Teman Kecil di Kamar Pengap

       Tulisan ini bagi sebagian orang mungkin tak ada artinya. Dibaca sampai habis pun tak mempunyai guna. Apa pentingnya aku menuliskan hal seremeh ini? Tak ada kerjaankah? Atau sedang hobi menghasilkan hal yang tak ada guna.

            SelaAkuarium mini 1ma ini aku mencoba menulis tentang hal-hal yang berarti dalam hidupku. Minimal aku menuliskan segala kejadian yang telah kulewati dalam hidup. Untuk menjadikan sebuah pelajaran, untuk dijadikan pengalaman berharga.

            Tulisanku selama ini pun, miskin apresiasi. Bahkan jarang sekali terdapat komen dan ‘like’ di dalamnya. Lantas, haruskah aku berhenti untuk menulis? Tidak, setidaknya aku menulis di blog ini bukan berharap akan popularitas, riuhnya komentar masuk, ataupun ‘like’ yang berjejalan untuk menyeruak. Aku menulis di blog ini memang karena aku suka, tak perduli ada atau tidak manusia yang membacanya. Biarlah blog ini menjadi bahan bacaaanku ketika tua nanti, ketika aku tak mampu lagi menulis dan berimajinasi—seraya berharap, WordPress tidak bangkrut dan menghilang dari dunia maya ini.

            Tulisan ini memang tak ada artinya jika dibaca segelintir orang yang telah banyak membaca berbagai macam hal—baik penting ataupun tidak. Tujuan utamaku hanya ingin terus konsisten dalam menulis. Minimal satu tulisan dalam satu hari—seperti ikrar yang pernah aku buat, dan kulupakan beberapa hari setelahnya.

            Hari ini aku sedikit membaca kembali buku ‘Habits’  karya Ust. Felix Siauw. Bacaan bagus dan sangat aku rekomendasikan untuk kalian. Dia bercerita, untuk menjadi penulis handal, setidaknya kita harus memiliki habits/kebiasaan dalam menulis itu sendiri. Jangan pernah berharap menjadi penulis terkenal, jika seharian hanya dihabiskan untuk online atau bermain game saja.

Maka dari itu aku menuliskan hal ini. Sekaligus pembelajaran dalam mengasah keahlian menulis, sekalian mempermudah terciptanya habits menulis kedepannya. Biarlah aku menciptakan ‘sampah’ bagi sebagian orang, untuk menemukan emas di hari depan kehidupanku.

Kembali kepada fokus cerita, sepertinya aku memang kehilangan fokus dalam setiap kehidupanku.

Aku kini memiliki teman pengusir lelah dan suntuk ketika di kamar. Bukan seorang manusia, bukan jua seonggok boneka. Dia hanya berupa ikan-ikan kecil di wadah yang elok menurutku. Sembari berharap, mereka menjadi sumber inspirasi ketika tak ada inspirasi yang keluar di hari-hari yang berat. Berharap ikan-ikan kecil itu mampu memakan segala mental block yang selalu saja menjegalku di setiap harinya.

Ikan yang tak terlihat bukan karena tempatnya yang luas, tetapi karena teman-temannya telah tiada.
Ikan yang tak terlihat bukan karena tempatnya yang luas, tetapi karena teman-temannya telah tiada.
Akuarium mini 3
Manusia bisa menciptakan keindahan. Tetapi, Tuhan-lah yang tak ada tandingannya.

Teman kecilku ini dari hari kehari semakin berkurang. Ini memang dalam arti harfiah, bukan majas maupun konotasi yang kubuat. Mereka berkurang karena memang dia mati. Entah mengapa, usianya cepat sekali berkurang ketika mereka berada dekat denganku. Semoga nyawa mereka yang hilang bukan karena atas keteledoranku dalam menyayangi dan merawat mereka. Tetapi, memang karena umurnya telah digariskan sejak lama.

Teruslah berenang ikan kecil. Doakan aku juga mampu berenang di imajinasi yang kupunya, dan mampu kutuliskan untuk para manusia-manusia di luar sana. Karena imajinasi manusia adalah kekuatan terbesar yang manusia miliki. Sayang sekali, banyak manusia yang tidak sadar, bahwa imajinasi bisa mengalahkan tank dan pesawat tempur di kehidupan yang nyata.

Cepat besar ikan kecilku. Berenanglah.. karena disana hakikat dirimu.

Banjarbaru, 13 Oktober 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s