Monolog — di antara Rilke dan Saraga

Ini yang mungkin aku cari..!

aseptia

rilke

Pagi ini cukup ajaib, saya akhirnya bisa bangun pagi tanpa bantuan alarm sama sekali. Ditambah lagi, entah kenapa begitu saya membuka mata saya sangat ingin membaca puisi-puisi Rainer Maria Rilke. Rilke pertama kali saya kenal lewat buku Tuhan dan Hal-Hal yang Belum Selesai– Goenawan Mohammad. Sejak saat itu, saya jatuh cinta pada diri Rilke.

Mungkin hal yang membuat saya senang pada Rilke adalah hal yang sama juga yang membuat Lou Salome menolak Nietzsche dan lebih memilih Rilke. Entah, terlepas dari apa yang dicari Nietzsche dan Rilke adalah hal yang mirip (sangat mungkin sama), tapi ada suasana lain yang saya dapatkan tiap kali saya membaca tulisan-tulisan Rilke. Nuansa yang tidak saya dapatkan saat membaca tulisan-tulisan Nietzsche–meskipun kedua-duanya sama-sama bicara cinta.

Tapi, ditengah trek lari saraga baru saya bisa sadari dengan lebih utuh diri Rilke. Lari memang mengajarkan saya sesuatu. Lari membantu saya mengembalikan diri saya yang dulu yang komitmen, konsistensi dan…

Lihat pos aslinya 941 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s