Perjalanan Menyenangkan

jalan macetPerjalanan Banjarbaru – Pelaihari, maupun sebaliknya mungkin akan lebih indah jika tak ada truk-truk yang mengiringi bersama. Tak ada raja jalanan yang memenuhi ruas jalan dengan tubuhnya yang kekar dan menakutkan. Mengeluarkan kentut berbau kimia beracun, hitam pekat. Bersuara keras, seperti deham raksasa yang terusik semut kecil di telinga.

Lebih indah lagi jika tak ada mobil-mobil yang mengiringi perjalanan. Bahkan jalan akan seperti surga jika tak ada sepeda motor, sepeda, gerobak, ataupun pejalan kaki. Jalanan yang sepi tak ada pelintas dan aman dari para manusia yang memiliki niat jahat. Sungguh indah perjalanan seperti itu, hanya pohon-pohon yang melambaikan dahan, seakan beniat mengucapkan selamat jalan, semoga selamat hingga tujuan.

Perjalanan yang indah dengan terik matahari yang tak membakar, hanya sekedar mengahangatkan, sembari awan meneduhkan jalan seratus atau dua ratus meter sekali. Burung-burung ikut berlomba untuk menyalip kedudukanku dan aku hanya tertawa kecil melihat mereka terbang seperti sedang kesetanan. Sungguh indah perjalanan itu dan sungguh hanya mimpi jika aku mendapatkan perjalanan seperti itu.

Karena sebagaimana maksud dibuatnya jalan, dia adalah perantara sebagai fasilitas untuk mempercepat dan mempermudah untuk sampai ke tujuan. Selayaknya jalan, dia akan dipenuhi dengan para-para manusia yang menempuhnya untuk sampai ke tujuannya, dia akan diisi, dijejali, bahkan dipadati oleh berbagai macam jenis kendaraan, yang berat hingga yang sangat berat. Dia akan selalu diisi oleh berbagai hal kepentingan yang mendasarinya.

Tak ada jalanan yang senantiasa lengang dengan kondisi jalan yang bagus, tak ada hotel yang super mewah dengan pengunjung yang bisa dihitung dengan jari. Semakin strategis tujuan kota yang dilalui, maka semakin padat jalan yang menyambungkannya. Semakin lengkap pusat perbelanjaan, maka semakin banyak pengunjungnya.

Logika sederhana yang membuat aku lupa, bahwa di dunia ini aku memiliki kepentingan yang sama dengan jutaan manusia. Ingin hidup dengan tenang, nyaman dan serba berkecukupan. Tapi, aku melewati jalan yang sama dengan jutaan manusia itu, itulah mengapa jalan ini terasa berat, padat, jenuh, dan sangat membosankan. Karena selayaknya jalan besar, dia melayani berbagai macam kendaraan, tanpa tahu kapan dia akan sepi dan lengang. Dia akan selalu dilewati, dia tak akan pernah sepi, karena tujuannya kota besar, bukan hutan.

Pelaihari, 13 November 2013

Sumber foto: Klik

Iklan

2 thoughts on “Perjalanan Menyenangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s