Sekarang kita hidup tenang.
Tak ada penindasan secara terang-terangan.
Kebebasan berpendapat pintunya terbuka lebar
Pers seperti banteng siap seruduk siapapun yang menghalang
Rakyat dibuat bingung lalu memilih menonton sinetron kacangan
 
Sekarang kita hidup rukun
Maling cepat diringkus lalu dihakimi massa
Tak ada konflik sosial yang mengangkat senjata
Semua rakyat bisa tidur dengan nyenyak untuk besok kembali kerja
 
Sekarang hidup damai
Listrik telah teraliri sampai ke pelosok
Jalanan telah mulus beraspal
Dan air bersih telah mudah didapat

 
Sekarang hidup sesuai dengan harapan
Tak perlu lagi turun ke jalan
Meneriakan aspirasi dan keinginan
Kini hidup masing-masing untuk mengejar kesejahteraan
 
Benarkah negeriku kini telah hidup sesuai harapan?
Sesuai cita-cita undang-undang dasar tahun ‘45
Membuktikan lirik sebuah lagu bahwa tanah ini tanah surga
 
Benarkah semua itu telah terjawab?
Sehingga rakyat banyak yang diam
Tanda setuju kah?
Atau tanda kelelahan?
Atau tanda mulut-mulut kita sejatinya telah bisu?
 
Hidup sejatinya tentang pertanyaan-pertanyaan tentang hidup itu sendiri
Benarkah kita benar-benar merdeka?
Benarkah kita telah hidup sejahtera?
Benarkah kita telah menjadi tuan di rumah sendiri?
 
Semua pertanyaan bukan hakku untuk menjawab
Hak dari masing-masing manusia Indonesia yang menilai
Aku hanya mencoba mempertanyakan yang kini tak tersuarakan lagi
 
Kemana mahasiswa yang dulu turun ke jalan?
Sibukkah mereka dengan tugas kuliah yang bertambah dan semakin susah?
Atau tuntuntan syarat pekerjaan yang mewajibkan IPk diatas tiga?
Mungkin juga sedang berfokus mengejar ketenaran semu di media sosial?
 
Ahh, mungkinkah semua manusia muda telah ditidurkan
Atau terhipnotis 1, 2, 3, kalian akan lupa semua
Bisa jadi mereka sibuk mematut diri di depan kaca
 
Entah mengapa aku merindukan teriakan mahasiswa menyuarakan aspirasi
Mengapa pula aku merindukan tulisan mahasiswa di koran harian  pada rubrik opini
 
Mungkin aku yang terlalu tua
Meminjam kata-kata anak muda sekarang
Aku mungkin susah untuk move on dari masa lalu
Dan tak bersyukur bahwa negeri ini telah benar-benar sejahtera.
 
Bandung, 21 Agustus 2014
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s