Skip sajalah.

Jari perlahan mengayun pada sebuah bidang. Menghantarkan setiap kata yang bergerak pada layar yang bercahaya. Dingin yang merayap hingga persendian, sedikit demi sedikit menghambat pergerakan jemari, lalu tak lama ia beku tak bergerak lagi.

Manusia, makhluk yang terlalu pintar untuk menemukan alasan. Berkelit lalu lari mencari tempat persembunyian. Dingin, panas, ramai, sepi, sibuk, lengang, selalu saja ada alasan untuk bekelit. Sama seperti, selalu ada jalan menuju Roma. Manusia selalu saja menemukan jalan kemana kehendak ingin berlabuh.

Jari yang membeku perlahan demi perlahan dipaksakan untuk bergerak. Ritme tuts mesin ketik memecahkan kesunyian malam. Angkat topi kepada penulis yang menuliskan semua yang ada di kepalanya melalui tulisan tangan atau ketikan mesin tik. Tak ada tombol backspace atau delete di sana. Tak ditemukan fungsi undo atau redo, yang salah harus dicoret dan dilewati tanpa memperdulikan aspek kerapian. Tetapi hasil akhir mereka sungguh mampu menghidupkan tulisan itu.

Draft tulisan mereka mungkin tak rapi, penuh coretan sana-sini. tak nyaman sama sekali untuk dibaca. Tapi ketika kita memutuskan untuk mulai membacanya, kita akan larut dalam kisah dan terbangunkan ketika kita membalikan halaman terakhir tulisan mereka.

-Tulisan yang dibuat ketika mata ini lelah dan ingin tidur, tapi efek kopi yang baru diminum beberapa jam yang lalu mulai bekerja dan menyiksa lambung hingga ia meronta-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s