#7 Logika

Sekarang pukul 1.15 AM. Terlalu dini untuk bangun pagi, tapi terlalu malam untuk memulai tidur. Aku ingin kamu menebak, Apakah aku baru bangun atau telah lama tak bisa tertidur malam ini? Kamu menjawab. Pasti kamu baru terbangun dari tidur, karena haus atau mimpi buruk yang memaksa untuk terbangun. Aku jawab, tebakanmu salah.

Kamu menjawab lagi, kalau begitu kamu pasti ngga bisa tidur. Hayoo, sudah semalam ini kenapa masih belum tidur? Habis minum kafein? Atau tidur siangnya kebanyakan? Atau lagi ada yang dipikirkan?

Aku jawab, kamu suka banyak nanya. Dan tebakanmu lagi-lagi salah.

Hah kamu memberikan dua pilihan, belum tidur atau baru bangun dan keduanya salah. Apakah ada jawaban ketiga? Logika manusia cuma menyediakan dua jawaban, kamu baru bangun tidur atau kamu belum tidur. Tidak ada jawaban ketiga, tidak ada pula jawaban hasil penggabungan dari jawaban satu dan dua. cuma ada dua jawaban yang tersedia. Dan kamu menjawab tidak untuk keduanya. Kamu membuatku bingung.

Kamu berbicara panjang lebar membela logika berfikirmu. Memang benar adanya, cuma ada dua jawaban yang tersedia. Dua jawaban yang memuaskan logika. Aku belum tidur atau aku baru bangun tidur.

Akan tetapi apakah setiap jawaban harus memuaskan logika? Apakah setiap pertanyaan membutuhkan jawaban yang logis? Seluruh manusia memang akan menjawab, Ya. Memang benar adanya, siapa saja membutuhkan logika untuk memuaskan akalnya. Tak terkecuali aku.

Kini pukul 1.35 AM. Sudah dua puluh menit kita berdebat tentang jawaban mana yang tepat. Sudah 1200 kali jarum detik pada jam kamar berjalan, 1200 langkah yang terus berputar tak menemukan ujung. Jarum detik terus berputar tanpa akhir, menemani logika yang selalu kita butuhkan. Mungkin hanya dengan baterai yang habis, baru mampu menghentikan gerak langkah jarum detik.

Perumpamaan yang sama jika kita hubungkan dengan manusia. Mungkin dengan umur yang habis, baru mampu menghentikan pencarian kita tentang logika. Terkadang kita terlalu jenius mencari berbagai logika, dari bagaimana virus bisa menyebar sampai bagaimana manusia bisa terbang dan menyelam. Kita bahkan melupakan untuk menjawab pertanyaan logis ketika manusia pertama kali lahir di dunia. Sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban logika.

Mengapa kita dilahirkan di dunia? Sudahkah kita menjawab pertanyaan itu. Jawablah sebelum otak kita dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan lain yang ingin dijawab.

Kembali kepertanyaan awal. Apakah kamu perlu sebuah jawaban logis.

Jawabanku sederhana karena aku menulis tulisan ini pukul 1.15 PM. Aku tidak sedang tidur, aku tidak ingin tidur, dan aku tidak bangun tidur. Karena ini siang hari, sedangkan pertanyaanku ‘Apakah aku baru bangun atau telah lama tak bisa tertidur malam ini?’

Aku tidak sedang menjahili kamu. Aku ingin kita berfikir, kita memang selalu membutuhkan logika untuk menjawab segala pertanyaan yang datang. Jika memang hanya tersedia dua jawaban di logikamu, jangan salahkan orang lain jika dia memiliki tiga jawaban. Karena logika akan terus tumbuh dan berkembang, dan kadang kala logikamu dan logikaku berbeda.

Janganlah marah ketika logika berbeda. kamu tidak salah, dan aku pun mungkin juga. Kita hanya belum mencocokan logika kita. 😉

Untuk H

Sumber foto: Klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s