Monolog Tak Berarti

IMG_2958Ada sebuah kehampaan. Aku menjalani hari-hari yang terlihat seragam. Tak ada perbedaan, tak ada klimaks, dan mungkin saja masih kurang akan tantangan. Entah apa yang terjadi, aku serasa terbawa ke dalam sebuah pusaran yang tak berongga, tak berhingga, tak berbatas dan menjadikan diri ini terombang-ambing kepada sebuah kejadian yang terlihat sama.

Sebuah bisikan mengalun, aku harus bergerak. Tetapi gerak tubuh menolak, melekatkannya pada zona nyaman yang tak pernah aku mampu untuk keluar dari dalamnya. Banyak filosof yang selalu bertanya akan kejadian hidup, akan guna menjalani hari, tentang pertanyaan yang wajib hadir agar kita tak menjadi seseorang yang cepat pintar. Mungkin benar adanya, sebuah dorongan pertama pada benda adalah saat yang paling berat dilakukan, gaya gesek memberikan pengaruh terbesarnya, sedangkan kebanyakan manusia terlambat ‘panasnya’.

Sekarang ini aku mudah sekali terserang sakit, entah itu hanya batuk kecil atau flu yang berakumulasi pada pusing di kepala. Semuanya terasa berat untuk dijalani, padahal ini hanya sakit kecil yang menyadarkan aku bahwa diri ini hanyalah manusia, bukanlah robot yang terus bekerja. Semua tetap saja, diri ini yang terlampau manja, yang tak mau berusaha lebih untuk kemajuan diri, yang selalu bermalasan di setiap hari. Mungkin benar adanya pendapat Mochtar Lubis tentang ‘Manusia Indonesia‘ yang cenderung malas dan memiliki karakter yang lemah, serta enggan bertanggung jawab. Ini bukanlah pembenaran mutlak akan pendapat Mochtar Lubis, tapi setidaknya beberapa hal yang dia kemukakan sedang aku alami di kehidupan ini, kebetulan saja aku berasal dari Indonesia dan tak semua manusia yang memiliki sifat yang sama.

Cukup rasanya tulisan ini dibuat, tak ada pengharapan yang berlebih. Hanya menyuarakan isi hati yang sedang kalut, rumit dan tak teratur. Segala hal memiliki landasannya, perlu pondasinya. Jadi biarlah suara hati ini tertuang dalam sebuah tulisan yang mungkin kalian tak akan mengerti. Aku tak ingin membuat pembaca mengerti, karena terlalu banyak pengertian yang harus diingat di bangku sekolah, kuliah, koran harian, dan buku pelajaran. Ijinkan tulisan ini menjadi sampah dunia maya yang mengganggu penglihatan pembaca, setidaknya mengabarkan sebuah berita, ada seorang anak manusia yang mencoba bangkit entah berhasil atau tidak pada dunia yang melahirkan ribuan manusia di setiap harinya.

Bandung, 11 Februari 2014

Iklan

2 thoughts on “Monolog Tak Berarti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s