Di Tempat Ini

bandung2 (1)Aku berada di tempat berbeda dari biasanya. Banyak penilaian untuk kota ini, selayaknya seorang balita yang menilai kelezatan makanan yang baru saja dimakannya. Menolak untuk menghabiskan makanan karena rasanya tak sesuai dengan lidahnya. Walaupun terkadang dia salah menilai karena sesungguhnya makanan itu baik untuk tubuhnya. Gizi untuk penyusun rangka tubuhnya.

Aku baru pertama kali berada di kota ini, kota yang besar. Jauh berbeda dengan tempat kelahiranku yang senantiasa lengang dan tenang. Disini air mandi terasa dingin dari biasanya, bila subuh air itu menjelma menjadi sesuatu yang tidak manusiawi. Disini tubuhku menolak untuk mandi di pagi hari. Disini penduduknya berbicara dengan nada lemah lembut, suara tak pernah dikeraskan melebihi ambang batas yang bisa didengar lawan bicara.

Di tempat ini pula, angkot adalah raja. Bebas berhenti, bermanuver, menurunkan dan menaikkan penumpang sesuka hati. Klakson dari mobil lain bukanlah peringatan untuknya, tapi hanya angin lalu. Disini lebih banyak pejalan kaki dibandingkan kota-kota yang pernah aku diami. Disini pepohonan masih betah tumbuh di pinggir jalan, memayungi jalan untuk tetap teduh, menjadikan tempat ini senantiasa sejuk bahkan di siang hari.

Di tempat ini kaum wanita jauh terlihat lebih cantik dibandingkan kota lainnya. Tak menyombongkan kecantikannya, tak memilih-memilih teman sesuai kesamaan paras wajahnya. Disini mesjid dan langgar jarang terlihat, berbeda dengan daerah asalku yang menjamur tapi sepi untuk diibadahi.

Di tempat ini fashion menjadi komoditi, banyak factory outlet yang selalu saja dijejali. Pakaian memang salah satu kebutuhan primer, tapi sebentar lagi fashion akan menggantikannya, tak perduli dua lemari sudah penuh oleh pakaiannya. Fashion kini adalah gaya hidup, sayangnya gaya hidup di negara ini cepat sekali berganti, terbarukan, dan berevolusi.

Di tempat ini aku tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi. Mandi dengan air dingin memang tak manusiawai, tapi itu ampuh untuk membunuh kantuk. Di tempat ini orang bergerak cepat, pendidikan maju melesat, segala kebutuhan mudah didapat. Begitulah standar kota besar, ketika segala kemudahan dan fasilitas diberikan dan aku semakin lupa bahwa yang kubahagiakan bukanlah indera yang terpuaskan akan hal baru, akan tetapi hati yang selalu tenang.

Aku yakin kalian mengetahui dimana aku berada…

xxx, 14 April 2014

Sumber foto: Klik

Iklan

8 thoughts on “Di Tempat Ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s