Aku Tidak Gila 2

AKu tidak gilaPagi ini udara pagi mengalir lembut di kulitku. Sentuhan lenganmu juga mengusap lembut, menimbulkan sensasi yang akan terus kuingat dan kudamba. Mengapa aku tak mampu membencimu? Apa aku terlalu bodoh untuk menilai kamu tak pantas untukku?—bahkan untuk semua wanita.

“Kenapa diam? Kamu marah ya denganku?” kamu bertanya denganku sambil terus memeluk. Sofa pagi ini terasa lebar untuk kita berdua.

Aku hanya diam, tak mampu aku mencacimu setelah selama ini meninggalkanku dan malam tadi kamu mengahancurkan hatiku. Lidahku kelu untuk meledakkan amarah yang selama ini membuncah dalam dada. Kamu manusia beruntung yang paling beruntung, memiliki istri yang tak mampu memarahimu.

“Aku minta maaf, selama ini aku meninggalkanmu. Aku sibuk bekerja.” Kamu memberikan alasan yang selalu sama. Alasan yang tak pernah aku percaya, tetapi tak pernah mampu aku sanggah.

Apaa..? Bekerja..! Selama ini? Dengan tak sepeserpun aku menerima hasil jerih payahmu. Untuk siapa kamu bekerja, jika tak untuk keluargamu? Dan untuk apa aku mau menunggu. Aku hanya bisa berkata dalam hati, aku benar-benar bisu jika di dekatmu.

 “Sayang,,”

“Tak usah kamu berkata seperti itu, jika nantinya kamu pergi lagi dan menyakiti aku lagi.” kali ini aku berbicara, dengan suara yang lirih dengan air mata yang mendampinginya untuk berani keluar.

“Kenapa kamu berbicara seperti itu? Apa kamu tak sayang lagi denganku?”

Lagi-lagi kalimat yang penuh retorik. Jika kalimat yang kamu ucapkan tadi aku balik. Apakah kamu masih bisa berbicara seperti ini.

“Sudahlah aku tak ingin berbicara denganmu, urus saja manusia yang kau bawa malam tadi.”

“Itu partner kerjaku.”

“Tak ada partner kerja yang mendapatkan tempat istimewa di kamarku, ditambah dengan mengusirku untuk tidur di luar. Untuk apa kamu membuat kamar tamu di rumah ini?”

“Kenapa kamu harus cemburu dengan dia? Aku tak berselingkuh darimu, kamu tetap menjadi satu-satunya wanita yang kucinta.”

“Menurutmu definisi selingkuh hanya untuk lawan jenismu?”

“Maksudmu..??”

“Kamu yang berdampingan mesra dengan seorang pria itu juga disebut SELINGKUHH TOLOLL..!!”

Kali ini suaraku kutinggikan, rekor suara terkeras yang pernah aku keluarkan. Amarahku ikut bersama dengan cacianku. Tak pernah aku melakukan ini, kamu langsung syok melihatku. Aku tak perduli kamu menganggapku sedang kerasukan setan.

Kamu hanya terdiam setelah aku berteriak, suasana rumah kembali hening setelah tadinya sempat gempar. Pintu kamar kita terbuka. Keluar sosok pria besar berkumis lebat, bertubuh besar dan hanya bertelanjang dada.

“Ada apa ini Ram?” pria itu menanyakan apa yang tadi terajadi kepada suamiku.

Suamiku tak menjawab apa-apa dan dia hanya terdiam. Aku menangis tak tertahankan lagi, sudah habis kukeluarkan amarahku selama ini. Walaupun hanya lewat teriakan yang hanya keluar sekali. Suamiku pasti tahu aku kali ini marah besar.

Aku pergi meninggalkannya dan meninggalkan mereka berdua yang sedang berdiri kaku. Meninggalkan rumah ini untuk tidak menunggu lagi. Sampai kapanpun.

Jika kebanyakan wanita di seluruh dunia ini takut suaminya berselingkuh dengan wanita lain, wanita yang lebih cantik, lebih muda, lebih seksi dari dirinya. Aku tak demikian. Aku jauh lebih takut jika suamiku berjalan dengan seorang pria. Karena jika itu terjadi, dia akan melupakanku berbulan-bulan lamanya.

Tak pernah terpikirkan olehku, aku mendapatkan suami yang biseks. Tak pernah kukira bahwa selama ini suamiku adalah sosok hermafrodit yang sangat menjijikan.

Ini kisah hidupku, semoga kalian bisa mengerti.

Aku kira hanya cacing yang mempunyai kelamin dua.

Pelaihari, 6 April 2013

Sumber Foto: klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s