LOKSADO = Look, Save and Do

air terjun tanuhiTanggal 2 Januari yang lalu aku memutuskan untuk sedikit merefresh segala penat sebelum menghadapi ujian akhir semester di kampus. Aku bersama kekasih memutuskan untuk menghabiskan hari itu menuju objek wisata loksado. Objek wisata ini berletak di wilayah Loksado, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Menempuh jarak sekitar 145 Km dari Kota Banjarbaru. Atau sekitar 180 Km dari Banjarmasin ibukota Kalimantan Selatan.

Menghabiskan perjalanann sekitar 4 jam lebih untuk sampai di kawasan objek wisata Loksado. Setelah sampai di Kota Kandangan, kami memutuskan untuk sarapan di warung ketupat kandangan. Ketupat Kandangan merupakan kuliner yang menjadi ciri khas kota ini. Belum lengkap rasanya jika pergi ke Kota Kandangan jika tak menyantap Ketupat.

Setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju kawasan Loksado. Berbeda dari sebelumnya, jika di sepanjang perjalanan menuju Kota Kandangan kita hanya melihat rumah-rumah penduduk beserta debu jalanan yang kurang menarik untuk dilihat. Berbeda dengan perjalanan menuju Loksado. Kami disuguhkan dengan barisan gunung-gunung hijau yang merupakan bagian dari pegunungan meratus yang membentang dari utara hingga selatan Kalimantan Selatan.

Di sini kita melihat perbedaan aktifitas penduduk dari sebelumnya. Penduduk disini kebanyakan memanfaatkan alam sebagai pekerjaannya. Ada yang menjadi petani ladang berpindah, menjual kayu-kayu yang diambil dari hutan, berkebun karet dan sawit, hingga menjual bambu dan kayu manis yang akan kerap kita jumpai aktifitas itu disana.

perjalanan ke loksado
Perjalanan menuju Loksado
Kawasan pegunungan di kanan kiri jalan
Kawasan pegunungan di kanan kiri jalan

Mata kita lagi-lagi akan dimanjakan dengan barisan hutan yang menghijau di kanan-kiri jalan. Sungai-sungai jernih yang mengalir di bawahnya, suara gemuruh sungai yang selalu memnjakan telinga. Udara dingin khas pegunungan yang membuat kita merasa nyaman. Semua ini membuat perjalanan yang ditempuh lebih-kurang satu jam jauh tak terasa.

Sesampainya di kawasan loksado kita di tawarkan beberapa objek wisata yang menarik. Di pertigaan kita bisa memilih. Jika belok kiri, kita akan mendapati pemandian air panas Tanuhi yang selalu saja di padati pengunjung setiap harinya, terutama pada sore hari. Di wilayah ini juga terdapat air terjun kilat api, walaupun konon katanya tidak terurus dengan baik.

Jika kita memutuskan untuk belok kanan, kita akan disuguhkan wisata bamboo rafting yang merupakan trademark dari kawasan ini, berpetualang mengelilingi sungai jernih dengan bambu sebagai sampannya. Adapula Air Terjun Haratai yang merupakan tujuan utama kami  ke sini.

Sesampainya di kawasan bamboo rafting kita harus menempuh perjalanan lebih kurang satu jam lagi untuk mencapai Air Terjun Haratai. Jarak tempuhnya tak terlalu jauh, akan tetapi medan perjalanannya cukup berat, kendaraan roda empat tak dapat melalui wilayah ini. Jika ingin menuju air terjun harus berjalan kaki atau menyewa ojek untuk sampai kesana.

Alhamdulillah ketika kami ke sana sebagian jalan sudah disemen, tetapi sebagian lagi masih berupa bebatuan dan tanah setapak yang akan licin jika hujan turun. Dan kami mendapatkan sebuah keberuntungan, datang kesana ketika baru selesai hujan. Jalanan menjadi licin dan berbahaya bagi motor matic yang kami kendarai. Sebuah pemacu adrenalin yang menarik.

Perjalanan menuju air terjun juga menyuguhkan pemandangan yang menarik. di samping jalan terdapat sungai jernih yang mengalir merdu, barisan pohon bambu dan pepohonan besar meneduhkan perjalanan kami. Ada kalanya kita akan mendapati perkampungan penduduk dayak yang murah senyum plus binatang peliharaannya anjing dan babi.

Hutan bambu d tengah perjalanan menuju Air Terjun Haratai
hutan bambu d tengah perjalanan menuju Air Terjun Haratai
Sungai-sungai yang berair jernih
Sungai-sungai yang berair jernih
Sungai memanjang di Loksado
Sungai memanjang di Loksado
Air Terjun Haratai
Air Terjun Haratai

Sesampai di air terjun akhirnya segala lelah dan penat selama 5 jam terbayar sudah. Lunas, dengan pemandangan air terjun dan sekitar yang menabjukan. Perpaduan antara gemuruh air terjun dengan pepohonan lebat yang mendampingi kanan kirinya. Sebuah keindahan dari kebesaran tuhan. Sebuah mahakarya yang tak dapat diciptakan manusia yang terkurung di kota modern.

Sayang sekali, saat itu debit air besar karena habis turun hujan. Sehingga kami tak dapat mandi di sana. Karena arus dari air terjun sangat kuat sehingga membahayakan jika mandi di bawahnya. Tapi tak apalah, dengan melihat saja itu sudah cukup rasanya.

Inilah keindahan alam, keindahan kota besar hasil tangan manusia tak dapat menandinginya. LOKSADO = LOOK, SAVE and DO

Iklan

6 thoughts on “LOKSADO = Look, Save and Do

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s