Monolog tentang Kebingungan

Mengisi kesunyian malam yang tak mau menghinggapi kantuk untuk diriku. Aku mengisinya dengan berbagai cara; menonton TV, melihat berita online, Instagram, Twitter, Facebook, Bbm, dan terakhir blog. Aku mengunjungi hampir semua rumah di dunia maya. Dan setelah kutengok, semua tak jelas isinya, amburadul. Seperti rumah yang penuh dengan prabotan tanpa pernah dirapikan. Hanya sekedar latah mengikuti perkembangan zaman. Tak ada satu pun yang kuseriusi agar nantinya menjadi sesuatu yang besar.

Merangkai kedamaian malam dengan beberapa kegiatan. Suara lirih aquarium. TV yang kini kumatikan agar aku bisa fokus untuk menulis tulisan ini. Tak ada satu pun yang jelas nantinya tulisan ini menjadi apa. Hanya sekedar membunuh waktu di malam dimana kantuk tak menghampiri, sedangkan handphone telah bosan untuk dijelajahi.

Negaraku kini begitu rumit. Sama seperti pikiranku yang kadang kala kalut seperti benang berpuntal. Indonesia baru saja menyelesaikan pesta demokrasi, memilih presiden melalui jalur voting. Tapi setelahnya malah menjadi runyam, tak ada yang mau mengaku kalah, berdalih keputusan belum kukuh ditetapkan. Masing-masing kontestan merasa menang, seakan lupa, seharusnya rakyatlah yang harus dimenangkan hatinya.

Seharusnya hari pemilu merupakan hari terakhir para kontestan bekerja—mencuri hati rakyat. Tapi, kini mereka malah sibuk memutar kembali media agar kami menjadi bingung, yang mana yang harus dipercaya. Wajar saja rakyat Indonesia banyak yang menjadi bodoh, karena berita saja tak mencerahkan keingin-tahuan kami. Apalagi berharap kepada sinetron.

Ya, memang keputusan masih belum ditetapkan. Quick Count hanyalah kabar burung yang terkadang bias, tapi kebanyakan telah jelas. Sebagian rakyat mungkin mengetahuinya, bahkan telah berlapang dada ketika jagoannya ditakdirkan kalah oleh program quick count. Selayaknya menghadapi kabar burung, tak perlulah kiranya pihak yang menang bersorak-sorai bergembira, berjingkrak-jingkrak bahagia, seolah kabar itu sudah menjadi kepastian. Tak perlu jua, pihak yang kalah kebakaran jenggot melihat pihak yang menang sedang merasa menjadi pemenang sejatinya. Seperti anak gaul sekarang sering bilang, “Woles sajalah,” Toh ketika keputusan final telah diumumkan, pihak yang mengaku menang ternyata adalah pihak yang kalah, kalian dipersilahkan untuk tertawa terbahak-bahak melihat mereka bingung untuk menaruh muka dimana.

Yah mungkin masing-masing kontestan sebenarnya tak siap untuk kalah. Rasa percaya diri mungkin sedang dalam titik tertinggi, dan sifat rendah hati sepertinya memang tersembunyi.

Kasihanilah rakyat yang bodoh seperti kami. Terus terombang-ambing menentukan sesuatu yang dianggap benar sejak dari masa kampanye beberapa bulan lalu. Menentukan sosok dari kalian berdua merupakan perihal sulit yang harus diputuskan, karena berita kekurangan-kekurangan kalian, berseliweran di telinga-telinga kami. Kami bingung mana yang benar dan mana yang dibuat supaya ‘benar’.

Cukupkan semua yang kalian beritakan. Tunggu saja keputusan final yang sebentar lagi diumumkan. Kembali sajikan berita-berita yang mencerahkan untuk kami, agar kami tak lagi menjadi bodoh. Agar kami yang kini berada di dalam tempurung bisa mengetahui apa-apa yang terjadi di luar sana. Agar kami menjadi pintar, seperti apa yang kalian cita-citakan.

Pelaihari, 11 Juli 2014

Iklan

One thought on “Monolog tentang Kebingungan

  1. Sama, kak. Aku juga bingung sama keadaan saat ini. Bahkan cara yang udah biasa ngatasi bosen udah bikin bosen juga. Gimana coba? -__-
    Aku rasanya pengen ada di suatu tempat asing yang aku ga kenal, orang ga kenal. Biar bisa lepas dari semua kebingungan yang membosankan -__-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s