Kampung Daun, Liburan Sambil Ngiler

Kampung DaunJika ingin liburan murah sambil ngiler, pilihan tepat yang harus dikunjungi adalah Kampung Daun. Ya, kemarin aku merasakannya, berlibur dengan uang yang sangat pas-pasan—percayalah, mahasiswa S2 Freshgraduate tetaplah ‘mahasiswa’—dan niat dalam hati untuk bisa mempertahankan isi dompet seminggu ke depan. Kembali ke Kampung Daun, tempat ini terletak pada satu kawasan tempat liburan keluarga di Lembang. Berdekatan dengan Sapu Lidi, Kampung Gajah, dan masih satu jalur, belok sedikit, masuk ke dalam banyak dari Dusun Bambu.

Berada di Kampung Daun aku merasakan suasana yang ‘Sunda’ banget, serasa lagi  ada di Bandung—gagal move on dari kampung halaman—begitu memasuki pintu gerbangnya, kita langsung disambut dengan kios-kios yang menjual cinderamata lucu dan beberapa makanan ringan yang mengingatkan masa kecil dulu. Suasana tempat ini yang sejuk, serta banyak pohon dan yang pasti banyak warna hijau yang mendominasi, membuat hati ini serasa damai dan pikiran terasa ditiup semilir kesejukan. Diri ini merasakan seperti ada di hutan yang rimbun tetapi tetap merasa aman, karena di kanan kiri terlihat banyak manusia—yang lagi makan.

Bayangkan Sejuknya Kampung Daun
Bayangkan Sejuknya Kampung Daun

Inilah mengapa di awal aku mengatakan liburan murah yang membuat ngiler. Tiket masuk di Kampung Daun memanglah gratis, kita hanya perlu membayar parkir motor sebesar seribu rupiah, cukup murahkan? Parkir di kampus saja dua ribu. Tapi dibalik itu semua Kampung Daun telah menyiapkan penyiksaan yang terlampau halus bagi manusia-manusia yang pelit mengeluarkan uang berlebih dengan menampilkan beberapa adegan yang ‘menggiurkan’ tentang kebutuhan dasar manusia, yaitu makan. Ya, aku mungkin salah memasuki tempat ini, karena tempat ini adalah tempat makan. Di kanan-kiri tempat ini kebanyakan diisi oleh saung-saung makan yang terbuat dari bambu, kayu dan jerami. Beberapa space lainnya di biarkan saja ditumbuhi oleh beberapa pepohonan kecil dan tanaman hias. Di beberapa sudut terdapat aliran sungai kecil yang mengalir menciptakan suasana syahdu di pendengaran, kesejukan di penglihatan dan damai di dalam hati. 

Kampung Daun, tiket masukSebuah upaya hebat yang dilakukan pengelola tempat ini untuk membangkitkan selera makan. Terlebih kita akan menjumpai pegawai yang berlalu-lalang membawa nampan berisi makanan yang hanya bisa aku lihat sambil menghayalkan betapa nikmatnya makanan itu. Tapi di balik itu semua, aku merasa pengelolaan tempat ini sudah sangat welcome dalam menerima pengunjung, baik itu yang berniat untuk makan atau hanya sekedar lihat-lihat. Tak ada diskriminasi dan tatapan sinis dari pegawai yang melihat ‘pengunjung foto-foto doang, makan kaga’.

Di akhir aku hanya bisa memberikan penilaian terhadap tempat liburan keluarga yang katanya saudara dekat dengan Dusun Bambu ini. Tempatnya lumayan indah, banyak sekali pepohonan dan warna hijau, sangat direkomendasikan bagi manusia-manusia membutuhkan pengusir stres dan penat. Untuk rasa makanan di tempat ini aku tidak bisa memberikan penilaian, karena aku cuma bisa melihat makanannya saja, tapi dari penglihatan yang kabur karena minus ini makanan-makanan yang dibawa pegawai dengan nampan tersebut terlihat enak dan aku pun tak tahu kisaran berapa harga makanan tersebut, mahal kah atau gratis kah aku tak tahu, karena untuk bertanya berapa biaya reservasi dan dikisaran berapa harga makanan aku sudah tak mempunyai nyali.

Kios-Kios yang Menyambut Ketika Baru Masuk
Kios-Kios yang Menyambut Ketika Masuk
Pertunjukan Kesenian Khas Sunda
Pertunjukan Kesenian Khas Sunda
Adem di Mata, Adem di Hati
Adem di Mata, Adem di Hati
Di Kanan-Kiri yang Terlihat Saung Makan
Di Kanan-Kiri yang Terlihat Saung Makan

Bandung, 19 Januari 2015

Nb: untuk akses menuju lokasi Kampung Daun aku sulit untuk menjelaskannya, yang jelas jika menuju Lembang via Setiabudi, sebelum Pasar Lembang belok kiri, tanya aja sama warga sekitar akses menuju Kampung Daun. Tempat ini masih satu jalur dengan Imah Seniman, Sapu lidi, Kampung Gajah, Dusun Bambu dan Curug Pelangi. Dan ketika ada pertigaan akses masuk Sapu Lidi, ikuti saja dan terus masuk ke perumahan yang rada mewah, belok kanan, kiri, kanan, kiri, kanan terus dan kalian pasti akan bingung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s