Tuhan Selalu Benar

banjirTuhan tak pernah mencoba-coba dalam merangkai semesta. Ia tak pernah secara tak sengaja meledakan sesuatu padu yang kini berhamburan saling mengembang. Tuhan tak pernah seceroboh itu, yang menciptakan kehidupan sebagai permainan belaka. Ada banyak pertanyaan yang terhimpun dalam benak manusia tentang sejatinya Tuhan. Tapi, pertanyan tetaplah menjadi pertanyaan, kadang kala terjawab, kadang kala pula tak menemukan jawaban dalam waktu yang cepat.

Tuhan sejatinya tak mungkin mereka-reka makhluk apa yang cocok dihidupkan di bumi ini. Lebih bagus dinosaurus, ikan, atau manusia, atau mungkin juga penggabungan dari mereka semua? Tuhan tak pernah ragu, Ia mantap memusnahkan hewan bertubuh besar mengganti dengan manusia yang berakal, pasti dengan alasan yang tepat. Manusia hanya bisa mengandaikan, menganalisa sebab kejadian, menghimpun jejak arkeologis. Tetapi tak pernah menemukan jawaban, alasan utama mengapa hewan tersebut meninggalkan bumi ini.

Tuhan pasti tak sedang bercanda. Mengapa manusia diberikan akal dan kecerdasan yang tinggi dibandingkan hewan melata. Manusia yang kini berlomba membangun rumahnya, saling tinggi meninggikan, agar ketika pagi bisa menghirup embun langsung dari awan. Besar sekali keinginan manusia, semuanya mungkin dapat terjangkau ke depannya.

Dan manusia lama-lama tak membutuhkan lagi eksistensi Tuhan. Karena mereka selalu mendapatkan apa yang ada dalam keinginan. Terbang membelah langit bak burung alap-alap. Menghujam dalam ke lautan bak paus biru yang melahap jutaan plankton. Manusia, ah manusia selalu saja berusaha untuk mendapatkan segala keinginannya. Akal dan kecerdasaan memang senjata ampuh untuk membuat apa saja.

Lantas, apakah Tuhan telah salah menciptakan manusia? Yang akhirnya melupakan diri-Nya, yang akhirnya merusak tatanan bumi yang telah ada. Tuhan tak pernah salah, Tuhan Maha Benar. Tak pernah ada penyesalan ketika Tuhan telah menciptakan, apapun itu bentuknya. Kerusakan yang diciptakan manusia telah diperhitungkan-Nya jauh sebelum manusia tercipta.

Mungkin itulah alasan Tuhan menciptakan bencana. Sebagai pengingat, titik tolak atas segala tindakan manusia yang tak terkendali. Mungkin juga sebagai bentuk akibat, dari segala sebab yang telah diciptakan. Mengapa perlu kematian untuk menyadarkan akan ada hadirnya Tuhan. Mengapa perlu adanya kesakitan, baru manusia terjaga dari tidur panjang. Apakah perlu kerusakan, baru kita membangun untuk kehidupan yang lebih panjang.

Bencana bukanlah bentuk kesalahan Tuhan dalam mencipta. Tapi, merupakan titik awal untuk kembali membangun kesadaran manusia. Akan keinginan yang tak selamanya harus diwujudkan.

Tuhan tak pernah salah, Ia selalu Benar.

Pelaihari, 16 Maret 2014

sumber foto:  Klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s