Kembali

PagiAlhamdulillah, akhirnya kembali ke kampung halaman. Setelah lima bulan berada di Bandung. Kotaku bukanlah kota yang sejuk, bisa dibilang panas. Tak ada tempat hiburan seperti mall dan factory outlet. Hanya sebuah kota kecil yang menjadi ibu kota kabupaten. Sebuah kota yang minim dengan kemajuan pembangunan tapi kaya akan hasil tambang dan perkebunan.

Sering kali bingung dibuat. Kemana rimbanya uang hasil penjualan bertongkang-tongkang batubara dan bertangker-tangker CPO. Seperti tak ada bedanya jika dilihat dari kemajuan pembangunan kotaku ini. Tetapi dari semua itu aku tetap mencintai kota ini. tak perduuli tak ada mall di sini, tak perduli tak ada toko buku yang berdiri, tak perduli kota ini berhawa panas, tak perduli setelah di atas jam 9 malam kota ini sunyi sepi. Tak kuperdulikan semua itu, karena di kota inilah kutemukan ketenangan.

Sepertinya itu sudah cukup untuk menempatkan kotaku jauh lebih unggul dari kota-kota yang pernah kutinggali. Ada memori indah yang bermunculan ketika merinduka kota ini. Ada rasa yang membuncah ketika menghirup udara pagi di kota ini.

Rumah adalah dimana keluarga ada di dalamnya, kampung halaman dimana rumah itu berada.

Pelaihari, 27 Desember 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s