Kesenangan

Entah mengapa baru sekarang aku memiliki keinginan untuk mendalami hobi atau bakat atau kesenangan atau apalah namannya. Setelah usia yang menuntunku untuk tak banyak bermain lagi. Kini kusadari, aku memiliki banyak keinginan untuk kuwujudkan, aku menyenangi banyak hal tentang suatu kegiatan yang terbilang positif.

Aku menyukai menulis. Itulah alasanku mengapa aku senantiasa menghidupkan blog ini betapapun malasnya diriku. Sama seperti memberikan makan untuk kucing peliharaaan atau menyiram tanaman kesayangan. Aku membesarkan blog ini dengan memberi makan tulisan-tulisan yang terkadang tak bermutu untuk kalian baca. aku mencoba terus menulis walaupun tak ada satupun orang yang membaca tulisan ini.

Hingga kelak aku sadar, menulis hanyalah sekedar hobi di waktu senggang. Aku tak perduli, jika akhirnya aku tak menghasilkan apa-apa lewat tulisan. Setidaknya aku telah meluruhkan segala hal yang mengganjal.

Aku juga suka membuat video. Kesenangan yang berawal ketika aku mendokumentasikan perjalanan wisata bersama teman-teman. Dari sana aku mulai belajar software editing video dengan segala keterbatasan yang dihadapi.

Baru-baru ini aku juga menyukai fotografi. Mungkin aku terlalu mainstrem, aku terlalu mengikuti arus. Tapi apa mau dikata, aku menyukai hal ini. Aku yang cenderung belajar semua hal secara otodidak, rela menghabiskan materi, waktu dan tenaga untuk semua ini.

Tak perduli apa kata orang. Tak perduli bisikan remeh terhadap diriku. Aku menyenangi apa yang aku lakukan. Aku mungkin tak akan menjadi apa-apa dari kesenanganku ini. Tapi suatu saat aku percaya, tak ada yang sia-sia, yang kubutuhkan hanya kesungguhan.

Iklan

5 thoughts on “Kesenangan

  1. Yah sama hobi barunya fotografi dan videografi nih.
    Jadi pengen curhat juga. Gara-gara baru bisa punya DSLR tahun ini, jadi kesengsem sama mainan ini dan merasa kalau bisa jadi fotografer hebat. Belajar otodidak juga.
    Tapi saya punya pelajaran, jika ingin belajar fotografi jangan hanya nongkrong di forum online. Yang ada malah terserang Gear Acquisition Syndrome. Untung segera sadar dan kenal sama istilah ini.

    Lagi fokus street photography. Soalnya jalur ini cocok buat saya yg finansial ga terlalu kuat.

      1. Awal-awal emang sama, pengen beli lensa, flash, tas kamera, dan aksesoris lain. Tapi nyadar udah punya DSLR aja harusnya bersyukur.

        Nyesel juga, harusnya belajar fotografi dari dulu. Ah andaikan bisa ngulang, maunya beli SLR yg manual aja.

      2. Katanya sih cara terbaik belajar fotografi ya pake kamera analog gitu.
        Kalau bisa balik ke masa SMA mah, pasti beli SLR dan belajar fotografi sejak itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s