Kantuk

Rasa kantuk seharusnya menjadikan diri kita tersadar.
Bahwa manusia bukanlah Dewa yang kuat perkasa.
Rasa kantuk seharusnya membuat manusia mengerti.
Bahwa mereka tak ada apa-apanya di bumi ini,
hanya seongok makhluk lemah, yang tak kuasa melawan kantuk dengan menutup mata.
 
Rasa kantuk seharusnya mengingatkan kita.
Bahwa manusia tak bisa egois membunuh waktu dengan aktifitas,
lalu, mengapa sekarang kita dengan egois menghabiskan sumber daya alam?
Kalap, tanpa menyisakan untuk masa depan.
 
Rasa kantuk seharusnya membuat kita intropeksi.
Bahwa manusia hanyalah seonggok ruh yang selalu letih membawa beratnya jasad,
hingga perlu istirahat.
 
Rasa kantuk seharusnya menyadarkan manusia.
Bahwa kita tak ada apa-apanya menghadapi alam.
Apalagi menghadapi Tuhan.
 
Banjarbaru, 4 September 2013
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s