Monolog di Sore Hari

kemuliaan-berfikir1Detik-detik yang lalu menjauh.

Pergi melintasi, enggan untuk kembali.

Semangat-semangat itu terbang tak punya rimba.

Sedangkan banyak orang bilang fokus adalah senjata.

 

Ketika banyak orang menyamakan jenis manusia dengan bulan kelahiran

Jepang sudah memangkas miliaran manusia dengan empat tipe saja

Menurut golongan darah, pribadi telah tergambar

Bahkan menurut primbon, nama dapat merubah sifat

Merubah peruntungan.

 

Entah atas nama ilmiah atau tidak

Mungkin sudah menjadi kodratnya, manusia yang berbeda ingin terlihat seragam

Ingin melebur menjadi satu bagian-bagian besar

Tak percaya perbedaan adalah kekuatan

Di tempatku batu dipercaya mempunyai kekuatan.

Mungkin di tempatmu, air ludah rabi bisa menyembuhkan penyakit

Atau meminum ramuan bisa membuatmu terbang

 

Manusia beragam wujudnya

Sebagian senang tentang sesuatu yang tak dapat terlihat oleh mata

Sebagian lagi memutar otak untuk memuaskan logika

 

Aku pandai sekali untuk menghayal

Menghayal pun membutuhkan bahan bakar

Rebahan di ranjang, sampai kesadaran menghilang

Hasil akhirnya waktu berputar begitu saja

 

Teknologi semakin maju saja wujudnya

Di tempatku manusia pandai sekali mencoba hal yang baru

Anak kecil bisa berjam-jam belajar teknologi

Merengek kepada orang tuanya untuk mengikuti perkembangan zaman

Sayang, di tempatku manusia hanya bisa menggunakan

Sedikit saja yang bisa membuat

Aku pun pandai jua menggunakan

Tapi sama sekali tak paham mengapa ia bekerja

Bandung, 9 Maret 2015

Sumber foto: Klik

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s