rasa malasnya
Dimana ia mendapatkan semangat itu
Adakah obat untuk melawannya
Aku yang terkungkung dijeratnya, tak bergerak
Orang lain mampu mengagahinya tanpa suara

Awan hitam datang sebelum hujan
Apakah selalu ada pertanda pada setiap kejadian
Seharusnya aku mampu mengerti akan pertanda
Walaupun semua orang akan tertawa
Zaman sudah maju, kamu masih saja ingin jadi ahli nujum
Siapa yang perduli?
Asal diri bisa mengerti apa yang akan terjadi

Sayangnya, tak ada orang yang mengerti
Waktu memang pandai sekali dalam menjaga rahasia
Tak ada yang tahu tentang waktu kematian
Bahkan bangun pagi tepat jam enam tanpa diganggu alarm
Belum tentu ada orang yang tepat sempurna melakukannya
Pelaihari, 19 Juli 2015

Iklan

One thought on “[Puisi] Pertanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s