Cat 17 – Buntung

Apa yang dirasa belum tentu itu nyata. apa yang nyata belum tentu kita sadar telah merasa. Dunia memang sumber segala misteri, siapa bilang di bumi ini hanya logika yang menang. Dia tak selamanya meraja, ada kalanya dia hanya berdiri bengong tak menyangka.

Logika tak selamanya berjalan. Keberuntungan terkadang yang banyak berperan. Betulkah keberuntungan itu memang datang secara’kebetulan.’ Aneh, banyak sekali aku menemui, orang tertentu sering mendapatkan keberuntungannya. Sedangkan, ada sebagian manusia yang berlama-lama menunggu, tapi tak kunjung jua datangnya itu beruntung.

Jika keberuntungan itu datang tak diduga, lalu mengapa banyak manusia yang berharap lebih padanya. Keberuntungan memang berperan besar membuat manusia tersenyum bahagia, tapi tak jarang dia memurungkan banyak manusia. coba tanyakan kepada para penjudi yang berharap untung hari ini. Dia selalu ingin hoki, lucky atau apapun bentuk namanya beruntung.

Jika semua manusia ingin mendapatkan keberuntungan, mengapa kita tidak berusaha dengan keras saja. Setidaknya kita tak perlu menunggu keberuntungan yang tak pasti datang untuk menyelesaikan hajat kita. Tapi, terkadang, memang terkadang, usaha keras kita tak akan membuahkan hasil. Sedangkan, ada segelintir manusia yang beruntung, yang berusaha sedikit saja mampu menyelesaikan hajatnya.

Lalu, keberuntungan atau usaha keras yang berperan mewujudkan segala keinginan kita? Sampai di sini aku tak mampu menjawabnya, kedua hal ini terlihat sederhana, tetapi di baliknya tersimpan kerumitan yang terkadang saling berhubungan, terkadang pula saling jauh-menjauhi seperti saling membenci.

Ada pepatah mengatakan, orang bodoh kalah dengan orang pintar, orang pintar kalah dengan orang cerdas, dan orang cerdas kalah dengan orang beruntung. Jadi wajarlah, jika semua manusia ingin menjadi beruntung. Tapi, sayangnya, beruntung itu hanyalah misteri. Sama dengan dunia ini, yang tak pernah memberi jawaban terlabih dahulu kepada siapa yang nantinya akan sukses.

Mungkin kalian tak akan memahami tulisan ini. Memang benar adanya, setiap paragraf seakan melompat. Setiap kata seakan saling manjauh, tak berhubungan. Tapi, hanya bagi manusia yang beruntung sajalah yang mengerti, mengapa aku menuliskan hal ini.

Pelaihari, 20 September 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s