# 15 Waktu

waktu“Jika suatu pagi aku akan bertemu dengan kuasa yang tak dapat lagi ditolak. Mungkin di saat itulah aku yakin, bahwa kamu adalah cinta yang dititipkan Tuhan kepadaku.”

Bukan untuk saat ini aku meyakininya, karena waktu bisa saja merubah segalanya. Waktu mampu menghancurkan apa saja, karang yang kokoh, besi yang kuat, semuanya luntur menjadi remah kecil yang tak mempunyai daya kekuatan lagi.

Waktu bisa saja mengubah kerasnya pendirian, bisa saja melunakkan kerasnya hati yang telah membatu. Tapi, waktu bisa juga membekukan air yang pagi tadi terasa lembut menyejukkan. Semua, lagi-lagi semua dapat diubah. Bahkan semesta bisa saja melebur menjadi satu kembali di esok hari, tentu saja dengan kuasa Tuhan.

Jika ada manusia memberikan keyakinan bahwa ia dapat hidup esok sepanjang hari, maka dia tak pernah mengenal waktu. Dia hanya melihat jam dinding sebagai patokan untuk bangun, bekerja, makan dan tidur. Dia tidak pernah mengerti mengapa siang dan malam terus berganti tanpa ada ketimpangan. Karena waktu sesungguhnya adalah misteri, tak ada yang bisa meramalkan secara pasti. Mereka yang mengaku ‘orang pintar’ hanyalah mereka-reka, mempertimbangkan kemungkinan, menganalisa perubahan, mendalami khayalan, dan sedikit memberi bumbu akan kejadian mistis yang dipaksa untuk dihubung-hubungkan.

Tak ada yang mampu menuliskan secara gamblang akan kejadian hari esok. Sebagian orang hanya meramalkan, sebagiannya lagi tak memperdulikan. Apa yang menjadi rahasia waktu agar dia terus menjadi misteri, tanpa ada satu manusia di sudut bumi manapun yang tahu akan isinya? Jawabannya, karena dia tak pernah mendahului apa-apa yang seharusnya belum terjadi, dia tak pernah egois untuk mendahului lusa sebelum besok datang. Dia senantiasa bersabar, mengantri menunggu giliran, tanpa berlaga sok tahu membocorkan rahasia dirinya.

Itulah mengapa waktu senantiasa tak pernah terbaca oleh manusia, terkadang waktu memberikan pertanda. Akan tetapi, manusia tak pernah peka dan senantiasa meminta kepastian. Tak ada kepastian yang mampu ditegaskan sebelum waktu yang berbicara. Itulah mengapa, Tuhan meminta kita untuk berusaha, bukan meramal hari esok.

Jika besok waktu tak berjalan lagi untuk hidupku, barulah saat itu aku yakin, bahwa kamu adalah cinta, rindu, sayang dan segala rasa yang dititipkan Tuhan untukku. Karena pada saat itulah hatiku benar-benar yakin, bahwa aku mencintaimu tanpa ada yang lain lagi di hatiku.

Pelaihari, 3 Maret 2014

Sumber foto: Klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s