Ketika Aku Memiliki Banyak Tangan

GuritaManusia memang gemar sekali bermimpi, terkadang memang masih sesuai dengan logika, tapi sebagian besar sudah melintasi akal sehat. Aku pun demikian, pernah berpikir untuk memiliki banyak tangan seperti gurita. Tak kuperdulikan unsur estetika, tak penting tangan-tangan ini tak sedap untuk dipandang. Teman-teman dan orang lain mungkin melirikku dengan tatapan yang aneh. Bak siluman yang berbahaya. Seperti keanehan dunia yang tak terjelaskan, aku dengan santainya berjalan sambil memainkan tiga rubik sekaligus untuk tangan-tanganku. Dan seluruh mata tanpa terkecuali terperangah, bahkan ada sebagian yang jatuh pingsan. Sebagian lagi menelpon polisi karena ada sesosok makhluk yang mengganggu ketertiban umum.

Aku tak memperdulikan penilaian itu, hal Terpenting adalah fungsinya. Dengan memiliki banyak tangan aku dapat melakukan banyak hal di waktu yang sama. Aku bisa menghemat waktu. Dan mungkin aku akan menjadi manusia yang paling produktif di dunia. Mampu menulis buku diwaktu yang sama ketika aku menjelaskan mekanika fluida di hadapan mahasiswa. Aku juga bisa mandi, menggosok bagian tubuhku yang berbau, karena banyaknya lipatan lengan sambil tangan yang lain menyuap makanan dan tangan yang lainnya lagi memandikan kucing peliharaan.

Ketika semua orang merasa kurang, waktu 24 jam untuk satu hari, aku sudah merasa cukup. Segala pekerjaan telah aku tuntaskan sebelum waktunya. Betapa bermanfaatnya memiliki banyak lengan, hal yang menyusahkan hanya memasang baju karena tangan yang banyak membutuhkan desain baju yang spesial, tak dijual di pasaran. Mengukur langsung kepenjahit dan membayar lebih mahal untuk ukuran sebuah baju. Tapi tak masalah, pengobanan memang harus dilakukan untuk semua hal.

Ketika malam hari pun istriku merasa nyaman dengan lengan banyak ini. Bagaimana tidak, beberapa lengan memeluk tubuhnya dengan mesra dan penuh kehangatan, tak kubiarkan setiap jengkal tubuhnya kubiarkan menganggur untuk dibelai. Dia merasakan sensasi yang luar biasa katanya.

Dan keesokan pagi aku tersadar, bagaimana bisa aku melakukan semua hal dengan hanya memiliki satu pikiran. Betapa cerobohnya aku dalam bermimpi sehingga melupakan logika. Memiliki banyak tangan bukan berarti mampu mengerjakan berbagai kegiatan di waktu yang sama. Bisa saja yang dilakukan akan kehilangan fokus dan berantakan.

Belum lagi cemohooan dan hujatan yang dilemparkan banyak orang. Sanggupkah aku hidup diantara bisingnya hujatan tersebut. Aku sangsi atas semua itu. Mungkin itulah mengapa Tuhan tak langsung mengabulkan impian semua orang di dunia ini. Karena mungkin saja hal yang diimpikan banyak orang malah menjauhkan kebaikan untuk hidupnya. Tuhan memang tahu apa yang terbaik untuk manusia dan manusia hanya tahu yang terbaik melalui khayalannya.

Bandung, 3 April 2015

Sumber gambar: Klik

Iklan

2 thoughts on “Ketika Aku Memiliki Banyak Tangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s