Atitude

atitudeHari ini secara tak sengaja, aku mendengar percakapan yang menarik. di tempat yang tak terduka, di sebuah tempat fotocopy. Di sini aku tak berbincang, aku hanya mendengar. Tetapi dari sinilah mungkin aku jadi banyak belajar.
Ceritanya aku sedang memfotocopy kartu mahasiswa dan KTP. Setelah selesai fotocopy aku gunting saja di tempat itu biar rapi. Dan tak di sangka tukang fotocopy itu berbincang dengan salah satu pengunjung. Kurang lebih seperti inilah percakapannya.
Pengunjung, “Iya om, ini disuruh papa buka usaha aja daripada honor PNS, gajinya kecil.”
“Nah bagus itu, mulai dari muda kita belajar berusaha.”
“Sebenarnya mau daftar PNS aja om, kalau nanti ada penerimaan, fokus kesana.”
“Nah PNS itu jangan banyak mengharap, sekedar untung-untungan aja. Kalau lolos, Alhamdulillah”
“Sayang kuliah saya om, capek-cepek kuliah ujung-ujungnya ngga kepakai ijazahnya.”
“Kamu jangan berfikiran seperti itu. Kalau orang zaman dahulu boleh berfikir tinggi-tinggi kuliah buat nantinya kerja di bidang yang sama. Kalau zaman sekarang kuliah itu pembelajaran sikap.”
“Tapi sayang kata papa om.”
“Gini, yang membedakan antara orang sekolah tinggi-tinggi dengan yang tidak, ada pada atituude. Kalau bahasa Indonesia itu apa ya, oh pola pikir dan tingkah laku. Coba kalian lihat sendiri, akan sangat jauh berbeda pola pikir dan tingkah laku orang yang tidak sekolah dibandingkan dengan sarjana. Sebenarnya itu yang perlu dimiliki para sarjana sekarang.”
Telingaku mulai tertarik dengan percakapan ini, aku masih tetap saja menggunting fotocopy. Tetapi telingaku meresap masuk ke dalam percakapan tersebut. Banyak pelajaran yang bisa didapat di sana.
Tukang fotocopy itu menambahkan, “Kata orang, sekarang kita dengan mudah menemukan orang pintar. Iya kan. Itu tuh yang korupsi itu orang pintar semua, karena orang bodoh itu ngga mungkin bisa masuk kerja di sana. Ha ha. Terus apa ilmu to, yang dicari selama kuliah?”
Pengunjung itu terdiam, hanya berkelit dengan kata, ‘tapi’. Tukang fotocopy itu lagi-lagi menambahkan, bahkan sebelum pengunjung itu bisa berfikir untuk bisa berbicara.
“Kalau yang dicari ilmu to, ijazah doang. Ya nantinya ngga akan jauh berbeda dengan para koruptor di sana. Perlu dimiliki sarjana itu seharusnya adalah attitude. Pola pikir dan tingkah laku, itu yang harus dimiliki. Itu yang harus dipertahankan. Jangan malu kalau kita kerja tidak sesuai dengan ijazah. Harus malu kalau attitude kita jelek, itu menandakan kalau kita sama aja dengan yang ngga sekolah tinggi.”
“Iya om. Maka dari itu, ini sambil rencana mau buka usaha. Ya kalau ga ponsel, air minum. Kalau ngga keduanya bikin warnet aja. Ini masih ngecek ke Telkom apa bisa masuk jaringannya. Sambil nyari-nyari komputer yang bagus untuk warnet om.”
“Nah benar itu, masalah pekerjaan kita bisa bikin sendiri. Masalah ilmu yang dipelajari selama kuliah, pada akhirnya nanti akan diaplikasikan juga secara tidak sengaja. Yang terpenting, perbaiki attitude dan niat. Karena disitulah kuncinya kalau mau sukses. Masalah cari komputer gampang, harga empat koma tujuh sudah dapat yang bagus. Nanti om bantu carikan.”
Aku meninggalkan tempat fotocopy itu. Mungkin fokus pembicaraan mereka hanya tentang buka usaha baru, mulai dari awal datang sampai pulang pembicaraan mereka berputar masalah tersebut. Walaupun di tengah-tengah pembicaraan, mereka membahas tentang ‘Sayang ijazah ngga dipakai kerja’. Tetapi menurutku di pembicaraan tentang ijazah itulah menariknya.
Karena memang benar adanya. Mahasiswa yang telah menjadi sarjana, akan merasa malu jika kuliah tinggi-tinggi jika pada akhirnya ijazah yang didapat dengan susah payah tidak terpakai untuk bekerja. Malu sama orang tua, malu sama tetangga. Akupun sekilas akan merasakan seperti itu mungkin.
Akan tetapi apa yang dikatakan tukang fotocopy itu telah membuka pola pikirku selama ini, karena yang seharunya kita miliki dan kita banggakan itu adalah attitude. Itulah yang membedakan antara kita yang sekolah tinggi-tinggi dengan yang tak sekolah sama sekali.
Banjarbaru, 11 Februari 2013

Sumber foto: Klik

Iklan

4 thoughts on “Atitude

  1. oiya ijin mampir ke blog ini, salam kenal dri martapura..

    ternyata nasehat bijak juga bisa qt dpt secara tdk sengaja ya.. dan hikmah yg dpt dipetik dri cerita km banyak banget,ttg atitude,memng benar skrg bnyk org brpndidikn tinggi tpi atittude nya buruk, itu sm aj dgn yg ngga berpndidikn..

    1. Wah ketemu blogger Martapura nih. salam kenal balik ya mba.

      Ya maka dari itu, kemarin dapat pelajaran sederhana yang membuka pikiran. untuk apa membanggakan ijazah sederhana. Jika kita mempunyai sikap ‘sarjana’ yang sesungguhnya. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s