Jangan Terlalu Banyak Membaca

membaca bukuAda orang yang bilang, jika ingin menulis, maka berhentilah untuk membaca. Pernyataan ini mungkin kontradiksi, seseorang yang menulis membutuhkan membaca sebagai upaya untuk mampu menulis dengan baik. Bahkan banyak penulis besar mengatakan bahwa membaca adalah bahan bakar utama dalam menulis. Seperti mobil yang membutuhkan bahan bakar untuk bisa berjalan.

Seorang penulis memang diwajibkan untuk terus membaca. Ini bukan lagi menjadi sebuah keharusan tetapi kebutuhan yang mendasar, karena dengan membaca kita akan semakin mengetahui apa-apa yang belum kita ketahui. Kita bisa belajar dari para penulis besar bagaimana mereka membuat alur yang tak membosankan, pemilihan diksi, bahkan belajar untuk mematahui aturan dalam penulisan.

Ya, dulu aku mungkin tak mengikuti aturan-aturan tersebut. Aku dengan sembarangaannya menuliskan apa saja, melanggar kaidah EYD, mengesampingkan tanda baca. Akan tetapi, semakin kita membaca, kita akan semakin perduli akan sebuah aturan tersebut. Bayangkan, betapa rumitnya kita memahami maksud tulisan dengan kalimat yang amburadul tanda bacanya, bahkan kadang-kadang malah membuat ambigu maksud yang ingin disampaikan. Menulis memang membebaskan kita dalam berekspresi, tapi lambat laun kita akan sadar pentingnya untuk mengikuti aturan, tentunya untuk kebaikan diri ini.

Kembali pada topik yang aku angkat pada kalimat pertama tulisan ini. Aku membenarkan pernyataan orang lain—yang aku lupa siapa—tentang membaca. Aku kini merasakannya, betapa berat memulai menulis ketika kita asyik membaca. Aku kini merasa tak fokus untuk memulai sesuatu.

Setidaknya di bulan Agustus ini saja ada beberapa novel yang aku baca. Norwegian Wood dari Haruki Murakami, Nyanyian seorang bisu dan Arok Dedes dari Pramoedya, Casual Vacancy dari JK Rowling, Jacatra Secret dari Penulis baru Indonesia Rizki Ridyasmara, The Secret dari Rhonda Byrne, dan 1984 George Orwell. Ada sekitar tujuh novel yang aku baca di Bulan agustus ini saja. Hal ini dikarenakan aku yang begitu kesetanan membeli buku di toko-toko buku kota ini. Dan patut disayangkan aku hanya baru menyelesaikan Jacatra Secret dan Norwegian Wood. Selebihnya, novel-novel tersebut hanya menumpuk dan semakin tinggi.

Hal ini semakin diperparah dengan perkuliahanku yang baru dimulai. Kembali belajar dengan intensitas yang lumayan padat dan tingkat kesulitan seperti mahasiswa yang sudah lama membuang buku kini harus menyelesaikan soal ujian. Betapa terkejutnya otak yang kumiliki ini dipaksa untuk kerja rodi memahami maksud dosen yang bagiku terlalu cepat dalam menjelaskan.

Mungkin saja, sekarang ini aku merasakan fase dimana aku merasa senang ketika masuk ke toko buku, melihat cover buku yang beraneka ragam. Ada semacam rasa yang membuncah bahagia ketika melihat buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak. Dan setelah aku mebelinya, aku baca sekilas, lalu aku tinggalkan tanpa terselesaikan.

Hingga akhirnya aku merasa tak menikmati membaca sebagai bentuk untuk mendapatkan ketenangan, tetapi sebagai bentuk kerja untuk menghabiskan stok-stok novel yang belum terjamah. Belum lagi, aku merasa enggan untuk menulis di blog ini, padahal banyak hal yang bagiku menarim di bulan ini.

Bagiku hal ini cukup berbahaya, karena bagiku membaca novel dan menulis adalah sebuah bentuk menikmati ketenangan dan kebahagiaan hidup. Jika hal ini aku lakukan dengan ambisi dan target, bagiku tak ada lagi kenikmatan yang aku dapat ketika aku melakukan hal ini.

Semoga kuliah tak membuat otak kananku menjadi buntu dan otak kiri meronta minta istirahat. Semoga aku bisa meyeimbangkan keduanya. Mohon maaf jika kalian merasa sukar untuk memahami apa yang kutulis kali ini. Entah mengapa aku mengalami kesulitan untuk bercerita secara sederhana. Ini mungkin karena aku terlalu banyak membaca.

Sudah saatnya memang aku kembali menulis.

Bandung, 1 September 2014

Sumber foto: Klik

Iklan

One thought on “Jangan Terlalu Banyak Membaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s