[Puisi] Suara siapa Itu?

gelombang suaraSuara siapa itu?
Kamu bertanya. Apa yang kamu bisikan? aku tak mendengar. Aku hanya bisa heran, selepasnya hanya diam. Tak lama aku mendengar, kamu bicara, tapi tak jelas jua kudengar. Apa yang sebelumnya kamu katakan? Kamu mengrenyitkan dahi.
Bulu kuduk siapa pun akan berdiri. Mendengar suara tanpa wujud. Dan masing-masing dari kita merapatkan tubuh. Suara itu makin jelas terdengar. Kita saling menatap, suara itu semakin jelas berujar. Semakin merapat, semakin kita mengerti maksud.
Suara itu menyatukan dan akhirnya kita saling menekur, bersemu merah di pipi. Suara itu menjawab inginku dan inginmu.
 
Sebagian Diriku
Kita saling memandang dari kejauhan. Aku melirikmu dari balik batang pohon dan kamu memantauku dengan kamera berlensa besar. Ketika masing-masing diri berpisah berlawanan arah. Ada sebagian dari diriku yang masih berada di balik pohon itu. Menunggu bayang-bayangmu hilang di ujung jalan.
Dan ketika tengah malam, sebagian diriku itu datang. Menghempaskan diri, menghembuskan nafas panjang dan berujar. Langkah kakinya masih jelas terdengar, bayang tubuhnya masih terang diingatan. Sebagian dari diriku tengah kasmaran, sebagiannya lagi mati membusuk dalam pengharapan.
 
Satu yang akan selalu menerima
Setidaknya masih ada yang menerimaku
Ketika hidup telah habis oleh hina dan olokan
Hidupku tak dipandang ada oleh siapa saja
 
Aku masih terbilang waras
Menginginkan wanita, tak perduli seperti apa wujudnya
Tapi rupa yang mengerikan sekalipun telah enggan mendekat
Layaknya diriku dedemit yang paling buruk rupa
 
Banyak sekali manusia yang elok akan wajah
Tapi busuk akan moral
Mulut dijadikannya slang tanpa saringan.
Disemburkannya segala cibiran tepat di wajah
Mata mereka telah menjadi godam
Ditempanya diriku, sehingga berada di serendah-rendahnya tempat
 
Setidaknya masih ada yang berbaik hati menyambutku datang
Sesuatu yang tak pernah membeda-bedakan
Tak pernah melihat, membandingkan dan menghitung untung-rugi
Masih ada tangan yang mau terbuka menerimaku
Dan aku memilih ke sana
Untuk dipeluknya, untuk istirahat dari segala lelah menjadi orang hina
Biarlah aku membusuk dalam pelukannya
Bumi yang akan selalu menerima
 
Hari dimana aku mati
Dihari itu ruhku melayang sebelum digiring malaikat. Pergi ke rumah, menatap rupa istri untuk terakhir kali. Ternyata ia sedang tidur di kamar dan ada laki-laki di balik selimut. Di hari itu aku bersyukur telah mati. Setidaknya ragaku tak merasakan sakit hati.
 
Depan-Belakang
Setahun sudah aku duduk di belakangnya
Setiap hari aku menatap punggungnya
Ingin sekali kurangkul dengan lembut
Setiap saat aku melihat rambutnya
Ingin kucium kubelai dan cium wangi rambutnya
 
Tahun-tahun ini aku selalu semangat sekolah
Sengaja untuk selalu datang terlambat
Agar bisa menatap wajahnya ketika aku menuju bangku
Selepas itu aku hanya menunduk malu hingga pelajaran usai
 
Dan hari ini bangku di depanku telah kosong
Dia meninggalkan sekolah ini
Meninggalkan bumi ini
 
Sedihku sangat mendalam, tanganku senantiasa gemetar
Bilamana teringat kembali sosok penyemangat hidup
Jasadnya ditemukan mengambang di sungai belakang sekolah
Dengan tangan gemetar ini aku mendorongnya
Ketika mulut kecilnya menghinati semua inginku
 
 
Lupa Diri
Bulan berdiri tepat di atas kepala
Dingin telah menusukan belatinya yang tajam
Ramai hanya diisi para makhluk nokturnal
Kita masih berdiri
Enggan untuk berpisah, masih berhasrat untuk bercakap
 
Tak sadar, fajar tiba-tiba saja datang
Embun membasahi diri
Dan kita masih saja berdiri
Membeku, seperti dikutuk menjadi batu
Entahlah, mungkin kita sejatinya hanyalah patung
Yang memiliki jiwa, memiliki cinta
 
Bandung, 21 September 2014
Sumber foto:  Klik
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s