Bayang-Bayang

bayanganBayang-bayang yang melekat pada daratan, membentuk garis tanah yang menyejukkan. Adakah naungan yang abadi ketika menyandarkan diri pada rapuhnya tubuh manusia. Adakah pegangan yang kokoh ketika tangan ini mengiba untuk pertolongan makhluk hidup lain. Aku yakin, semua manusia itu sama, tak lepas mereka telah menjadi orang besar, menjadi manusia yang berjarak, jauh di seberang lautan yang tak tampak. Tak ada yang benar-benar kokoh, besar dan mempunyai daya kuasa.

Manusia senantiasa memiliki kelemahan dibalik kekuatan yang dibanggakan. Kecepatan berlari yang tinggi pasti dilengkapi dengan intensitas terjatuh yang sering pula. Tetapi bedanya yang sering berlari telah menikmati bagian dari berlari itu. Tak lagi merasa kelelahan yang mempayahkan ketika melangkahkan kaki lebar-lebar, tak lagi merasa sakit ketika terjatuh terjungkal, karena mereka sadar bahwa letih adalah bagian dari perjalanan dan terjatuh adalah pintu yang harus dilewati.

Aku pernah berfikir, setiap diri manusia akan menjadi orang besar dan begitu banyak orang besar yang ditidurkan dibalik kasur kapuk yang mulai mengeras, lapisan kain atas robek dan menyeruaklah kapuk itu yang telah menjadi cokelat, putihnya lembutnya menghilang. Dan disaat itu semua masing-masing diri hanya bisa menatap ke atas. Menginginkan kasur empuk dengan per yang menyangga dibawahnya, dengan spreai lembut yang dengan ditatap saja sudah bisa ternilai kehangatannya.

Adakah sesuatu yang dilupakan oleh manusia dari tidurnya. Adakah kesempatan itu memang datangnya hanya sekejap, ketika kita memutuskan untuk bangun dari tidur, kesempatan itu pergi padahal baru sekali mengetuk pintu kamar dan tanpa mengucapkan salam. Hidup akan dimenangkan oleh para pelari cepat yang mengurangi waktu mimpi indahnya, karena memang kenyataan tak seindah dan senikmat tidur malam.

Bayang-bayang itu masih saja berdiri di dekatku, menanungi, memberikan rasa aman. Tetapi aku harus sadar bayang-bayang tetaplah bayang-bayang. Sewaktu-waktu matahari tak bersinar digantikan malam, sewaktu-waktu bayangan itu akan pergi, memutuskan untuk berlari lagi. Adakah aku masih tertidur di bawah bayang-bayang semu?

Bandung, 15 November 2014

Sumber Foto: Klik

Iklan

One thought on “Bayang-Bayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s