Semua ingin Bersama Doraemon

DoraemonAku ingin begini, aku ingin begitu.

Ingin, ingin itu banyak sekali.

Itu adalah lirik dari soundtrack Doraemon beberapa tahun yang silam. Ketika aku sudah duduk rapi di depan TV tanpa mandi ketika hari minggu tiba. Lirik itu masih saja terngiang-ngiang di kepala hingga sekarang. Semua orang mungkin seperti itu juga dan semua orang pasti menginginkan seorang sahabat seperti Doraemon. Mengabulkan semua keinginan, mewujudkan semua kehendak diri yang malas ini.

Entah mengapa aku merasa banyak sekali keinginan yang aku ingin wujudkan. Sama seperti soundtrack Doraemon, ingin itu banyak sekali. Kebanyakan dari itu bersumber pada materi dan entah mengapa aku merasa semua orang senantiasa melihat materi yang melekat pada diri seseorang. Kehidupan sekarang seolah-olah menjadi sebuah pasar yang saling tawar menawar. Secara tidak langsung kita seolah menjual diri ini untuk mendapatkan eksistensi di dunia ini. Aku merasa semua orang—tak terkecuali diri ini—saling menonjolkan ke-akuan, bermodalkan apa yang melekat untuk mendapatkan pengakuan.

Ada keresahan yang sekarang kurasakan. Sedikit atau banyak aku senantiasa melihat materi, seolah-olah materi menjadi syarat mutlak kebahagiaan. Entah mengapa penglihatan ini tak murni lagi, ada sedikit noktah yang menodai gambaran dalam melihat orang lain. Senantiasa menunduk hormat kepada siapa saja yang memiliki takhta dan nama, selalu saja merangkul ramah kepada siapa saja yang memiliki banyak harta dan ingin selalu berada di dekat pada orang yang berparas jelita.

Jujur, adakah dari kalian yang merasakan hal yang sama dan adakah dari kalian yang memiliki kejernihan hati untuk tak memperdulikan hal di atas dalam bergaul dengan sesama? Janganlah untuk menjadi munafik untuk mengakui bahwa kita selalu melihat cover dalam memilih buku. Ataukah hanya diri ini yang melihat sesuatu yang melekat pada orang lain. Mungkinkah  semua orang melihat orang lain dengan kemurnian hati mereka tanpa memperdulikan tampilan luar yang terlihat dari mata mereka. 

Keresahan yang timbul dalam diri, ketika melihat TV, berjalan di mall, duduk di tempat makan, dan berhenti di lampu merah, aku melihat pola yang hampir sama dari semua orang. Aku melihat semua orang berlomba untuk tampil cantik/ganteng menawan, menonjolkan semua kelebihan yang ada dalam tubuh mereka, saling berkompetisi untuk menjadi sama dengan artis yang ada di TV. Seolah-olah milyaran manusia yang banyak jumlahnya ini saling berlomba untuk seragam, berebut untuk menjadi sewarna dan kehidupan manusia harus berada pada kondisi yang sama dengan sesuai yang telah ditetapkan standar televisi.

Sebuah keresahan ketika aku dan manusia lainnya berkeinginan untuk memiliki barang-barang mahal dan bermerk. Tanpa mempertimbangkan bahwa hal itu memang benar-benar dibutuhkan atau hanya sekedar mengikuti arus yang sama. Sebuah keresahan ketika aku melihat mobil mewah yang sedang berlalu dan diri ini memiliki keinginan besar untuk memilikinya dan seketika itu jua otak ini menghayalkan berada di jok mobil tersebut, mengendarainya dan membuka pintu, turun di depan orang-orang yang dikenal. Sebuah kebanggan akan kebendaan.

Apakah aku telah menjadi seorang yang materialisme. Apakah pikiran ini telah diracuni bahwa kebahagiaan itu bersumber decak kagum orang lain yang melihat kebendaan yang melekat pada diri ini. Rasa-rasanya hati ini telah dijejali oleh materi, oleh standar yang diciptakan oleh entah siapa dan diri ini berlari bersama banyak orang untuk meraihnya.

Aku ingin begini, aku ingin begitu dan semua orang—termasuk aku—berkeinginan untuk memiliki robot pendamping seperti Doraemon. Untuk mewujudkan keinginan apa saja, untuk memiliki apa saja, untuk pergi ke mana saja, dan membanggakannya kepada semua orang yang tak bernasib baik.

Pelaihari, 26 Desember 2014

Sumber Foto: Klik

Iklan

2 thoughts on “Semua ingin Bersama Doraemon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s