Berhenti Mencari

Berhenti mencariSebenarnya adakah batasan dalam mencari. Semua orang menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Tapi adakah yang benar-benar berhenti, merasa telah menemukan sesuatu yang tepat untuk ia selalu singgahi. Di setiap harinya, di sepanjang waktu hidupnya. Karena ditakutkan ketika memutuskan untuk berhenti dan menetap. Beberapa waktu ke depannya, aku akan mencari kembali, merasa belumlah cukup puas dengan yang dimiliki, atau merasa kehambaran dalam hubungan yang dengan cepatnya berganti rasa. Lantas siapa yang patut disalahkan atas hal ini? Tuhan yang begitu hebatnya dalam membolak-balikan perasaan ataukah manusia yang tak pernah bersyukur atas nikmat yang ia miliki.

Mungkin saja ada yang merasa hal ini merupakan sebuah kewajaran. Kita memutuskan untuk kembali mencari, karena pada hakikatnya laki-laki senang akan tantangan atau menjadi kodrat bahwa kita akan selalu berpetualang. Keluar dari goa, berburu hewan liar, berkelana pada suatu tempat yang belum pernah dijalani. Lalu adakah yang salah akan semua ini?

Aku tidak bertanya tentang wajar atau tidak kepada manusia yang selalu tidak merasa puas lalu mencari sesuatu yang baru, yang memuaskan segala dahaga. Aku tak mempertanyakan hal itu, karena akan banyak jawaban yang terlontar, akan banyak alasan yang dihadirkan untuk membenarkan. Aku hanya bertanya tentang sebuah pertanyaan yang mungkin siapa saja dapat menjawabnya. Kapan aku harus berhenti mencari?

Itulah pertanyaanku saat ini. Aku mencoba menemukan jawabannya. Merangkai dari satu alasan yang berujung pada pembenaran. Tapi ketika aku sudah merasa mantap, akan ada sanggahan yang aku buat sendiri, seperti ada negasi dari kata-kata yang kuucapkan. Dalam hal ini, sebenarnya aku tak yakin akan jawaban yang kumiliki. Atau sejatinya aku tak memiliki jawaban yang tepat.

Kapan aku harus berhenti mencari? Sampai saat ini aku tak mampu menemukan jawaban yang tepat dan mungkin saja sebagian manusia di dunia ini tak mampu jua menjawabnya. Adakah selalu ukuran waktu ketika aku menaanyakan kapan? Adakah selalu kepastian jawaban ketika aku menanyakan pertanyaan? Adakah yang perduli pada pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang tepat? 

Ahh, ilmu pengetahuan saja terus berkembang. Layaknya alam semesta ini. Kebenaran di hari ini, mungkin saja akan berubah menjadi kesalahan di masa depan. Atau sejarah yang kita pelajari di sekolah, mungkin saja bukanlah suatu kebenaran yang mutlak di masa lampaunya. Tak ada yang tahu pasti, kecuali Tuhan. Lantas apakah aku harus bertanya dengan Tuhan ketika aku memutuskan untuk berhenti mencari, karena telah menemukan sesuatu yang tepat? Ataukah yang kutemukan hanyalah ilusi yang indah, yang lambat laun seiring waktu akan pudar laksana kabut di pagi hari. Lalu di siang benderang aku kembali mencari dan terus mencari.

Adakah Tuhan nantinya memberikan kabar kepadaku agar aku berhenti? Ataukah Tuhan yang menghadirkan sesuatu yang kucari itu? Ataukah sebenarnya tak ada pernah ada jawaban yang tepat dari segala pertanyaan yang ada? Semua hal seperti mengambang, tak jatuh tapi tak juga terbang. Ia seperti melayang-layang tak memiliki kendali. Kadang kala hal yang benar ada di bumi, kadang pula ia berada di langit. Lantas apa yang harus kulakukan?

Apakah aku harus menetap pada kemungkinan kesalahan dari hasil pencarian? Ataukah aku harus kembali mencari ketika aku merasa sesuatu yang kutemukan bukanlah sesuatu yang sejatinya aku cari? Lalu siapa yang menjamin bahwa yang kumiliki saat ini ia lah yang terbaik untukku, adakah yang menjamin di luar sana ada sesuatu yang tepat dan pas untuk diriku?

Terlalu banyak pertanyaan di tulisan ini dan tak ada satu pun yang kujawab secara pasti. Semuanya hanyalah reka-reka, analisa yang tak memiliki penopang, dan keteguhan hati yang ku tak tahu ia akan bertahan berapa lama. Tuhan lah yang tahu jawabannya dan waktu yang akan membantu menjawab segala pertanyaan. Tapi adakah manusia yang seberuntung itu? Menemukan apa yang ia cari, dan menetap sepanjang hayat bersamanya. Tanpa ragu apakah sesuatu itu yang tepat untuk hidupnya atau ia hanyalah ilusi?

Kapan aku harus berhenti mencari? Adakah yang membantu menjawab pertanyaan ini?

Bandung, 28 April 2015

Sumber Gambar: Klik

Iklan

2 thoughts on “Berhenti Mencari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s