Surat dari Pemilih Prabowo-Hatta

legowo prabowo-hattaDari anak bangsa yang memilih Prabowo-Hatta

            Pemilu 9 Juli lalu menghasilkan quick count yang membingungkan. Saya sempat kecewa, karena pilihan saya, Prabowo-Hatta dinyatakan kalah oleh dominasi berbagai lembaga survey. Tak lama berselang, bapak memberikan secercah harapan kepada diri saya. Keputusan pemilu belum final, quick count hanyalah prediksi yang mungkin saja mengalami kesalahan. Kita harus menunggu dua minggu lagi. Menunggu hasil resmi yang diumumkan oleh KPU.

            Mendengar paparan yang disampaikan bapak, saya bisa bernapas lega. Setidaknya masih ada harapan Presiden yang saya pilih bisa memenangkan pemilu dan membangun bangsa ini sesuai visi misi yang bapak sampaikan. Selama dua minggu terakhir saya terus memantau berita yang tak saya ketahui mana yang benar dan mana yang salah.

Akhirnya hari ini tiba jua. 22 April 2014, hari dimana KPU menjadwalkan pengunguman hasil pemilu. Ternyata hari ini saya kembali kecewa karena menurut hasil resmi KPU bapak tak terpilih menjadi presiden. Saya merasa sangsi apakah negara ini bisa maju tanpa bapak sebagai pemimpinnya. Saya mencoba menerima hasil pilihan mayoritas Rakyat Indonesia dengan ikhlas dan lapang dada. Tapi tak berlangsung lama, kekecewaan saya bertambah lagi dengan sikap bapak yang tak mengakui kekalahan.

Saya pernah merasakan arti sebuah kegagalan, menyakitkan memang. Sangat menyakitkan. Saya rasa ini yang tengah bapak rasakan. Saya mengerti betapa kerasnya usaha bapak untuk meraih kursi presiden. Tenaga, keringat dan materi tak terhitung lagi telah keluar. Tapi dari semua itu saya yakin, latar belakang bapak sebagai perwira tinggi TNI telah banyak membentuk mental bapak sedemikian kokoh dan kuat uuntuk menerima takdir yang telah digariskan untuk bangsa ini.

Saya yakin bapak adalah negarawan sejati. Bukankah membangun bangsa tidak hanya dengan menjadi Presiden. Bapak bisa melakukan apa saja selepas pemilu untuk membangun bangsa ini, untuk membuktikan bahwa pilihan mayoritas rakyat sekarang adalah pilihan yang kurang tepat.

Bukan seperti yang bapak lakukan sekarang, tak menerima kekalahan dan berbalik menyalahkan pihak lain. Jujur, saya Rakyat Indonesia yang bodoh dan kurang berpendidikan ini merasa bingung atas sikap bapak.

Sebenarnya bapak tak perlu kebakaran jenggot mendapati hasil pemilu yang tak memuaskan hati, karena seperti yang bapak pernah katakan jauh-jauh hari pada masa kampanye. Siap menerima apapun hasil keputusan rakyat dengan tangan terbuka. Saya rasa sekarang inilah waktunya bapak untuk menerima dengan lapang keputusan rakyat itu.

Saya masih melihat jiwa pemimpin di mata bapak. Ketegasan itu, semangat itu, masih melekat dan saya kagumi sampai sekarang. Saya tak mengalihkan dukungan saya terhadap bapak. Bahkan jika besok diminta untuk pemilu kembali. Saya dengan tegas untuk memilih bapak kembali untuk menjadi presiden pilihan saya.

Akan tetapi sepertinya keputusan memang sudah final, Pak. Kita kalah dan mengetahui kenyataan atas kekalahan kita itu memang pahit. Tapi saya yakin bapak masih memiliki jiwa besar untuk mengakui kekalahan kita dan untuk membesarkan jiwa kami.

Sekarang ada baiknya kita terima keputusan rakyat, kasihan rakyat kecil merasa kebingungan atas apa yang terjadi di atas sana. Kita semua hanya membutuhkan kedamaian, kesejahteraan dan hidup tentram menjadi tuan di negeri sendiri.

Hasil pemilu telah diumumkan dan semua rakyat telah mengetahui siapa Presiden mereka nantinya. Saya hanya berdoa untuk Jokowi dan Jusuf Kala bisa bekerja maksimal untuk kemajuan bangsa ini dan limpahan kebaikan atas diri bapak.

Salah khilaf saya mohon maaf.

Pelaihari, 22 April 2014.

sumber foto:  klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s