Kucoret Semua Resolusi

Resolusi 2014Sudah lama aku tak menulis, pikiranku kini mulai buntu untuk bercerita. Seolah-olah harus memulai dari awal kembali untuk berlatih. Sudah lama aku tak mengukir pikiranku ke dalam kata, tak ada karya yang kubuat untuk bisa kunikmati sendiri. Mungkin karena akhir-akhir ini aku terlalu banyak membaca tulisan orang lain—baik itu blog maupun buku. Aku seperti minder, timbul rasa rendah diri yang membuatku merasa tak pantas untuk menuliskan sebuah tulisan. Membuat diriku merasa sama sekali tak berbakat untuk menjadi besar. Merasa diri ini layaknya bongsai yang murung ketika menatap rimbunnya beringin di atasnya.

Tahun kini berganti, 2014 orang-orang menyebutnya. Tahun kuda kata sebagian orang. Tak habis pikirku, bagaimana bisa bilangan waktu menjadi wujud binatang. Kuda, harimau, tikus anjing dan lain sebagainya, darimana mereka menganalogikan itu semua? Manusia memang sangat kreatif dalam menciptakan perumpamaan dan manusia menjadi terlampau bodoh untuk percaya oleh ramalan.

Pergantian tahun bagiku tak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Bagi sebagaian orang momen ini mungkin menjadi waktu untuk melakukan perbaikan, menetapkan target, dan mewujudkan kembali harapan. Tapi, pikiran kecilku selalu menggelitik, untuk apa menunggu tahun yang baru jika kita bisa merubah diri detik ini juga. Oh tidak, aku terlampau munafik untuk menyebutkan hal itu, karena dulu aku pun sangat antusias terhadap tahun yang baru. Menuliskan target yang harus aku capai setahun ke depan, dan menetapkan ikrar kepada diri untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Dulu aku melist impian, berdoa, dan berikrar. Tapi, tak berapa lama semua resolusiku itu aku lupakan, aku khianati bahkan sebelum habis awal bulan di tahun yang baru. Hmm, aku membodohi diriku sendiri. Kini tahun yang baru aku tak membuat satu pun impian atau target. Aku hanya berfokus untuk menikmati segala sesuatu yang hadir kini, tak kupusingkan masa depan, tak kutakutkan lagi apa yang akan terjadi. Tapi, lagi-lagi aku menjadi seorang munafik, disebagian waktu aku masih saja menakuti diriku yang masih menjadi abu-abu untuk masa depanku. Aku selalu bertanya di dalam diri, mau jadi apa aku nanti?

Dulu pun aku pernah berjanji dalam diri untuk menulis satu tulisan dalam satu hari. Tak perduli seberapa pun sibuknya hari yang kulalaui. Harus ada yang kutuliskan, walaupun itu hanya menjadi sampah jika dibaca orang lain. Tapi, lagi-lagi semua itu aku khianati, hampir satu bulan aku tak menulis, sama sekali tak ada rasa penyesalan bagiku karena telah melanggarnya.

Sudah saatnya, tak perlu lagi aku banyak berencana, banyak-banyak bermimpi. Aku tetap saja menjadi seperti ini karena mimpiku, tak ada yang berubah, karena yang merubah segalanya hanyalah tindakan. Tuhan memiliki segala kuasa, berdoa masih hal yang utama, tapi aksi adalah kunci pembuka. Kini aku biarkan hidupku menjadi misteri, tak kurancang, tak kurencanakan, tugasku hanya berjalan.

Banjarbaru, 4 Januari 2014

Sumber foto : Klik

Iklan

3 thoughts on “Kucoret Semua Resolusi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s