Jalur

Dunia, begitu luasnya membentang. Tak kuasa tubuh untuk hadir di setiap jengkal yang ada. Terhampar segala yang ada. Sedangkan banyak manusia, termasuk aku yang mendekam dalam sebuah sudut sempit. Hanya berada di dalam sana dan menganggap bahwa dunia ini begitu sempit adanya,

Aku menganggap bahwa sebuah keberhasilan berada pada satu jalur lurus yang sedang aku tempuh, Sebuah jalur yang kuyakini benar ujungnya sesuai dengan harapan. Kenyataan sungguhlah berbeda, dunia ini dipenuhi oleh jalur-jalur yang tak terkira jumlahnya. Bukan lagi menjadi bilangan yang bisa dihitung apalagi diperhitungkan. Bentuknya tak lagi dapat dipahami, dilihat oleh mata pun tak mampu untuk digambarkan dengan kata. Seperti coretan anak-anak yang belajar menggambar, seperti lukisan abstrak yang tak dapat dijelaskan oleh logika.

Jalur itu terbentang, saling mengikat, menyimpang, berbelok, bergulung-gulung, bertemu kembali pada jalur-jalur yang lain dan seakan tak ada ujungya. Sepeerti saling menyambung lbak lingkaran yang membentuk spiral. Aku hanya memahami satu jalur yang kuanggap benar, sebuah jalur lurus yang tak ada gangguan apapun, di kanan kiri masih lengang dan sama sekali tak ada hambatan.

 Tuhan adalah satu-satunya alasan agar aku tak tersesat, tidak salah dalam memilih jalur. Angan diri menginginkan jalur hidup ini lurus tanpa halangan, tapi diri sama sekali tak tahu, apakah semua itu sudah menjadi jalan terbaik.

Bandung, 1 Maret 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s